Ibu Hamil Divaksinasi Covid-19, Ini Manfaatnya untuk Janin!

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbolehkan ibu hamil mendapat vaksinasi covid-19 mulai kemarin, 2 Agustus 2021. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuain Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Keputusan ini diambil setelah laporan sejumlah ibu hamil terkonfirmasi positif covid-19 mengalami gejala berat bahkan meninggal. Upaya pemberian vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil juga telah direkomendasikan oleh Komite penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).  

Sebuah studi yang dilakukan oleh Weill Cornell Medicine dan New York Presbyterian menunjukkan bahwa wanita yang telah menerima vaksin covid-19 saat hamil dapat meneruskan antibodi pelindung untuk bayi mereka melalui tali pusar. 

Penelitian terhadap 122 responden wanita membuktikan bahwa 99 persen bayi baru lahir memiliki antibodi setelah ibu mereka menerima kedua dosis vaksin. Serta, 44 persen bayi memiliki antibodi bahkan saat baru mendapat satu dosis vaksin covid-19. 

Jenis vaksin yang boleh digunakan pada ibu hamil yakni Pfizer, Moderna, dan Sinovac, sesuai ketersediaan. Dosis pertama vaksin covid-19 akan mulai diberikan pada trimester kedua kehamilan (14-28 minggu) atau trisemester ketiga (29 minggu sampai dengan aterm). 

Baca: Ibu Hamil Sudah Diizinkan Mendapat Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, dosis kedua dilakukan sesuai interval dari jenis vaksin tersebut. Prosedur pelaksanaan vaksinasi covid-19 pada ibu hamil sama seperti pemberian vaksin bagi masyarakat umum. 

Adapun sejumlah kriteria ibu hamil dapat menerima vaksinasi covid-19 antara lain:
1. Usia kehamilan dianjurkan berusia 13 sampai 33 minggu.
2. Ibu hamil dengan gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan lainnya harus ditinjau ulang sebelum divaksinasi
3. Tekanan darah ibu hamil harus di bawah 140/90mmHg dan harus ada rujukan dari dokter pemeriksa kehamilan
4. Jika memiliki riwayat penyakit jantung, asma, diabetes, hipertiroid, penyakit hati dan ginjal kronik harus dalam kondisi terkontrol
5. Jika memiliki riwayat autoimun dan tengah menjalani pengobatan harus menunda vaksin sampai mendapat persetujuan dari dokter pemeriksa
6. Ibu hamil yang memiliki riwayat alergi atau alergi berat, harus mendapat perhatian khusus, terlebih setelah vaksinasi untuk mengantisipasi munculnya efek samping.
(SUR)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *