India Menentang ‘Paspor Vaksin’ Covid-19 dalam Pertemuan G7

New Delhi: Pemerintah India menentang pengadopsian paspor vaksin Covid-19 dalam pertemuan jajaran menteri kesehatan G7. Menurut India, skema semacam itu “sangat diskriminatif.”
 
“Di fase pandemi saat ini, kita juga perlu mendiskusikan kekhawatiran India mengenai wacana paspor vaksin,” kata Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan, dilansir dari laman Xinhua pada Minggu, 6 Juni 2021.
 
“Mempertimbangkan fakta rendahnya vaksinasi di sejumlah negara berkembang bila dibandingkan dengan negara maju terkait masalah kesenjangan vaksin, India menilai implementasi paspor vaksin akan sangat diskriminatif dan tidak menguntungkan bagi negara-negara berkembang,” sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

India berbicara dalam pertemuan G7 tahun ini dalam kapasitasnya sebagai negara tamu.
 
Dalam pertemuan, Vardhan mengangkat isu mengenai ketersediaan vaksin Covid-19 dan rendahnya tingkat vaksinasi di negara-negara berkembang. Dalam hal vaksinasi Covid-19, India belum sepenuhnya memvaksinasi warga yang total populasinya mencapai lebih dari 1,3 miliar.
 
Hingga Sabtu kemarin, India baru menyuntikkan sekitar 227 juta dosis vaksin Covid-19.
 
Vardhan mengatakan bahwa dalam konteks pandemi Covid-19, merupakan hal penting untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19 dan memastikan pasokannya disalurkan secara merata.
 
“Dengan kemampuan memproduksi hampir 60 persen dari semua vaksin dan ditambah dengan tingginya kepakaran, India dapat membantu dunia dalam meningkatkan kapasitas dan pasokan (vaksin Covid-19),” ungkap Vardhan.
 
Baca:  Warga Pedesaan India Enggan Divaksinasi karena Takut Meninggal

Vaksin Slank untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk “Vaksin untuk Indonesia”. Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti “obat” atau “anti-virus”, tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
“Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema ‘Vaksin untuk Indonesia’. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi,” terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program “Vaksin untuk Indonesia” tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *