Lockdown Beri Tekanan pada Ruang Fiskal Malaysia

Jakarta: Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia, Mohamed Azmin Ali, mengatakan keuangan pemerintah Malaysia menjadi sangat terbatas karena lonjakan infeksi covid-19, yang sekali lagi memaksa negara tersebut untuk menerapkan kebijakan lockdown.
 
Aadapun Pemerintah Malaysia telah mengumumkan paket stimulus baru senilai 40 miliar ringgit Malaysia (sekitar USD9,68 miliar) untuk membantu bisnis dan rumah tangga mengatasi penguncian total yang dimulai pada Selasa pekan ini.
 
Stimulus terbaru itu di atas enam paket sebelumnya senilai total 340 miliar ringgit Malaysia (sekitar USD82,31 miliar) yang diluncurkan selama setahun terakhir. Pemerintah mengatakan pengeluaran tambahan dapat mendorong defisit fiskal 2021 di atas target enam persen dari produk domestik bruto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Tentu ini menyebabkan banyak tekanan pada ruang fiskal kami, tetapi sekali lagi, kami tidak memiliki pilihan lain kecuali melihat berbagai opsi untuk mendukung industri, UKM dan juga sektor informal agar mereka dapat melanjutkan kegiatan ekonomi mereka,” kata Azmin dilansir dari CNBC International, Minggu, 6 Juni 2021.
 
Selama kebijakan penguncian yang dimulai sejak 1 hingga 14 Juni, bisnis yang menawarkan layanan penting akan tetap buka sementara, dan segmen tertentu dari sektor manufaktur dapat beroperasi dengan kapasitas yang dikurangi.
 
Adapun Azmin dan kementeriannya dikritik oleh politisi oposisi dan publik Malaysia karena mengizinkan beberapa bisnis yang dianggap tidak prioritas seperti perusahaan furnitur dan tempat pembuatan bir beroperasi selama penguncian.
 
Dalam pernyataan pada Kamis pekan ini, Azmin mengatakan kementeriannya bukan satu-satunya yang memberikan izin kepada perusahaan yang mengajukan untuk tetap buka selama penguncian. Adapun ada 128.150 bisnis yang melibatkan 1,57 juta pekerja telah memperoleh persetujuan untuk tetap membuka bisnisnya, dari 586.308 yang mengajukan izin.
 
Wabah covid-19 Malaysia memburuk secara substansial meskipun pemerintah memberlakukan penguncian dengan berbagai tingkat kedisiplinan selama setahun terakhir.
 
Pekan lalu, negara Asia Tenggara itu melaporkan rekor infeksi selama lima hari berturut-turut, dan pada Rabu mencatat jumlah kematian harian terbesar sejak awal 2020. Data Kementerian Kesehatan Malaysia menunjukkan, secara keseluruhan, Malaysia mengkonfirmasi lebih dari 595 ribu kasus covid-19 dan 3.096 kematian.
 
(DEV)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *