Firli: Kepala Daerah Jangan Korupsi Gara-Gara Desakan Donatur Pilkada

Jakarta: Pejabat yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 diminta menghindari tindak pidana korupsi. Desakan dari donatur pilkada hingga rasa ‘utang budi’ tak boleh jadi alasan.
 
“Kepala daerah harus punya sikap. Jangan sampai korupsi hanya karena tekanan pihak-pihak yang merasa mereka adalah donatur saat pilkada,” kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam pembekalan bagi kepala daerah terpilih yang digelar virtual, Kamis, 10 Juni 2021.
 
Dalam bertugas, kepala daerah akan menghadapi banyak godaan dan tuntutan. Terutama dari pihak-pihak yang merasa jadi donatur atau pendukung saat pilkada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Pilkada Masih Jadi Akar Korupsi
 
Apalagi, 82,3 persen calon kepala daerah dan wakil kepala daerah menyatakan kampanye yang dilakukkan memiliki donatur. Kemudian, tak sedikit donatur itu berharap kemudahan perizinan berbisnis, kemudahan tender proyek, keamanan saat berbisnis, atau mendapatkan prioritas bantuan langsung.
 
Firli menegaskan kepala daerah memiliki tanggung jawab ke masyarakat secara luas. Tak sedikit amanah penting yang dilaksanakan, seperti mewujudkan tujuan negara, menjamin stabilitas politik dan keamanan, hingga menjamin keselamatan masyarakat.
 
(SUR)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *