Bahaya, Hindari Pengereman Mendadak Saat Mobil Mengalami Pecah Ban

Suara.com – Ketika ban mobil pecah, pengemudi kerap secara refleks menginjak pedal rem. Kondisi ini membuat mobil mengalami perubahan arah yang drastis dan sulit dikendalikan.

Keseimbangan mobil yang terganggu akibat pecah ban semakin tidak dapat diprediksi arahnya lantaran perubahan gaya dan beban secara tiba-tiba.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan ketika mobil mengalami pecah ban di jalan?

Ilustrasi seorang perempuan injak pedal gas mobil. [Shutterstock]
Saat mengalami pecah ban, jauhkan kaki dari pedal gas. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Dalam keterangan Auto2000, ada enam (6) hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Yaitu:

Baca Juga: Sepele Tapi Penting, Di Kilometer Berapa Kampas Rem Sebaiknya Diganti?

1. Jangan Panik

  • Pecah ban sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya tapi masih bisa dikendalikan di mana kata kuncinya adalah jangan panik.
  • Begitu panik, biasanya pengemudi biasanya akan mengambil tindakan yang salah dan mobil tidak bisa dikendalikan.

2. Hindari Pengereman Mendadak

  • Ini merupakan momen paling krusial saat ban mobil pecah tiba-tiba di jalan, apalagi kalau terjadi di jalan tol dengan kecepatan relatif tinggi. Ketika rem diinjak, bobot mobil akan pindah ke depan dan setir akan menarik ke arah ban pecah.
  • Fitur rem ABS tidak dapat memperbaiki situasi karena ban yang pecah sudah tidak memiliki grip ke aspal. Dalam situasi seperti ini, sulit bagi pengemudi untuk memprediksi arah gerak mobil. Bahkan jika pengereman terlalu keras dan ada momentum, mobil bisa terpelanting dan terbalik.

3. Tahan Kemudi Agar Tetap Lurus

  • Perhatikan ban mana yang pecah. Jika ban depan, arah kemudi harus ditahan lurus lebih kuat karena setir akan tertarik ke arah ban yang pecah.
  • Kalau ban belakang yang pecah relatif dapat dikendalikan karena kontrol tetap ada di ban depan. Pertahankan arah kemudi lurus ke depan dan jangan melakukan manuver yang membuat mobil tidak bisa dikendalikan, seperti membelokkan setir ke arah berlawanan yang akan membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik.

4. Jangan Injak Pedal Kopling

  • Untuk mobil transmisi manual, jauhkan kaki kiri dari pedal kopling. Saat pedal kopling diinjak, mobil malah akan meluncur deras tidak terkendali karena tidak tertahan oleh beban putaran mesin.

5. Jangan Posisikan Gigi ke Netral

Baca Juga: Teh Cinta Atalia Praratya Unggah Potret Ambulans untuk Penanganan COVID-19

  • Efeknya sama dengan menginjak pedal kopling karena putaran ban tidak tertahan oleh putaran mesin. Pengemudi bisa membantu mengurangi kecepatan dengan menurunkan posisi gigi.
  • Namun langkah ini hanya efektif jika laju mobil tidak terlalu kencang karena tidak mudah memindahkan tuas transmisi saat panik dan efeknya kurang terasa pada mobil matik. Jika sulit, cukup pertahankan arah kemudi supaya tetap lurus ke depan.

6. Lepaskan Injakan pada Pedal Gas

  • Lepaskan pedal gas dan biarkan kecepatan turun dengan sendirinya begitu terdeteksi ada ban mobil yang pecah. Bila kecepatan sudah mulai berkurang dan terkendali, arahkan kendaraan ke kiri jalan secara perlahan dan jangan lupa aktifkan lampu sein ke kiri.
  • Terus pantau kondisi di belakang via kaca spion. Jika kecepatan sudah cukup lambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan biarkan mobil berhenti lantaran kehabisan momentum.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *