3 Vitamin Utama di Masa Pandemi Covid-19

Jakarta: Menjalani aktivitas dan rutinitas di masa pandemi tentu berbeda dengan sebelumnya. Selain harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh pun harus semakin ditingkatkan.

Menanggapi pentingnya menjaga daya tahan tubuh dalam beraktivitas selama pandemi, dr. Tities Anggraeni Indra, Sp.PD. selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam mengatakan bahwa selain melakukan pola hidup yang sehat dan juga istirahat yang cukup, tentunya kebutuhan vitamin dan mineral harus terpenuhi agar tetap fit serta terhindar dari berbagai macam penyakit.

Menurutnya, ada tiga macam vitamin yang menjadi kebutuhan utama di masa pandemi ini:
 

1. Vitamin C

“Vitamin C itu bersifat antioksidan dimana dia berperan untuk menurunkan reaksi inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Dia juga dapat memengaruhi imunitas seluler, dimana dia dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan juga imun seseorang,” ujar dr. Tities.

Vitamin C juga dapat memperbaiki integritas pembuluh darah, sebagai co-factor berbagai reaksi enzim yang terjadi di dalam tubuh, membantu penyerapan besi dari makanan, serta meningkatkan produksi kolagen. 

Dan yang terpenting vitamin C ini juga bisa membantu mempercepat penyembuhan luka ataupun memperbaiki sel tubuh yang rusak.

Pada pasien yang terinfeksi covid-19 terjadi inflamasi di dalam tubuhnya. Dimana terjadi berbagai peningkatan sitokin inflamasi, stres oksidatif, infeksi berat (sepsis), sampai terjadi acute respiratory distress syndrome (ARDS). 

“Pemberian vitamin C disini ditujukan sebagai antioksidan yang membantu meredakan proses inflamasi sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh hingga pasien lebih cepat pulih,” ujar dr. Tities.

vitamin
(Vitamin D3 mempunyai manfaat untuk mencegah terjadinya badai sitokin dan badai bradykinin pada pasien positif covid-19. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

2. Vitamin D 

“Ternyata vitamin D juga banyak manfaatnya dan banyak penelitiannya pada kasus-kasus covid-19. Dia bersifat sebagai immunomodulator artinya dia akan meningkatkan daya tahan tubuh kita. Dia juga berperan untuk mengatasi stres oksidatif, yang muncul pada kondisi sakit,” kata dr. Tities.

Pada pasien yang positif covid-19 dikatakan bahwa vitamin D3 mempunyai manfaat untuk mencegah terjadinya badai sitokin dan badai bradykinin. Dan juga mempercepat pemulihan dan membuat hasil PCR menjadi lebih cepat negatif. 

Bradykinin adalah protein kecil yang bisa membuat pembuluh darah melebar. Badai Bradykinin dalam tubuh menyebabkan infeksi virus korona jadi parah dan mematikan.
 

3. Zinc 

Menurut dr. Tities, mereka yang mengalami defisiensi zinc terjadi penurunan produksi antibodi. Sehingga fungsi daripada sistem imunnya turun dan menjadi lebih rentan terhadap infeksi. 

Zinc ini memiliki aktivitas antivirus karena dia mampu menstabilisasi membran sel untuk menghambat masuknya virus dan menghambat replikasi virus tersebut.

“Sumber zinc bisa didapat dari makanan seperti seafood, daging sapi, kacang-kacangan, atau bisa memperolehnya dari multivitamin yang menmgandung zinc di dalamnya. Dosis yang direkomendasikan 3-16mg/hari,” saran dr. Tities.
(TIN)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *