Maduro Kesal AS Tidak Donasikan Vaksin Covid-19 ke Venezuela

Caracas: Presiden Nicolas Maduro mengecam Amerika Serikat karena tidak memasukkan Venezuela ke dalam daftar negara penerima donasi vaksin Covid-19. Menurutnya, AS berlaku tidak adil terhadap Venezuela di tengah ancaman pandemi Covid-19.
 
“Mereka membenci kita. Mereka memiliki perasaan negatif terhadap kita semua,” kata Maduro dalam sebuah video, dilansir dari laman Miami Herald pada Jumat, 4 Juni 2021.
 
Maduro memfokuskan kemarahannya kepada James Story, Duta Besar AS untuk Venezuela. “James Story, Anda menyedihkan. Anda membenci dan merendahkan Venezuela hanya karena kami berani menentang.”

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Pernyataan Maduro disampaikan beberapa jam usai pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden merilis rencana donasi 25 juta dosis vaksin Covid-19. Sebagian besar donasi itu disalurkan ke Amerika Selatan, Afrika, dan Asia melalui skema berbagi COVAX.
 
Sekitar 6 juta dosis vaksin Covid-19 dari AS disalurkan ke beberapa negara Amerika Latin dan Karibia. Namun dari total tersebut, tidak ada satu dosis pun yang disalurkan ke Venezuela.
 
Baca:  AS Kirimkan 25 Juta Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Melalui COVAX
 
Melalui Twitter, Story mengatakan bahwa AS ingin membantu melindungi masyarakat Venezuela dari Covid-19, namun Washington terlebih dahulu menginginkan “adanya sistem vaksinasi transparan” di negara tersebut.
 
Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Venezuela meski pasokan vaksin yang tersedia sangat terbatas. Pandemi Covid-19 menghantam Venezuela yang juga tengah dilanda krisis ekonomi serta rangkaian sanksi AS atas kasus korupsi dan hak asasi manusia.
 
Sebelum pandemi hingga kini, Venezuela juga dilanda krisis politik yang dipicu ketegangan antara kubu Maduro dan pemimpin oposisi Juan Guaido. AS mendukung gerakan Guaido.
 
Beragam krisis di Venezuela telah memicu krisis pasokan pangan, obat-obatan, bahan bakar, dan beragam kebutuhan pokok lainnya.
 
Menurut data resmi pemerintah, sekitar 238 ribu warga Venezuela telah terinfeksi Covid-19 dan 2.689 di antaranya meninggal dunia. Sejumlah pakar memandang angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi karena program tes Covid-19 di Venezuela tidak berjalan optimal.

Vaksin Slank untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk “Vaksin untuk Indonesia”. Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti “obat” atau “anti-virus”, tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
“Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema ‘Vaksin untuk Indonesia’. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi,” terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program “Vaksin untuk Indonesia” tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *