Laporan EIU Sebut Demokrasi di Indonesia Mundur, Riza Ramli: Solusinya Hapus Presidential Threshold

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh nasional, Rizal Ramli mengaku miris dengan kemunduran demokrasi di Indonesia.

Fakta terungkap terungkap dalam laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) mengenai Indeks Demokrasi 2020 yang mencatat Indeks Demokrasi di Indonesia turun dari skor 6,48 di tahun 2019 menjadi 6,3 di tahun 2020.

Angka itu merupakan yang terendah selama 14 tahun terakhir.

Bahkan, skor tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-64 dari 167 negara dunia.

Menurut Rizal Ramli, ProDEM bersama para aktivis lainnya sudah berjuang melawan dan berkorban untuk menghapuskan sistem otoriter dan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Baca juga: Rizal Ramli: Kebangkitan Nasional Momentum Ubah Demokrasi Kriminal Jadi Bersih

Hal itu disampaikannya dalam acara Halal Bihalal dan Pembukaan Rumah Konsolidasi Demokrasi di Kantor baru Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) di Jalan Veteran I, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (6/6/2021).

“Kita berhasil mengubah sistem otoriter menjadi demokratis dan KKN dikurangi. Tapi kemenangan itu hanya sementara. Karena anasir-anasir otoriter dan KKN kembali merebut kekuasaan, membalikkan tonggak-tonggak kemenangan yang kita bangun. Kembali pada sistem otoriter, sehingga indeks demokrasi Indonesia anjlok 30 poin,” kata Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengingatkan dalam waktu 3 tahun ke depan sampai 2024, krisis akan semakin dalam.

Tentunya, rekayasa adu domba untuk menutupi hal itu akan semakin luar biasa.

Hal itulah yang membuat demokrasi Indonesia akan semakin hancur.

Baca juga: Stafsus Sri Mulyani: Rizal Ramli Terburu Nafsu Serang Menkeu 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *