Sinopsis & Review Doctor Sleep, Melawan Trauma dan Iblis

Film lanjutan dari The Shinning (1980) akhirnya rilis tahun 2019 lalu. Berjudul Doctor Sleep, ia disutradarai oleh Mike Flanagan. Cerita dalam film ini memperlihatkan kehidupan Danny saat dia tumbuh dewasa. Berhasil lepas dari minuman keras, Danny bertekad untuk hidup lebih bermanfaat. Tekadnya  seperti bersambut karena dia diminta seorang gadis kecil untuk membantunya menemukan jasad seorang bocah.

Doctor Sleep turut menyertakan beberapa adegan yang ikonik dalam The Shinning. Horor yang disajikan masih mengenai teror psikologis. Ia menegangkan walau tanpa setan yang berlebihan. Seperti apa persisnya? Anda bisa membaca sinopsis serta ulasannya lebih dulu di bawah ini sebagai obat penasaran.

Sinopsis

  • Tanggal/Tahun Rilis: 21 Oktober 2019
  • Genre: Supernatural Horor
  • Produksi: Intrepid Pictures, Vertigo Entertainment
  • Sutradara: Mike Flanagan
  • Pemeran: Ewan McGregor, Rebecce Ferguson, Kyliegh Curran, Cliff Curtis

Pada tahun 1980, Danny Torrance (Roger Dale Floyd) bersama ibunya, Wendy Torrance (Alex Essoe) tinggal di Hotel Overlook. Danny adalah anak ajaib yang memiliki kemampuan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Suatu hari Danny bertemu dengan Dick Hallorann (Carl Lumbly), yang tenyata adalah sesosok roh bekas koki kepala di Hotel Overlook. Keduanya tampak berbincang di sebuah taman.

Dick punya misi tersendiri, yaitu mengajari anak itu untuk menangkap makhluk-makhluk yang kerap Danny lihat. Dick menyebut makhluk-makhluk itu dengan sebutan overlook. Dia mengajari Danny membuat banyak kotak di dalam pikirannya untuk mengurung para overlook tersebut. Sesampainya di rumah, Danny mulai mempraktikkan hal yang sudah Dick ajarkan dengan mengurung makhluk halus yang ada di kamar mandinya.

Di sisi lain, Andi (Emily Alyn Lind), seorang wanita muda punya kemampuan mengontrol pikiran orang lain. Dia dengan mudah memerintah orang lain untuk melakukan apa pun yang dia inginkan. Malam itu Andi sedang berada di bioskop bersama seorang pria yang cukup tua untuk ukurannya. Tanpa Andi sadari dia sedang diawasi oleh Rose the Hat (Rebecca Ferguson) dan kekasih sekaligus tangan kanannya, Crow Daddy (Zahn McClarnon).

Rose adalah pemimpin dari sebuah sekte, True Knot, yang bertahan hidup dengan memakan esensi psikis berupa uap yang dilepaskan dengan menyiksa serta membunuh The Shinning atau orang-orang dengan kemampuan dan kekuatan istimewa.

Rose tidak berniat memangsa jiwa Andi melainkan mengajaknya bergabung. Saat keluar dari gedung bioskop, Andi coba dihentikan oleh Crow Daddy, tapi perempuan itu berhasil mengendalikan pikirannya. Saat itu juga, Rose datang. Ketika Andi mencoba mengendalikan pikiran Rose, dia kesulitan dan sedikit merasa terancam. Rose lalu mengajak Andi pergi.

Di sisi lain Danny tumbuh dewasa menjadi seorang pemabuk, terutama sejak kepergian ibunya. Danny menyadari hidupnya sangat berantakan hingga suatu hari dia berkayakinan bahwa dirinya harus melakukan sesuatu yang berguna untuk orang lain. Berbekal uang seadanya, Danny meninggalkan tempat yang selama ini dia tinggali.

Danny ingin memulai hidup yang lebih baik dengan pergi ke sebuah tempat baru. Tanpa tujuan yang jelas, dia pun tiba di Frazier, New Hampshire. Beruntung di sana Danny bertemu dengan Billy Freeman (Cliff Curtis) yang kemudian bersedia bantu mencarikan tempat tinggal untuknya. Di tempat lain seorang anak perempuan bernama Abra Stone (Kyliegh Curran) berbincang dengan ibunya sebelum bersiap tidur. Abra juga merupakan anak ajaib, sama seperti Danny.

Di tempatnya yang baru, Danny bekerja sebagai tenaga pembersih dan merawat para lansia. Sepulang bekerja dia mendapati tulisan “Hello.” di salah satu bagian dinding kamarnya. Sebagai seseorang dengan kemampuan istimewa, Danny menyadari ada yang coba bicara dengannya. Dia pun membalasnya tanpa mengetahui pesan yang diterimanya dikirim oleh Abra.

Cerita berlanjut saat seorang anak laki-laki bernama Bradley Trevor (Jacob Tremblay) terlihat jago bermain baseball. Kemampuannya menarik perhatian banyak penonton, termasuk Crow Daddy yang melihat dari bangku penonton. Selepas bertanding, Bradley pulang berjalan kaki hingga tiba-tiba seorang pria dewasa dari dalam mobil menawarinya tumpangan.

Bradley menolak tawaran tersebut tapi Andi yang ternyata sudah ada di dalam mobil menggunakan kekuatannya untuk membawa bocah itu pergi. Sesampainya di sebuah tempat, Bradley langsung diikat dan disiksa oleh Rose. Setiap Bradley teriak kesakitan, ada semacam uap keluar dari mulutnya. Uap itu kemudian menjadi makanan bagi Rose, Crow Daddy dan kawanannya. Dengan memakan uap tersebut mereka akan awet muda dan panjang umur.

Saat Rose beserta kawanannya berpesta, Abra berteriak meminta mereka menghentikannya. Rose pun menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikan tindakan mereka dari kejauhan. Di sisi lain saat Danny tertidur, tiba-tiba dinding kamar Danny seperti meledak dan terlihat tulisan “Murder” di sana. Danny mencoba berkomunikasi dengan menuliskan “Who?”, Abra lalu menjawab, “Baseball Boy.”

Baca juga:

Malam itu, Bradley tewas di tangan Rose dan kawan-kawan. Keesokan harinya Abra mencari tahu informasi mengenai sang baseball boy. Gadis itu lalu pulang dengan selembar kertas berisi informasi tentang Bradley termasuk fotonya. Abra kemudian meraba foto tersebut dan mulai bisa merasakan peristiwa yang dilalui Bradley.

Berkat kemampuannya Abra berhasil menemukan tempat jasad Bradley dikuburkan sekaligus melacak kemana perginya para pembunuh Bradley. Abra mendapati sebuah petunjuk berupa sarung tangan baseball yang dipakai Bradley. Keesokan harinya sepulang sekolah, Abra berniat bertemu Danny untuk membicarakan masalah ini.

Keduanya pun bertemu dan saling menyadari keistimewaan masing-masing. Tanpa buang waktu Abra langsung menceritakan ‘penglihatannya’ mengenai peristiwa tragis yang menimpa Bradley. Abra meminta bantuan Danny untuk menemukan jasad anak lelaki itu agar bisa dikembalikan kepada orangtuanya. Lalu berhasilkah dua orang dengan kekuatan spesial tersebut menyelesaikan masalah ini? Mampukah mereka melawan Rose dan kawanannya?

Sequel The Shining yang Tak Kalah Bersinar

Sebagai sequel atau lanjutan dari film horor yang diklaim terseram sepanjang masa, The Shinning (1980), Doctor Sleep seperti memiliki tanggungjawab besar untuk sukses dan memuaskan para penggemar yang sudah menunggu lama. Untuk menjaga nuansa The Shinning tetap terasa, sutradara Mike Flanagan menyertakan beberapa adegan ikonik film tersebut pada film garapannya.

Anda bisa melihatnya di awal film saat scene mempertontonkan kehidupan Danny kecil yang sedang bermain sepeda di dalam Hotel Overlook. Danny berjalan menyusuri lorong-lorong kamar hotel dan terhenti sebentar di depan kamar 237. Cerita sesungguhnya dari Doctor Sleep pun bergulir setelah itu.

Karakter Dick, yang pada The Shinning diceritakan tewas, di sini dia menjadi roh pelindung atau roh yang menemani Danny. Dia yang mengajarkan Danny untuk mengurung roh-roh di dalam laci yang disimpan dalam pikirannya. Dick juga yang membujuk Danny agar bersedia menolong Abra untuk menemukan jasad Bradley. Flanagan terlihat berusaha sedemikian rupa agar cerita Doctor Sleep tidak diinterpretasikan terlalu jauh dari film pertamanya.

Baca juga: Daftar Film Horor Barat Terseram yang Bakal Bikin Merinding

Sosok Anak Kecil Tetap Jadi Tokoh Utama

Sama seperti The Shinning yang dibuat berdasarkan novel karya Stephen King tahun 1977, Doctor Sleep juga diangkat dari karya penulis yang sama terbitan tahun 2013. Pada The Shinning Anda akan mengenal Danny sebagai anak ajaib, sementara pada Doctor Sleep, ada Abra yang memiliki kekuatan lebih besar.

Dua film ini sama-sama menampilkan anak-anak sebagai bagian utama dari cerita. Citra anak-anak yang masih polos, suci sekaligus lemah, memang mampu membuat sebuah cerita horor berjalan lebih menegangkan. Sayangnya jika dibandingkan dengan karakter Danny di film The Shinning, Abra masih kalah kuat dalam menularkan kengerian.

Karakter Abra cenderung lebih ‘siap’ menghadapi musuh atau ancaman di depannya. Abra juga jenius dan punya kekuatan supernatural yang terlihat sebanding bahkan tidak bisa disepelekan oleh Rose. Akibatnya, tensi ketegangan, rasa seram dan takut sedikit menurun dalam film ini. Terutama jika dibandingkan dengan adegan di The Shinning ketika Danny dikejar-kejar oleh ayahnya yang kerasukan iblis di dalam labirin.

Bukan Film Horor Biasa

Jika Anda berharap mendapat suguhan dari adegan-adegan penuh setan mengerikan dalam Doctor Sleep, siap-siap saja kecewa. Ia bukan film dengan jenis adegan menyeramkan semacam itu melainkan teror psikologis melawan kekuatan gaib yang besar dan jahat.

Ada beberapa adegan yang memperlihatkan para karakternya memasuki dunia lain dan melepas raga dari ruh mereka serta beberapa adegan bernuansa supranatural lainnya. Namun, Doctor Sleep juga terlihat memasukkan beberapa adegan kekerasan berdarah untuk menambah ketegangan.

Secara keseluruhan Doctor Sleep tersusun dengan plot yang rapi. Secara garis besar ia cukup berbeda dengan pendahulunya, The Shinning, karena film ini menceritakan kehidupan Danny melawan orang-orang yang memangsa the shinning sepertinya, bukan pengaruh roh halus yang meneror.

Setelah selamat dari kejaran ayahnya yang kerasukan iblis, Danny harus berhadapan lagi dengan kekuatan supernatural lain yang sama-sama mengancam nyawa. Kali ini dia bersama Abra, anak perempuan yang punya kekuatan tak kalah besar. Doctor Sleep menawarkan jenis ketegangan yang berbeda dari film horor lainnya. Jika tidak percaya Anda bisa membuktikannya sendiri. Selamat menyaksikan!

Doctor Sleep

7.5 / 10
Bacaterus.com

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *