Mitigasi Pelaksanaan Haji di Tengah Pandemi Dibahas Sejak Desember 2019

Jakarta: Pemerintah membahas mitigasi terkait haji di tengah pandemi covid-19 sejak lama. Pembahasan pelaksanaan rukun Islam kelima itu sejak penghujung 2019.
 
“Sejak Desember 2019 kita sudah melakukan mitigasi,” ujar pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi, dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk ‘Gagal Haji, Pandemi atau Lemah Diplomasi?’, Minggu, 6 Juni 2021.
 
Khoirizi menyebut mitigasi sudah dibicarakan meski Indonesia belum menyatakan menghadapi pandemi covid-19. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu terkonfirmasi menyerang warga negara Indonesia pada 2 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Kemenag, kata dia, juga sudah membuat tim krisis di awal pandemi. Tim tersebut bertugas menyikapi kondisi perkembangan pandemi covid-19 di Indonesia dan Arab Saudi.
 
“Kita sudah bentuk tim, kita serius, untuk (haji) 2020-2021,” ucap Khoirizi.
 
(Baca: Pembatalan Haji Sejalan dengan Prinsip Manajemen Risiko)
 
Khoirizi mengatakan segala sisi diperhatikan terkait skema haji. Mulai keselamatan, ibadah, dan kecukupan waktu.
 
“Pada titiknya kita (tetap) menunggu (keputusan Arab Saudi). Statement duta besar kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa memang pemerintah Arab Saudi belum menentukan sikap bagaimana penyelenggaraan Haji 2021 ini,” ujar Khoirizi.
 
Pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jemaah Haji 1443 H/2021 M.  Pembatalan disampaikan sebelum pengumuman kuota haji dari Arab Saudi.
 
Salah satu pertimbangan pemerintah meniadakan haji karena melihat kondisi kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji. Sebab, saat ini seluruh negara tengah menghadapi pandemi covid-19 beserta varian barunya.
 
(REN)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *