Wall Street dibuka jatuh, tertekan data pekerja AS yang mengecewakan

New York (ANTARA) – Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, jatuh pada perdagangan Rabu pagi pagi waktu setempat, setelah data penggajian sektor swasta di negara itu lebih rendah dari yang diperkirakan.

Sesaat setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 200,33 poin, atau 0,57 persen, menjadi 34.916,07. Indeks S&P 500 berkurang 14,19 poin, atau 0,32 persen, menjadi 4.408,96. Indeks Komposit Nasdaq menurun 14,08 poin atau 0,10 persen menjadi 14.747,21.

Sembilan dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 turun pada perdagangan pagi, dengan sektor energi turun dua persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor real estate dan kelompok perawatan kesehatan menambah sedikit keuntungan.

Perusahaan data penggajian Automatic Data Processing (ADP) melaporkan pada Rabu bahwa perusahaan swasta di Amerika Serikat menambahkan 330.000 pekerjaan pada Juli. Namun ahli ekonomi yang disurvei The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 653.000.

“Data penggajian Juli melaporkan tanda perlambatan dari laju pertumbuhan pekerjaan kuartal kedua,” kata Kepala Ekonom ADP, Nela Richardson.

“Sumbatan dalam perekrutan terus menahan kenaikan yang lebih kuat, terutama kekhawatiran baru Covid-19 yang terkait dengan varian virus,” kata Richardson.

Laporan ADP datang dua hari sebelum laporan ketenagakerjaan bulanan penting yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS, yang akan mencakup data ketenagakerjaan dari sektor swasta dan pemerintah.

Pada hari Selasa, saham-saham AS berakhir lebih tinggi dengan Indeks Dow Jones naik lebih dari 200 poin, didukung oleh kekuatan penuh di sektor energi.

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *