Guangzhou Lakukan Pengujian Massal dan Pembatasan Perjalanan Usai Temuan Pertama Kasus Varian Delta

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, GUANGZHOU – Setelah kasus pertama varian baru virus corona B.1.617.2 atau disebut Delta ditemukan, kota Guangzhou di China langsung melakukan pengujian massal di wilayah Liwan tempat ditemukannya varian baru tersebut.

Kemudian pengujian massal pun diperluas ke daerah lain untuk mengetahui penyebaran varian yang disebut memiliki sifat sangat menular ini.

Di kawasan pusat bisnis yang dikenal sebagai Kota Baru Zhujiang, para warga diminta untuk mengikuti pengujian di lokasi dekat apartemen mereka pada Jumat hingga Minggu lalu.

Seperti yang terlihat pada salah satu lokasi pengujian yang didirikan di jalan yang dipenuhi bar dan restoran, menunjukkan antrean panjang pada hari Jumat lalu.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (9/6/2021), dari kegiatan pengujian massal itu, Guangzhou telah melakukan lebih dari 16 juta tes antara periode 26 Mei hingga 5 Juni dini hari.

Di kota itu, pihak berwenang pun telah memberlakukan pembatasan perjalanan yang lebih ketat.

Baca juga: Penjelasan Satgas Covid-19 Soal Vaksinasi Bagi Masyarakat Umum Secara Nasional

Beberapa stasiun metro di kota tersebut bahkan telah ditutup dan pihak berwenang juga telah mendesak warga untuk tidak meninggalkan kota itu.

Namun jika penduduk perlu meninggalkan kota dan provinsi Guangdong, mereka harus menjalani tes asam nukleat dengan hasil negatif yang dilakukan dalam waktu 48 jam setelah keberangkatan mereka.

Selain itu, ratusan penerbangan domestik dari Bandara Internasional Baiyun Guangzhou pun telah dibatalkan.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *