Seluruh Pihak Didorong Memasifkan Persediaan Masker Medis

Jakarta: Indonesia diterpa berbagai bencana alam dalam setahun lebih pandemi covid-19. Pemerintah dan semua pihak didorong lebih siap menghadapi bencana untuk mengurangi dampak kerusakan bagi masyarakat.
 
Aktivis kemanusiaan Faisal Saimima mengatakan Indonesia sudah menghadapi banyak bencana ganda, yakni pandemi dan bencana alam. Gunung Merapi, Semeru, gempa Sulawesi Barat, banjir Kalimantan Selatan, dan banyak bencana alam lain mengakselerasi penyebaran covid-19 di banyak daerah. 
 
“Tak ada jalan lain, stok masker medis secara masif perlu disiapkan pemerintah dan semua pihak bukan saat bencana. Cadangan besar justru harus kita siapkan sebelum bencana terjadi,” ujar Faisal di Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Penerima Vaksin Dosis Pertama Bertambah 458.297 Orang
 
Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor ini menjelaskan seringkali kalangan aktivis menemui kenyataan kurangnya stok masker medis berkualitas dalam jumlah besar saat bencana. Dia sudah setahun terakhir mengampanyekan distribusi puluhan juta masker medis, alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan, serta bahan pokok kepada masyarakat.
 
Dalam kegiatan distribusi lima juta masker medis yang GP Ansor lakukan bersama Aice Group dan Kantor Staf Presiden (KSP) di 20 kota Indonesia, para aktivis membangun gerakan pentahelix yang terdiri atas banyak elemen pemangku kepentingan. Gerakan ini juga melibatkan pemerintah daerah, ormas, organisasi kampus, keagamaan, hingga, media nasional dan daerah.
 
“Bukan hanya untuk mengurangi dampak bencana fisik, tapi juga mengurangi potensi penularan covid-19,” jelas Faisal.
 
Gerakan pentahelix ini membagikan jutaan masker medis ke masyarakat bawah yang paling rentan terpapar covid-19. Seperti petugas kebersihan, organisasi keagamaan, rumah ibadah, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, ormas, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya.
 
Selain itu, Aice juga membagikan 15 ribu masker lewat jaringan penjual es krim. Brand Manager Aice Group Sylvana menyebut kegiatan sosial dan budaya memengaruhi kesuksesan kampanye menggunakan masker di masyarakat.
 
Dia melihat masyarakat grassroot banyak menyuarakan isu ekonomi dan kesulitan hidup dampak pandemi. Namun, dia yakin kerja sama yang baik antara pemerintah dan berbagai pihak dapat menyelesaikan permasalahan itu.
 
Menurut Sylvana, penjelasan dan contoh dari key opinion leader dan tokoh masyarakat bawah dalam berbagai dimensi meningkatkan peluang keberhasilan menekan laju penularan covid-19. Pihaknya bersama KSP dan GP Ansor menggunakan jejaring masyarakat bawah yang menggunakan bahasa lokal, ajaran agama, tokoh pemimpin daerah, serta komunikasi publik lewat media massa dan media sosial di puluhan kota tersebut.
 
(ADN)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *