12 Kaisar China Terhebat dengan Sifatnya yang Bijaksana

Sejarah Tiongkok kuno, terutama mengenai nama-nama kaisar yang memerintah, selalu menarik untuk disimak. Masing-masing mereka punya cara sendiri saat memerintah. Sebagian terkenal berdarah dingin, bengis dan tak punya hati, tapi sebagiannya lagi dikenali sebagai Kaisar China terhebat sepanjang masa.

Dari ratusan Kaisar China yang pernah menjabat sejak Dinasti Qin hingga Dinasti Ming, setidaknya ada dua belas nama kaisar yang tercatat bersama hal-hal hebat dan baik. Para kaisar ini diingat karena sikapnya yang sangat memedulikan rakyat. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya!

1. Kaisar Qin Shi Huang (260 – 210 SM)

Sumber: kibrispdr.org

Bicara mengenai kaisar China terhebat, mustahil tidak memasukkan namanya ke dalam daftar. Alasannya jelas karena Kaisar Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama yang namanya tertulis dalam sejarah Tiongkok Kuno. Dia adalah sosok yang menyatukan enam wilayah atau negara (Warlord Period) menjadi satu kesatuan. Wilayah kesatuan yang dimaksud, saat ini kita kenal dengan sebutan Tiongkok. Tanpa dirinya, nama Tiongkok tidak akan pernah ada.

Kaisar Qin Shi Huang adalah pendiri Dinasti Qin. Beliau juga yang berada di balik pembangunan Tembok Besar China yang legendaris. Satu lagi cerita tentangnya yang akan membuat banyak orang tak habis pikir, yaitu penemuan 700 ribu patung pasukan yang memiliki ciri berbeda antara satu dan lainnya.

Ratusan ribu patung tersebut berjajar dan terkubur di bawah tanah. Konon, pembangunan ratusan ribu patung yang memakan waktu hingga 38 tahun tersebut dilakukan kaisar agar dirinya dapat dijaga oleh 700 ribu pasukan saat di alam baka. Kini, situs tersebut menjadi salah satu warisan sejarah Tiongkok yang berharga.

2. Kaisar Liu Bang (206 – 9 SM)

Sumber: oasishikmah.wordpress.com

Kaisar Liu Bang adalah pendiri Dinasti Han. Liu Bang menjadi kaisar setelah berhasil mengalahkan Xiang Yu; bagian dari keluarga terkenal di Chu, yaitu salah satu bagian China yang diambil alih oleh Dinasti Qin. Bukan main, tugas pertamanya sebagai kaisar adalah kembali memulihkan persatuan negara yang terpecah-belah.

Dia harus berhadapan dengan provinsi serta kerajaan-kerajaan yang memberontak agar kembali berada dalam kekuasaan pemerintah pusat. Hebatnya, Liu Bang tidak datang dari kalangan militer atau sejenis, melainkan dari kalangan petani. Terlahir dengan nama Liu Ji, Liu Bang  adalah anggota dari keluarga petani miskin yang tinggal di wilayah Pei yang ada di Negara Chu ketika itu.

Dinasti Han diketahui sebagai salah satu dinasti terkuat di China. Han sempat dikudeta oleh Wang Mang yang mendirikan Dinasti Xin, tapi tak lama, Kaisar Han Guangwu berhasil mengembalikan kejayaan Dinasti Han. Sebelum pemberontakan Wang Mang, Dinasti Han disebut Dinasti Han Barat, sementara setelah pemberontakan menjadi Dinasti Han Timur.

3. Kaisar Han Guangwu (5 – 57 M)

Kaisar China terhebat yang selanjutnya yaitu Kaisar Han Guangwu. Bernama asli Liu Xiu, Han Guangwu merupakan kaisar yang sekaligus mendapat julukan kaisar perang yang brilian. Di tangannyalah kebangkitan Dinasti Han berhasil kembali berdiri. Setelah Dinasti Han era Liu Bang runtuh, Guangwu kembali mendirikan Dinasti Han era baru yang disebut Han Timur.

Selama masa kepemimpinannya, Guangwu banyak mereformasi kebijakan. Dia banyak memperbaiki peraturan-peraturan keras peninggalan dinasti sebelumnya. Guangwu terkenal karena mampu merombak birokrasi serta membuat 6 kementerian baru. Sosoknya sangat pandai mengurus negara dan menciptakan hubungan baik dengan rakyat. Oleh karena itu, kesejahteraan pada era Han Timur, jauh lebih baik daripada Han Barat.

4. Kaisar Wen dari Sui (581 – 600 M)

Dikenal dengan nama Wen dari Sui, Kaisar Yang Jian merupakan pendiri sekaligus kaisar pertama Dinasti Sui. Setelah berhasil mengudeta Kaisar Jing dia melakukan tugas pertamanya sebagai kaisar yaitu mengonsolidasikan administrasi pemerintahan sekaligus melakukan pemusatan sistem politik. Pada 589 M, Yang Jian berhasil mengalahkan Dinasti Chen dan mempersatukan Tiongkok.

Yang Jian begitu hebat karena menghapus jurang antara kaya dan miskin serta mengurangi korupsi. Jabatan politik tidak lagi diberikan berdasarkan keturunan melainkan kecakapan. Kaisar Wen dari Sui pulalah yang menghapuskan hak kelas elit.

Pada masa pemerintahannya, keluarga yang lebih besar mendapat tanah yang juga lebih luas. Tanah tersebut diserahkan pada rakyat-rakyatnya untuk dijaga dan ditanami, bukan untuk dijual. Kaisar Yang Jian juga meringankan pajak tani dan dagang, karena itulah pertanian di bawah kepemimpinannya menjadi produktif. Selain itu beliau juga turut menangani perbaikan serta peluasan/pemanjangan Tembok Besar China.

5. Kaisar Zhao Kuangyin (960 – 976 M)

Kaisar China terhebat selanjutnya yaitu kaisar pertama sekaligus pendiri Dinasti Song. Kekuasaannya tak berlangsung lama, tapi Kaisar Zhao Kuangyin melakukan banyak hal hebat untuk negara serta rakyatnya. Dia merupakan jenderal paling berkuasa pada era Dinasti Zhou. Sebagai pemimpin baru, Zhao Kuangyin berhasil menaklukkan negara-negara lain seperti Han Selatan, Tang Selatan, Jingnan dan Sui Akhir dan menyatukannya menjadi bagian dari Tiongkok Daratan.

Saat naik tahta, sang jenderal mewarisi banyak sekali masalah yang sulit dipecahkan. Namun, berkat kehebatannya, dia berhasil menyatukan Tiongkok yang sudah terpecah selama kurang lebih 50 tahun. Setelah berhasil menyatukan banyak negara, Kaisar Zhao Kuangyin masih harus mengurusi masalah di wilayahnya sendiri.

Baca juga:

Kaisar Zhao Kuangyin melakukan reformasi sistem ujian kerajaan. Dia juga membangun sebuah institusi politik yang bertujuan untuk memberi kebebasan berpikir serta berserikat kepada rakyat, sehingga dapat tercapai kemajuan ilmu pengetahuan. Tidak mengherankan jika pada masa kepemimpinannya yang sebentar, bidang literatur, ekonomi dan seni di Tiongkok berkembang pesat.

6. Kaisar Zhu Yuanzhang (1368 – 1644 M)

Nama Dinasti Ming yang besar tak akan ada bila tanpa sosoknya. Kaisar Zhu Yuanzhang atau dikenal juga dengan nama Kaisar Hongwu merupakan pendiri sekaligus kaisar pertama Dinasti Ming setelah sebelumnya berhasil menggulingkan Dinasti Yuan atau Mongol. Dia adalah satu dari dua Kaisar China yang berasal dari rakyat jelata. Kaisar yang pertama adalah Liu Bang dari Dinasti Han.

Pada masa kepemimpinannya, Kaisar Hongwu menyingkirkan semua birokrat Mongol dari pemerintahan. Hongwu juga merombak sistem ujian kerajaan yang dipakai untuk memilih pejabat negara dan pegawai negeri menjadi berdasarkan pada pengetahuan terhadap literatur dan filsafat serta jasa-jasanya.

Hongwu merupakan kaisar yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya serta berusaha keras agar taraf hidup mereka dapat meningkat. Salah satunya dengan mendorong budidaya tanah tandus. Saat Hongwu memimpin, petani kecil mendapat pembagian tanah yang adil. Sosoknya jugalah yang memerintahkan pejabat untuk membagi-bagikan tanah pada para petani muda agar tidak dicaplok oleh tuan tanah yang serakah.

Tidak mengherankan jika pada masa kepemimpinannya, persediaan pangan begitu melimpah dan cukup. Mengikuti kesuksesan di bidang pertanian, Kaisar Hongwu juga berhasil memajukan sektor industri seperti pembuatan kertas, pertambangan, percetakan dan mulai dikembangkannya industri pembuatan kapal.

Baca juga: 10 Kaisar Romawi Kuno Paling Terkenal Sepanjang Sejarah

7. Kaisar Hongzhi (1487 – 1505 M)

Sumber: twunroll.com

Kaisar Hongzhi merupakan salah satu kaisar dari Dinasti Ming yang terkenal cinta damai dan bijaksana. Selama masa kepemimpinannya, Tiongkok dalam keadaan stabil serta makmur sehingga dikenal juga dengan era Abad Perak Hongzhi. Hongzhi kecil berulang kali coba dibunuh oleh Selir Wan serta anak buahnya. Beruntung dia selalu lolos dan berhasil tumbuh dengan pengawasan dari Ibu Suri, istri mendiang kakeknya.

Kaisar Hongzhi yang sangat menguasai ajaran-ajaran Konfusius menerapkannya pada cara atau metode kepemimpinan. Ajaran tersebut menginspirasinya untuk jadi pemimpin yang rajin dan bekerja keras. Itulah sebabnya, dia sangat mengawasi masalah apa pun terkait kenegaraan.

Dia juga bertitah untuk menurunkan pajak, mengurangi pengeluaran pemerintah yang tidak perlu serta memilih orang-orang berkemampuan sebagai bawahannya. Menjalankan sistem pemerintahan yang demikian, rakyat pada masa kepemimpinannya dapat hidup sejahtera dan damai.

8. Kaisar Yongle (1402 – 1424 M)

Kaisar China terhebat selanjutnya merupakan penerus kekuasaan Dinasti Ming. Dia adalah Kaisar Yongle, kaisar ke 3 Dinasti Ming yang disebut-sebut sebagai salah satu kaisar terbaik Tiongkok. Dengan kemampuan serta kekuasaannya, Kaisar Yongle mengirim Kasim Zheng He untuk berlayar, berkeliling dunia guna menyebarkan keagungan serta budaya Tiongkok.

Sosoknya terkenal karena berhasil menciptakan sebuah ensiklopedia pertama, terbesar dan paling komprehensif di dunia. Kaisar Yongle juga sukses memindahkan ibukota Ming ke Beijing setelah sebelumnya berada di Nanjing. Saat memimpin rakyat, Yongle meneruskan kebijakan yang sudah dilakukan ayahnya, yaitu berpihak pada masyarakat kecil.

Kaisar Yongle juga memberi pengawasan ketat kepada orang kaya serta tuan-tuan tanah. Selain itu, dirinya sukses merenovasi Terusan Besar Tiongkok hingga pada akhirnya bisa dipakai sebagai jalur transportasi perdagangan internasional. Untuk mendukung pemerintahan, Kaisar Yongle tidak asal memilih orang karena dirinya menomorsatukan bakat serta prestasi.

9. Kaisar Xuande (1425 – 1435 M)

Jika masa pemerintahan Kaisar Yongle disebut sebagai abad perak, pemerintahan Kaisar Xuande disebut abad emas. Alasannya tentu saja karena Dinasti Ming berhasil membawa negara dalam keadaan stabil, makmur serta aman. Kaisar Xuande sangat anti terhadap pejabat-pejabat korup dan hanya bekerja dengan mereka yang berprestasi serta kompeten.

Untuk menyejahterakan rakyatnya Kaisar Xuande membuat sebuah kebijakan, yaitu membebaskan pajak serta bantuan untuk daerah-daerah yang sedang tertimpa bencana alam dan kesulitan. Dia memerintahkan para pejabat terkait untuk menghilangkan pungutan-pungutan liar.

Selain itu, kehebatan Kaisar Xuande lainnya adalah memerintahkan diadakannya pengadilan ulang, sehingga ribuan orang tidak bersalah yang telah divonis sebelumnya dapat kembali bebas. Kaisar Xuande juga berusaha sebisa mungkin mengurangi beban pajak dengan mengurangi staf dan pejabat.  

10. Kaisar Shunzhi (1644 – 1661)

Kaisar Shunzhi merupakan kaisar generasi ketiga dari Dinasti Qing. Dia juga merupakan kaisar Tiongkok pertama dari suku minoritas, Manchu. Dia menjalankan banyak kebijakan yang bersifat moderat. Saat mendiang pamannya begitu represif terhadap etnis Han, dia justru memberi mereka kesempatan untuk bergabung dengan pemerintah.

Kaisar Shunzhui adalah pemimpin yang memiliki pemikiran terbuka. Dia tak segan belajar dari orang lain, bahkan dari seorang misionaris asal Jerman. Dari misionaris tersebut, Shunzhui bisa mengetahui tentang astronomi, teknologi serta metode pemerintahan. Selain itu, Shunzhui juga berusaha memajukan bidang pertanian. Dia tanpa segan berlaku tegas pada pejabat yang korup. Berkat kebijakannya, keterpurukan ekonomi pada masa keruntuhan Dinasti Ming bisa diperbaiki dan meningkat.

11. Kaisar Kangxi (1644 – 1911)

Jika ada satu kaisar yang menjabat paling lama dalam sejarah Tiongkok kuno, maka dia adalah Kaisar Kangxi. Kangxi yang merupakan kaisar ke empat Dinasti Qing sudah mulai menjabat saat usianya baru menginjak 14 tahun. Banyak literatur sejarah menyebut bahwa dirinya adalah salah satu Kaisar Tiongkok paling hebat.

Bagaimana tidak hebat karena di bawah kepemimpinannya, rakyat hidup makmur. Dia juga membuat Kekaisaran Qing menjadi negara terbesar di dunia karena berhasil memperluas wilayah hingga 13 juta Km2. Para tentaranya berhasil sampai ke Mongolia bagian luar, Tibet, area utara Sungai Heilongijang, bahkan Taiwan.

Berbeda dengan kaisar-kaisar China lain yang punya ‘bau darah’, Kaisar Kangxi relatif bersih karena sosoknya terkenal tidak menyiksa apalagi membunuh orang-orang. Selama enam dekade, rakyat hidup makmur di bawah kekuasannya.

Saking damai, makmur dan stabil keadaan negara kala itu, jumlah populasi bahkan naik drastis, yaitu dari 21 juta menjadi 80 juta dalam waktu 13 tahun. Selain itu Kangxi juga pemimpin yang pintar, dibuktikan dengan catatan lengkap yang termuat dalam Kamus Kangxi.

12. Kaisar Yongzheng (1722 – 1735)

Kaisar Yongzheng menjadi kaisar China terhebat selanjutnya yang akan membuat Anda kagum dengan keputusan serta kebijakan-kebijakannya saat memimpin. Yongzheng sendiri merupakan kaisar kelima dari Bangsa Manchu yang memimpi Dinasti Qing, sekaligus kaisar ketiga Dinasti Qing. Dia terkenal sebagai pemimpin yang bekerja keras.

Tujuan Kaisar Yongzheng yaitu untuk menciptakan pemerintahan yang  jujur dan efektif dengan menekan pengeluaran semaksimal mungkin. Meneruskan tradisi dari pendahulunya, Yongzheng turut memberantas korupsi dan pihak pejabat yang gemar bersenang-senang.

Dia juga melahirkan beberapa peraturan atau kebijakan baru. Peraturan tersebut antara lain memperbaiki hukum pajak, mengirim pejabat berkompeten ke daerah-daerah yang tertinggal serta memperkuat pengawasan pada semua aspek di pemerintahan.

Itu tadi informasi mengenai sejumlah nama-nama Kaisar China terhebat beserta prestasi dan kebijakannya. Semoga dapat menambah pengetahuan atau referensi Anda, terutama jika sangat tertarik dengan sejarah Tiongkok kuno. Bagaimana? Di antara dua belas kaisar China paling hebat di atas, mana favorit Anda?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *