Sinopsis & Review Rampant, Serbuan Zombie ke Kerajaan Joseon

Seorang perompak tiba-tiba pulang dalam keadaan tidak terkendali. Dia makan secara rakus dan mudah sekali haus. Malam harinya kejadian lebih mengerikan terjadi karena dia memakan anaknya sekaligus istrinya sendiri. Kekacauan pun dengan cepat menyebar ke seluruh negeri. Situasi ini dimanfaatkan oleh seorang menteri untuk melakukan pengkhianatan.

Perjalanan menteri itu tidak mulus karena putra kedua sang raja bernama Lee Chung datang dari Qing. Sial baginya karena tanah kelahiran berubah penuh teror mengerikan dari Yagwi. Dia harus menghadapi dua musuh sekaligus, zombie dan sang menteri; orang yang haus darah serta kekuasaan. Bisakah Lee Chung mengalahkannya? Cerita ini secara utuh bisa Anda saksikan dalam film zombie Korea Selatan berjudul Rampant. Namun, bagaimana jika Anda baca dulu sinopsis serta ulasan di bawah ini?

Sinopsis

  • Tanggal/Tahun Rilis: 25 Oktober 2018
  • Genre: Period Film, Action, Zombie Invasion
  • Produksi: Leeyang Film, Rear Window, VAST Entertainment & Media
  • Sutradara: Kim Sung Hoon
  • Pemeran: Hyun Bin, Jang Dong Gun, Kim Eui Sung, Jeong Man Sik

Film dimulai ketika sekawanan perompak menjarah sebuah kapal berukuran besar. Salah satu anggota perompak tersebut terlihat mengambil barang yang terjatuh. Tanpa disadari ada zombie yang seketika langsung menyerangnya. Anggota perompak itu tergigit kemudian tanpa mengetahui bahaya besar yang mengancam, dia pun pulang ke rumahnya.

Si perompak merasakan ada sesuatu yang aneh di tubuhnya. Dia makan dengan sangat rakus seperti kerasukan roh jahat. Perompak itu juga merasa dirinya selalu haus. Tidak berpikir macam-macam, semua dilalui dengan biasa saja hingga pada malam hari istri perompak melihat suaminya berada di dalam kamar.

Betapa terkejutnya dia saat mendapati sang suami ternyata sedang memakan anak mereka yang masih kecil. Menyadari kehadiran istrinya, anggota perompak yang sudah terinfeksi zombie tersebut langsung menyerangnya. Dia lantas berkeliaran dan mengancam seluruh warga desa.

Tiga hari sebelumnya terlihat seorang pria dengan pakaian petugas kerajaan tengah bertransaksi senjata dengan orang Barat di sebuah kapal. Rupanya kapal yang dijarah perompak beberapa hari lalu adalah milik orang-orang Barat yang memang sedang menjual senjata pada orang utusan kerajaan.

Utusan kerjaan yang membeli senjata dari pihak Barat ini ternyata berada di bawah komando Putra Mahkota Lee Young (Kim Tae Woo). Sang Putra Mahkota berencana membeli senjata tersebut untuk melawan pasukan Dinasti Qing yang menurutnya bisa membahayakan keselamatan sang ayah, Raja Lee Jo (Kim Eui Sung) sekaligus negaranya.

Namun upaya ini dibingkai oleh Menteri Perang Kim Ja Joon (Jang Dong Gun) sebagai upaya pemberontakan. Raja pun dihasut dan dibuat percaya oleh Kim Ja Joon bahwa orang-orang tersebut akan melakukan kudeta. Sang raja murka karena termakan hasutan Kim Ja Joon. Para utusan kerajaan kemudian diinterogasi tapi mereka tidak mau membuka mulut mengenai siapa yang memerintahkan tugas tersebut.

Putra Mahkota Lee Young lalu datang menghadap ayahnya. Putra Mahkota calon penerima tahta selanjutnya itu mengatakan bahwa raja terlalu melayani Dinasti Qing hingga lalai memerhatikan kesejahteraan rakyat. Lee Young juga kecewa karena raja hanya percaya dengan fitnah yang dilontarkan oleh pejabat istana.

Raja Lee Jo merasa bahwa upaya pengusiran para pasukan Dinasti Qing sama dengan pemberontakan. Mendengar pernyataan tersebut Lee Young akhirnya mengakui bahwa orang di balik sesuatu yang ayahnya sebut ‘pemberontakan’ itu  adalah dirinya.

Tak lama setelahnya, sang Putra Mahkota memilih bunuh diri. Dia menghunuskan pedang ke tubuhnya di depan raja dan pasukan yang dia pimpin untuk melakukan misi ini. Cerita dalam film berlanjut saat anak kedua dari Raja Lee Jo bernama Lee Chung (Hyun Bin) yang selama ini tinggal di Qing kembali ke istana ditemani sang pengawal, Hak Soo (Jeong Man Sik).

Lee Chung sama sekali tidak tertarik dengan urusan politik apalagi posisinya di kerajaan. Dia hidup hanya untuk bersenang-senang dan kedatangannya ke Joseon pun hanya untuk menjemput kakak iparnya yang sedang mengandung; sesuai wasiat dari Lee Young. Walau demikian, Lee Chung tetap merasa aneh karena setibanya di tanah air, tepatnya di Jemulpo, dia tidak mendapati satu upacara atau pesta penyambutan apa pun.

Lee Chung dan Hak Soo semakin berjalan jauh ke arah desa tapi mereka kaget karena mendapati desa sudah dalam keadaan porak-poranda seperti habis perang dan tidak ada orang satu pun di sana. Lee Chung dan Hak Soo sengaja menunggu pasukan yang akan menjemput mereka di desa tersebut. Saat malam tiba, Lee Chung melihat segerombolan orang berpedang datang.

Lee Chung segera menyadari bahwa mereka bukanlah pasukan penjemput melainkan pembunuh bayaran. Pertarungan pun tidak bisa dihindarkan dan tiba-tiba para zombie mulai muncul satu per satu.  Beruntung Park Eul Ryoung (Jo Woo Jin), satu dari tiga penjaga Jemulpo sekaligus mantan pengawal Putra Mahkota datang menyelamatkan Lee Chung.

Baca juga:

Dia datang bersama Deok Hee (Lee Sun Bin), seorang pemanah yang cantik dan berani, sekaligus penjaga Jemulpo lainnya. Eul Ryoung kemudian menjelaskan bahwa siapa pun yang digigit Yagwi (setan malam) akan menjadi zombie. Dia lantas mengajak Lee Chung ke penjara dan memperlihatkan keadaan orang-orang yang tergigit Yagwi.

Di tempat lain, salah satu pembunuh bayaran yang berhasil melarikan diri melaporkan bahwa Lee Chung sudah tewas digigit zombie. Menteri Kim Ja Joon yang ada di sana tahu bahwa pembunuh bayaran itu sudah terinfeksi, dia pun langsung memasukkannya ke ruang bawah tanah. Kim Ja Joon lantas memerintahkan bawahannya untuk memangil selir dari Raja Lee Jo. Rupanya selir tersebut akan dia umpankan kepada zombie.

Keesokan harinya di tempat pengungsian di Jemulpo, Lee Chung terlihat menggoda Deok Hee dan ingin mengajaknya pergi ke Qing karena di sana semua kebutuhan akan tercukupi, berbeda dengan di Joseon. Deok Hee kecewa karena sang putra raja malah membanggakan negeri orang daripada negerinya sendiri. Perempuan itu pun pergi meninggalkan Lee Chung.

Sementara itu di istana, raja mengumpulkan selir-selirnya di satu tempat termasuk selir yang semalam sudah terinfeksi oleh zombie. Di sana, sang selir mulai memperlihatkan keanehan dan dalam hitungan detik dia langsung menyerang Raja Lee Jo. Lalu bagaimana nasib kerajaan jika rajanya sendiri sudah terinfeksi? Apakah Lee Chung bisa datang sebagai penyelamat?

Film Zombie dengan Latar Belakang Kerajaan

Kesuksesan Train to Busan berhasil membangkitkan rasa percaya diri para sutradara Korea Selatan untuk mulai berani membuat cerita mengenai serangan zombie. Sebelum Train to Busan, film-film bertema semacam ini sangat sulit mendapat tempat di hati para penonton mereka. Namun, saking suksesnya film yang dibintangi Gong Yoo pada 2016 itu, ia berbalik jadi boomerang bagi film-film zombie setelahnya.

Standar yang dimiliki Korea Selatan agar satu film zombie disebut bagus, menjadi naik. Penonton tidak mudah terpuaskan dengan tema zombie yang umum. Mungkin inilah yang melatarbelakangi sang sutradara memutar otak guna menyuguhkan film zombie yang berbeda. Hasilnya, film zombie dengan latar belakang kerajaan dipilih untuk disuguhkan.

Sinematografi yang Memuaskan

Tema zombie yang dipadukan dengan kerajaan memang sangat meyakinkan. Bagi Anda penggemar dua genre itu, film Rampant jadi paket mengenyangkan. Apalagi film ini dieksekusi dengan baik terutama dari segi sinematografi. Setiap sudut diambil secara luwes untuk membangun alur cerita.

Beberapa gambar terlihat diambil secara high angle atau gambar diambil dari atas untuk menguatkan kesan-kesan dramatis. Salah satunya dalam scene ketikapara zombie mulai masuk ke kerajaan. Api yang terlihat tersebar di mana-mana, kepulan asap serta orang-orang yang berkerumun saling serang dengan zombie ditangkap dengan sempurna oleh kamera. Alhasil penonton bisa ikut merasakan bagaimana kacau dan mengerikannya situasi saat itu.

Selain itu, Rampant juga terlihat beberapa kali memakai teknik longshot untuk memperlihatkan kekacauan yang terjadi selama serangan zombie. Salah satunya terlihat pada scene ketika Lee Chung pertama kali datang ke Jemulpo bersama Hak Soo dan melihat desa itu sudah berantakan. Jemulpo yang porak-poranda diambil dari jarak jauh hingga kesan betapa seriusnya serangan zombie dalam film ini dapat tersampaikan.

Tetap dengan Elemen Pengkhianatan dan Perebutan Kekuasaan

Sebagai film zombie berlatar kerajaan, Rampant tetap menyuguhkan konflik-konflik khas seperti pengkhianatan dan perebutan kekuasaan. Konflik tersebut bukan sekadar hadir lalu lewat melainkan menjadi latar belakang film ini. Ia menjadi elemen yang berhasil mendramatisasi cerita secara keseluruhan.

Anda akan kesal dengan karakter Kim Ja Joon yang sangat terobsesi membangun negara baru hingga memanfaatkan keberadaan dan keganasan zombie-zombie tersebut untuk menghabisi raja. Saat dia akhirnya tergigit pun, Ja Joon tidak mudah kalah begitu saja. Dia zombie yang keras kepala dan tak tahu diri karena sempat menduduki singasana raja dalam keadaan sudah terinfeksi.

Karakter Hyun Bin Jadi Satu Kelebihan

Peran Hyun Bin dalam Rampant jadi satu kelebihan yang bisa Anda nikmati selama menonton film ini. Sebagai adik putra mahkota yang sudah lama tinggal di Qing, perilakunya sama sekali tidak memperlihatkan wibawa seorang anak raja. Dia slengean, bertindak sesukanya, genit dan tidak tertarik menjadi raja.

Namun, di balik sifatnya yang terlihat asal, karakter Lee Chung yang dia bawakan punya kelembutan dan welas asih terhadap orang lain. Dia tidak segan melawan para zombie untuk menyelamatkan nyawa banyak orang; sesuatu yang tidak dilakukan Raja Lee Jo. Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, Lee Chung memiliki sifat seorang raja.

Niat awal datang ke Joseon hanya untuk membawa sang kakak ipar pergi, Chung justru terjebak. Mau tidak mau dia memilih terus maju melawan zombie karena pada akhirnya merasa kasihan pada rakyat. Di akhir scene ketika para rakyat dan pasukan membantu Lee Chung menghadapi zombie, dia menyadari bahwa yang benar adalah tidak mungkin seorang raja dapat berdiri dan memimpin tanpa kehadiran serta dukungan rakyat.

Di luar segala macam kritik mengenai plot yang diterima, Rampant patut dihargai karena ide besarnya. Ia bahkan diminati oleh banyak negara lain, setidaknya ada 74 negara yang mempersuntingnya, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Irlandia, Jerman, Inggris, Vietnam, Filipina, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Sudah semakin yakin untuk berkejaran dengan zombie bersama Hyun Bin? Saksikan film ini segera!

Rampant

6.5 / 10
Bacaterus.com

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *