Penyederhanaan Surat Suara Dinilai Pangkas Biaya Pemilu 2024

Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) didorong menghemat biaya penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Salah satu opsi memungkinkan adalah penyederhanaan kertas suara.
 
“Ada usulan supaya jumlah surat suara tidak dibuat seperti pemilu sebelumnya, tetapi lebih disederhanakan,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Agustyati, kepada Medcom.id, Minggu, 6 Juni 2021.
 
Khoirunnisa mengatakan penyelenggaran pemilu bisa menghindari berlembar-lembar kertas suara seperti Pemilu 2019. Saat itu, terdapat lima jenis kertas suara digunakan dalam pemilihan serentak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Susunan Anggaran Pemilu 2024 Diminta Berkaca pada 2019
 
Warna kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD provinsi, hijau untuk DPRD kabupaten atau kota. Kemudian, warna abu-abu untuk presiden dan wakil presiden.
 
“(Penyederhanaan) ini tentu juga bisa menghemat biaya penyelenggaraan pemilu,” ujar Khoirunnisa.
 
Sebelumnya, Ketua KPU RI Ilham Saputra menyatakan pihaknya masih mengkaji rencana penyederhanaan desain surat suara yang bakal digunakan pada Pemilu 2024. Dia mencontohkan desain surat suara hanya ada satu atau dua surat suara yang dipegang oleh pemilih.
 
“Misalnya, surat suara presiden dan surat suara legislatif itu disatukan. Nanti dalam surat suara yang disatukan itu, khusus untuk legislatif kita akan tampilkan daerah pemilihannya saja,” ujar Ilham dalam dalam diskusi bertajuk ‘Menakar Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024’, Minggu, 30 Mei 2021.

 
(ADN)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *