Jawaban Keraguan Terkait Efektivitas Vaksin Covid-19 Tiongkok

Jakarta: Beberapa negara di belahan dunia belakangan ini mengalami kenaikan kasus covid-19 yang cukup signifikan, tak terkecuali Indonesia. Bahkan, beberapa media melaporkan negara yang menggunakan vaksin covid-19 Tiongkok menghadapi lonjakan kasus covid-19.
 
Seiring dengan meningkatnya kasus covid-19 di beberapa negara, terutama yang mengandalkan vaksin buatan Tiongkok, efektivitas vaksin Negeri Tirai Bambu ini menjadi pertanyaan besar, apalagi di tengah merebaknya varian Delta yang mulai dominan.
 
Seperti dilansir dari The New York Times pada Selasa, 22 Juni 2021, beberapa negara seperti Seychelles, Chile, Bahrain dan Mongolia mencatatkan tingkat vaksinasi sebesar 50-68 persen. Bahkan, rasio vaksinasi covid-19 tersebut melebihi Amerika Serikat berdasarkan Our World in Data. Namun, keempat negara tersebut masuk ke dalam 10 besar negara dengan kasus terburuk beberapa minggu terakhir dan keempat negara tersebut menggunakan vaksin Tiongkok, yakni Sinopharm dan Sinovac (CoronaVac).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Sejumlah ilmuwan berpendapat vaksin buatan Tiongkok tidak terlalu efektif dalam mencegah penyebaran virus, terutama pada varian baru. “Jika vaksin ini cukup bagus, kita harusnya tidak melihat pertanda seperti ini. Tiongkok bertanggung jawab memperbaiki (kondisi) ini,” ungkap Virologis University of Hong Kong, Jin Dongyan.
 
Indonesia sendiri juga merupakan salah satu negara yang sejak awal tahun 2021 sudah menyuntikkan jutaan dosis vaksin Sinovac ke warganya. Indonesia sempat juga mencatat kasus terburuk selama pandemi. Bahkan pada 15 Juli 2021, ada tambahan 56.757 kasus baru yang terinfeksi korona di Indonesia, terparah selama pandemi. Namun kini angka kasus positif berangsung menurun, data Kemenkes pada Minggu 1 Agustus menunjukkan angka kasus positif harian mencapai 30.738, bahkan angka kesembuhan naik hingga 39.464 orang. Angka kematian tercatat pada 1.604 jiwa dan kasus aktif mencapai 535.135.
 
Dengan demikian, apakah penggunaan vaksin Tiongkok harus dihentikan? Vaksin tidak dapat memberikan proteksi 100 persen, beber Sinovac kepada Global Times, sembari menambahkan vaksin dapat mengurangi gejala berat dan mencegah kematian.
 
Profesor dari sekolah kesehatan masyarakat Tongji Medical College di Huazhong University of Sciences and Technology Wei Sheng, dalam sebuah wawancara dengan CCTV mengatakan bahwa vaksin Sinovac yang telah diberikan secara luas masih efektif untuk melawan varian Delta.
 
Salah satu contoh adalah kasus virus korona lokal di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok bahwa risiko keparahan penyakit dapat ditekan dibandingkan dengan yang belum divaksin. Wei menegaskan, artinya, vaksin dapat melindungi.
 
Beberapa hari lalu, Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta juga memberikan jawaban atas keraguan terhadap vaksin CoronaVac buatan Sinovac.
 
“Pihak tiongkok secara konsisten mementingkan keamanan dan efektivitas vaksin. WHO sudah menyetujui penggunaan darurat vaksin CoronaVac yang dibuat oleh Sinovac. Hal itu membuktikan secara penuh keamanan dan efektivitas dari CoronaVac,” ujar Counsellor Kedubes Tiongkok di Jakarta, Yi Fanping, dalam konferensi pers virtual hari ini, Kamis 15 Juli 2021.
 
“Sampai dengan 28 Juni tahun ini vaksin CoronaVac ini sudah diberikan penggunaan darurat di 50 negara. Jumlah penyuntikan vaksin CoronaVac secara global sudah mencapai 75 juta dosis,” imbuhnya.
 
Sebuah studi baru yang dipresentasikan pada 31st European Congress of Clinical Microbiology & Infectious Diseases atau Kongres Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular Eropa ke-31, para ilmuwan melaporkan bahwa vaksin covid-19 CoronaVac dari Sinovac menawarkan perlindungan 83,5 persen terhadap covid-19 yang bergejala. Ini berdasarkan hasil uji coba Fase 3 sementara.
 
Para ilmuwan juga menemukan bahwa vaksin tersebut menawarkan perlindungan 100 persen terhadap dirawat di rumah sakit dengan covid-19. Namun, karena ini adalah hasil sementara, tingkat kepastian atas tingkat perlindungan yang tepat terhadap rawat inap relatif rendah.
 
Temuan yang dipublikasikan di The Lancet, Selasa 13 Juli 2021, merupakan kabar baik lebih lanjut untuk efektivitas vaksin terhadap SARS-CoV-2 atau nama lain dari covid-19.
 
Bukti dunia nyata yang sangat signifikan sekarang tersedia berkat penelitian yang baru-baru ini diterbitkan yang melibatkan sekitar 10,2 juta orang di Chile yang divaksinasi dengan CoronaVac. Studi yang muncul di The New England Journal of Medicine (NEJM), juga menemukan bahwa CoronaVac efektif, meski tidak sekuat yang diharapkan dari uji coba.
 
Bukti dari Chile mengungkapkan, efektivitas vaksin di antara orang-orang yang diimunisasi lengkap adalah 65,9 persen untuk pencegahan covid-19 dan 87,5 persen untuk pencegahan rawat inap.
 
Bukti-bukti ini menunjukkan bahwa vaksin buatan Tiongkok juga memberikan perlindungan bagi penerimanya dalam melawan virus covid-19. Vaksin buatan negara apapun, tujuannya melindungi kita dari virus, minimal menjauhi kita dari gejala berat bahkan yang menyebabkan kematian. Sekarang bukan saatnya memilah-milah ingin disuntik vaksin negara mana.
 
Situasi yang menyebabkan kita tertular covid-19 seharusnya tidak dinilai dari vaksin yang disuntikkan, berbagai faktor dapat menyebabkan seseorang tertular virus berbahaya ini. Vaksin apapun yang disuntikkan tidak membuat seseorang kebal terhadap serangan penyakit atau virus apapun.

 
(FJR)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *