Sinposis & Review Star Trek (2009), Kisah Perjalanan Waktu

Gene Roddenberry, dikenal sebagai sosok legenda sekaligus penulis luar biasa di ranah fiksi ilmiah era 60an. Star Trek adalah buah karya Roddenberry yang sampai saat ini penggemarnya tidak pernah surut. Hingga pada 2009, J. J Abrams mengembalikan Star Trek dengan kemasan yang lebih modern. Tentunya film ini menarik kalangan muda untuk memasang perhatiannya pada film yang eksis sejak tahun 1966.

Bagi penggemar Star Trek garis keras, kehadiran franchise yang diusung oleh J. J. Abrams CS ini mendapat respon pro dan kontra. Bagi penikmat film di era modern, Star Trek terbaru ini bisa dianggap konsep segar dan mustahil untuk didapat pada Star Trek era duo Leonard Nimoy dan William Shatner. 

Sementara menurut yang kontra, bisa jadi konsep dari Star Trek (2009) ini menghilangkan esensi dari cerita petualangan di galaksi yang sarat akan makna filosofis, dan keilmuan. Terlepas dari itu, Star Trek karya dari J. J. Abrams ini patut diapresiasi, karena Abrams mampu membuat kemasan Star Trek baru ini tak terpisahkan dari cerita yang sudah ada di era 60an. 

Inilah sinopsis dan review film yang disutradarai oleh J. J. Abrams yang berhasil Bacaterus rangkum untukmu!

Sinopsis

review star trek 2009_Sinopsis
  • Tanggal Rilis       : 7 April 2009
  • Genre                   : Sci-Fi, Action
  • Sutradara            : J. J. Abrams
  • Pemain                : Chris Pine, Zachary Quinto, Zoe Saldana, John Cho, Simon Pegg, Karl Urban
  • Penulis                 : Roberto Orci, Alex Kurtzman

Di tahun 2233, kapal federasi USS Kelvin melakukan investigasi badai petir di galaksi. Narada, kapal bangsa Romulan, secara tiba-tiba menyerang USS Kelvin. Kaptain dari USS Kelvin, Robau, turun dan menghadapi kru kapal Narada bernama Ayel dan Komandan Narada bernama Nero.

Bermaksud untuk negosiasi, Kapten Robau malah ditanya perihal Ambassador Spock yang dia tidak ketahui. Nero pun akhirnya membunuh Kapten Robau. Sementara itu, George Kirk, ditugaskan sebagai captain USS Kelvin pengganti, memberi mandat kepada awak kapal untuk melakukan evakuasi. Termasuk mengevakuasi istrinya yang sedang hamil, Winona Kirk.

George meminta awak kapal untuk meninggalkan USS Kelvin agar awak kapal selamat dan berakhir dengan George mengorbankan diri dengan cara bertahan di USS Kelvin. Winona pun berhasil melahirkan bayi laki-laki, James Tiberius Kirk.

Di tempat lain, di planet Vulcan, Spock berhasil untuk bergabung di Vulcan Science Academy. Sayangnya, pihak Vulcan Science Academy menganggap jika Spock merupakan setengah manusia dan itu merugikan mereka. Sehingga pada saat itu, Spock mengurungkan niat bergabung di Vulcan Science Academy untuk bergabung Starfleet. 

Di Bumi, Jim Kirk tumbuh besar menjadi sosok yang gegabah namun luar biasa cerdas. Berawal dari perkelahian di bar karena Kirk mencoba untuk menggoda Uhura, Kirk bertemu dengan Kapten Pike dan memintanya untuk bergabung di Starfleet Academy. Di sini juga, Kirk bertemu dengan kawannya, Leonard McCoy (Bones)

Sayangnya, pada tahun ketiga, Kirk mengikuti tes simulasi Kobayashi Maru dan berakhir dengan tuduhan curang. Tuduhan tersebut dilayangkan oleh Spock, hal ini juga mengakibatkan Kirk dibebas tugaskan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Saat persidangan, Starfleet menerima sinyal bahaya yang berasal dari Vulcan. Hal tersebut membuat seluruh anggota Starfleet harus bertugas kecuali Kirk. Namun, karena Bones tidak bisa melihat Kirk tidak dilibatkan dalam tugas, akhirnya Bones berulah curang agar dapat pergi bertugas dengan membawa Kirk ke USS Enterprise.

Menyadari sinyal di daerah Vulcan ini karena badai petir seperti saat kejadian Kirk lahir, Kirk mengabaikan protokol dan meyakinkan Kapten Pike jika sinyal tersebut adalah jebakan. Benar saja, setelah Starfleet tiba, mereka diserang dengan kapal Narada dan mereka pun berusaha untuk menggali inti Vulcan agar bisa menjatuhkan “red matter” yang mampu menghancurkan Vulcan seketika.

Sementara kru Starfleet termasuk Kirk sedang mencegah Romulan menghancurkan Vulcan, Spock pun turun untuk menyelamatkan para dewan Vulcan termasuk Sarek, ayahnya dan ibunya. Sayangnya, saat pemindahan menggunakan transporter, Ibunya tidak berhasil dipindahkan karena jatuh dari tebing tempat ia berdiri.

Misi penyelamatan para vulcan telah selesai, tapi Spock dan Kirk mengalami pertengkaran hebat dan membuat Kirk diusir dari USS Enterprise. Terdamparnya Kirk pun membuat dirinya bertemu dengan Spock versi masa depan.

Spock dari masa depan menjelaskan bahwa dirinya dan Nero adalah sosok yang datang dari linimasa 2387. Adanya perang ini karena Romulus terancam oleh hadirnya Supernova, dan Spock berniat untuk menghentikan Supernova dengan membuat black hole yang berasal dari “red matter”.

Sayangnya, rencana tersebut justru membinasakan Romulus, termasuk keluarga Nero. Sementara itu, kapal Narada beserta kapal yang digunakan Spock terjebak di black hole.

Baca juga:

Terjebaknya Narada dan kapal milik Spock membuat mereka kembali ke masa lalu. Narada terbebas dari black hole lebih dulu, dan setelahnya Spock terbebas. Spock menyadari bahwa dia terdampar di zona waktu 25 tahun sebelumnya.

Di zona waktu ini, Nero dan awak kapal Narada menyerang USS Kelvin dan membunuh ayah Jim Kirk. Kejadian ini pun membuat kejadian di masa depan berubah dan membuat parallel universe.

Atas pertemuan ini, Spock dari masa depan meminta Kirk untuk kembali ke Enterprise, memaksa Spock untuk mengakui jika dia terganggu secara emosional. Selain untuk merefleksikan diri secara emosional, hal tersebut membantu Spock agar mau memberikan kesempatan pada Kirk untuk memimpin Enterprise.

Dibantu oleh Montgomery Scott, Kirk pun kembali ke Enterprise dengan transporter. Rencana Spock dari masa depan pun sukses diterapkan Kirk. Spock juga mengakui gangguan emosionalnya.

Lantas, dengan siasatnya berhasil, apakah Enterprise sukses menaklukan Nero beserta awak Narada? Lalu, apakah Spock masa lalu akhirnya mengetahui jika lengsernya dia dari kursi kapten karena adanya keterlibatan Spock masa depan?

Bukanlah Remake Star Trek Tahun 60-an

review star trek 2009_Bukanlah Remake Star Trek Tahun 60an

Abrams mengambil 100% karakter dari Original Star Trek. Formasi yang dibuatnya pun sama persis dengan Star Trek 1966. Tapi bila ditanya apakah ini re-make Original Star Trek, bisa dikatakan tidak.

Ide untuk membuat alur cerita parallel universe sebenarnya adalah ide cemerlang untuk membuat alur baru dengan karakter original. Dalam hal ini, ide dari J. J. Abrams patut untuk diapresiasi. 

Walaupun dengan adanya alasan parallel universe, suka atau tidak, hal ini membuat pecinta Original Star Trek gigit jari. Pasalnya, hal ini memberikan kebebasan bagi siapapun yang akan menulis ceritanya. Dalam film ini, Roberto Orci, Alex Kurtzman, dan tentunya, J. J. Abrams, menggunakan plot time travel untuk membuat cerita yang “aman” dan luas untuk memungkinkan dibuat sekuel.

Dengan kemasan visual dan cerita yang lebih segar, cerita ini lebih bisa diterima generasi muda. Bukan hanya itu, dengan soundtrack yang sangat modern, Orci, Kurtzman, dan Abrams berhasil menarik penggemar Star Trek untuk bernostalgia kembali dengan serial fiksi ilmiah kesayangannya. 

Generasi muda yang belum pernah mengalami tumbuh besar dengan Star Trek pun bisa menikmati film ini tanpa merasa aneh untuk menonton acara old school. Pasalnya, sinematografi yang ditawarkan Abrams pun terbilang sangat rapi. Bahkan, desain USS Enterprise di Star Trek ini terasa lebih hidup. 

Dibintangi Oleh Trekkie Sejati dan Spock di Era 60-an

review star trek 2009_Dibintangi Oleh Trekkie Sejati dan Spock di Era 60-an

Siapa sangka jika proyek film Star Trek anyar ini adalah impian para trekkie (Sebutan untuk penggemar Star Trek), termasuk jajaran bintang di film ini. Sebut saja Zachary Quinto (Spock), Zoe Saldana (Uhura), Karl Urban (Bones), Simon Pegg (Scotty), dan Eric Bana (Nero), mereka adalah jajaran bintang yang ternyata seorang trekkie

Tidak heran jika peran-peran ini menjadi rebutan banyak bintang, bahkan Adrien Brody – aktor pemenang Oscar berkat aktingnya di The Pianist pun ikut beradu untuk mendapatkan peran Spock. Kembalinya waralaba Star Trek adalah babak baru yang disajikan trekkie dan untuk trekkie.

Selain itu, kembalinya Leonard Nimoy menjadi Spock pun menjadi selebrasi kembalinya Star Trek di era baru. Spock versi Leonard Nimoy pun tidak mengganggu karakterisasi yang telah Nimoy lakukan selama ini, karena dia pun berakting sebagai Spock di tahun 60-an. Hal ini juga menjadi salah satu hal yang membuat trekkie bernostalgia dengan serial Original Star Trek di tahun 1966.

Namun, memang perlu digaris bawahi bahwa Abrams membuat Star Trek (2009) versi dirinya, bukan Star Trek versi Gene Roddenberry. Maka wajar saja walaupun dibuat nostalgia dengan hadirnya Star Trek ini, rasanya akan sangat berbeda jika menyimak Star Trek di tahun 60an.

Bukan karena efek visual yang diberikan, tentu jalan cerita pun tidak sama seperti yang ada pada Star Trek klasik. Bahkan bisa dikatakan jika Star Trek (2009) adalah petualangan galaksi yang sangat bergaya Hollywood daripada versi aslinya. Jadi bagaimana menurut kamu? Apakah Star Trek versi 2009 layak untuk ditonton?

Star Trek (2009)

8.5 / 10
Bacaterus.com

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *