Sinopsis & Review Film Drama My Name Is Khan (2010)

Prasangka merupakan sifat yang melekat pada diri manusia. Ketika melihat orang lain melakukan sesuatu yang buruk, akan muncul prasangka dalam diri. Setiap orang pasti punya prasangka. Bedanya, ada yang bisa mengendalikan ada yang nggak. Pengendalian diri inilah yang penting. Kalau dibiarkan, prasangka bisa meluas dan bahkan berubah menjadi kebencian.

Jenis prasangka yang kerap muncul saat ini adalah ketika seseorang melakukan hal buruk, kelompoknya ikut dicap buruk. Salah satu contohnya adalah Islamophobia yang timbul karena tindakan teroris yang mengatasnamakan agama Islam. My Name Is Khan berupaya menghadapi Islamophobia lewat medium film. Seperti apa lengkapnya? Simak sinopsis dan reviewnya.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2010
  • Genre: Drama
  • Produksi: Fox Searchlight Pictures, Dharma Productions, Red Chillies Entertainment
  • Sutradara: Karan Johar
  • Pemain: Shah Rukh Khan, Kajol, Sonya Jehan, Jimmy Sheirgill, Zarina Wahab

Rizwan Khan merupakan pemuda autis. Dia berbicara tanpa menatap mata lawan bicaranya, berjalan membungkuk, menirukan suara orang lain, takut pada tempat baru, keramaian dan warna kuning. Hal itu membuat dia mendapat perhatian khusus dari sang ibu. Adiknya, Zakir, merasa cemburu dan ketika dewasa memilih untuk pindah ke San Fransisco.

Setelah sang ibu meninggal, Rizwan ikut pindah bersama Zakir di San Fransisco. Di tempat barunya, Rizwan membantu usaha sang adik dalam menjual produk kecantikan. Ketika bekerja, Rizwan nyaris tertabrak kereta karena ketakutan melihat warna kuning. Dia diselamatkan oleh Mandira, pemilik salon yang sering Rizwan kunjungi untuk menjual produk kecantikan.

Haseena, istri Zakir yang berprofesi sebagai dosen psikologi memeriksa kesehatan mental Rizwan. Rizwan ternyata menderita Asperger’s Syndrome. Haseena mengakali agar Rizwan nggak ketakutan dengan membekalinya handycam. Handycam itu digunakan untuk merekam tempat-tempat baru agar Rizwan nggak ketakutan.

Rizwan bukan hanya merekam tempat-tempat baru tapi juga merekam Mandira. Ketika berada di salon, Rizwan mengajak Mandira menikah. Dengan status bercerai dengan suami dan memiliki anak, Mandira mengira Rizwan bercanda. Rizwan terus mengulangi perbuatannya sampai Mandira menyampaikan satu permintaan. Dia ingin Rizwan membawanya ke tempat yang belum pernah dikunjungi di San Fransisco.

Rizwan mengajak Mandira beserta anaknya, Sam, pergi ke museum. Sam merasa punya kedekatan dengan Rizwan. Tapi Mandira merasa Rizwan gagal membawanya ke tempat baru sampai Rizwan membawa mereka ke bukit dan melihat pemandangan San Fransisco. Di situ juga, Mandira akhirnya menerima pinangan Rizwan.

Rizwan memutuskan menikah dengan Mandira yang beragama Hindu. Hal itu nggak disetujui oleh Zakir yang menentang pernikahan berbeda agama karena Rizwan beragama Islam. Mandira dan Sam mengganti nama akhir mereka menjadi Khan, nama akhir dari Rizwan. Khan merupakan nama penganut agama Islam keturunan India.

Keluarga baru Rizwan tinggal di daerah Banville. Mereka bertetangga dengan orang-orang yang berbeda ras dan agama. Kejadian 11 September terjadi dan salah satu korbannya adalah anggota keluarga Garrick, tetangga Rizwan. Rizwan datang dan membacakan doa. Tapi pemandangan itu dipandang sinis oleh orang-orang sekitar karena pelaku serangan teror merupakan orang Islam.

Sam mengalami berbagai masalah di sekolah. Dia bertengkar serta dipukuli oleh kakak kelasnya karena menggunakan nama Khan. Mandira merasa tertekan karena dia beserta anaknya harus menghadapi berbagai perlakuan nggak adil. Sam meninggal setelah meluapkan kekesalannya dengan menendang bola pada seseorang. Orang itu balik menendang bola ke jantung Sam.

Merasa hidupnya berada di titik nadir, Mandira meminta Rizwan pergi. Mandira mencari pelaku pembunuhan Sam sementara Rizwan punya misi lain. Rizwan ingin menemui presiden Amerika Serikat dan menyatakan bahwa seseorang dengan nama akhir Khan bukanlah teroris. Bisakah Rizwan melakukannya? Apa lagi yang harus dialami keluarganya karena maraknya Islamophobia?

Penggunaan Alur Maju-Mundur

Penggunaan Alur Maju-Mundur

My Name Is Khan dibuka dengan adegan di bandara. Rizwan ditahan oleh petugas bandara yang mencurigai bahwa Rizwan adalah teroris. Film ini menggunakan alur maju-mundur. Kita akan disuguhi adegan di masa kini kemudian ditarik ke belakang untuk melihat masa lalu Rizwan maupun karakter lainnya. Penggunaan alur maju-mundur ditampilkan dengan baik.

Kita nggak akan kebingungan dalam menonton karena detail disampaikan dengan jelas. Bisa dibilang film ini dibagi dalam dua babak yaitu sebelum dan setelah kejadian 11 September. Kedua babak itu menyajikan berbagai konflik dari mulai Rizwan yang menderita Asperger’s Syndrome sampai konflik yang disebabkan oleh masalah agama.

Chemistry Shah Rukh Khan dan Kajol

Chemistry Shah Rukh Khan dan Kajol

Di film My Name Is Khan, Shah Rukh Khan memerankan karakter Rizwan sedangkan Kajol berperan sebagai Mandira. Film ini menjadi kali ketiga mereka dipasangkan. Sebelumnya mereka bermain bersama dalam film Kuch Kuch Hota Hai dan Kabhi Kushi Kabhi Gam. Nggak mengherankan kalau di film ini, keduanya bisa menampilkan chemistry yang mengagumkan.

Baca juga:

Shah Rukh Khan bisa menampilkan karakter Rizwan dengan baik. Sebagaimana Rizwan menderita Asperger’s Syndrome, dia bisa tampil luwes dengan perilaku yang nggak biasa. Salah satu sorotan betapa mumpuninya Shah Rukh Khan bisa dilihat di adegan ketika Mandira menerima ajakannya untuk menikah. Cara Rizwan mengungkapkan kebahagiaannya tentu berbeda dengan orang lain pada umumnya.

Kajol nggak kalah tampil prima. Menjadi Mandira yang merupakan single parent, Kajol bisa menunjukkan kepiawaiannya masuk ke dalam karakter wanita tangguh tapi perlahan-lahan tergerus oleh masalah yang bertubi-tubi. Terlebih ketika Sam meninggal dan keluarganya terus-menerus dipandang sinis dan menjadi korban diskriminasi.

Perpaduan Drama dan Politik

Perpaduan Drama dan Politis

Dari awal film, kita akan dibawa ke masa kecil Rizwan yang harus menyaksikan bagaimana masalah antara umat Hindu dan Islam di India. Kita juga diperlihatkan perjuangan Rizwan untuk bisa hidup mandiri dan punya kemampuan di dunia kerja. Cerita dilanjutkan dengan unsur romansa lewat pernikahan Rizwan dengan Mandira.

Mengganti nama akhir menjadi Khan membawa babak baru dalam kehidupan Mandira dan Sam. Keduanya terkena imbas karena nama akhir mereka merupakan nama bagi keluarga Muslim di India. Sementara di negara mereka tinggal, baru saja terjadi serangan 11 September. Pelakunya adalah teroris yang mengaku mengamalkan ajaran Islam.

Unsur politiis baru muncul ketika keluarga Khan harus berjuang menghadapi Islamophobia yang tumbuh di sekitar mereka. Padahal Amerika merupakan negara dengan masyarakat yang heterogen, tapi tetap terpengaruh oleh citra buruk yang ditampilkan teroris. Rizwan harus berjuang menyampaikan bahwa nama Khan atau Muslim bukanlah teroris melainkan hanya segelintir saja.

My Name Is Khan bukanlah tipikal film yang memberi sajian baru. Tapi film ini bisa menyajikan sesuatu yang relevan dengan keberadaan Islamophobia yang masih saja menyebar bahkan sampai saat ini. Walau menggunakan formula yang sudah sering dipakai, film ini bisa tetap membuat kita merasa sedih melihat kondisi dunia.

Terlepas dari segala keputusan Rizwan, dia bisa menjadi ikon humanis untuk mengubah cara pandang dunia terhadap Muslim. Kalau kamu sedang mencari tontonan yang menyentuh sisi emosi sekaligus logika, film My Name Is Khan bisa menjadi jawabannya. Punya rekomendasi lain? Jangan sungkan untuk berbagi di kolom komentar ya, teman-teman.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *