Rancangan UU ITE Disebut Masih Bisa Disempurnakan

Jakarta: Pemerintah telah berupya menyempurnakan pasal multitafsir yang ada di Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, penyempurnaan yang dibuat pemerintah belum bersifat tetap.
 
“Ini baru konsep yang diusulkan oleh tim. Setelah ini kita buka, dengan harapan kita mendapat berbagai masukan untuk perbaikannya,” kata Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam, Sugeng Purnomo, dalam keterangan pers virtual, Jumat, 11 Juni 2021.
 
Penyempurnaan lanjutan bakal dilakukan saat pembahasan dilakukan bersama DPR. Kemenko Polhukan dan tim penyusun berharap seluruh pihak terkait memberikan masukan untuk perbaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Jadi sekali lagi, usulan revisi yg dibuat ini bukan harga mati. Ini adalah tim yang susun rekomendasi,” ungkap dia.
 
Baca: Ancaman Pidana Judi Online dalam Revisi UU ITE Diperberat
 
Usulan penyempurnaan yang dilakukan pemerintah masih bisa diubah. Diharapkan, masukan-masukan tersebut bisa menyempurnakan pasal-pasal yang ada di UU ITE.
 
“Tujuan ini (revisi UU ITE) adalah untuk menghindari diskriminasi, ketidakdilan, kriminalisasi, dan lain sebagainya,” ujar dia.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui amendemen UU ITE. Revisi yang dilakukan bersifat terbatas, yakni pada ketentuan yang dianggap pasal karet.
 
Adapun ketentuan yang dianggap pasal karet yaitu 27 ayat (1) sampai ayat (4); pasal 28 ayat (1) dan ayat (2); pasal 29; dan pasal 36 UU ITE.
 
Selain itu, pemerintah mengajukan penambahan pasal dalam revisi terbatas nanti. Yaitu pasal 45 C yang mengatur ketentuan tindak pidana yang diatur di luar UU ITE.
 
(SUR)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *