Fuel Pump Bermasalah, Honda Indonesia Ingatkan Konsumen Lakukan Perbaikan

Suara.com – PT Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan update jumlah unit teridentifikasi dalam Program Pemanggilan untuk perbaikan (recall) komponen fuel pump beberapa model mobil Honda di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program recall yang telah diumumkan sebelumnya, dan berjalan sejak 2020.

Model yang teridentifikasi dalam program ini meliputi Honda Brio, Honda Mobilio, Honda Jazz, Honda BR-V, Honda HR-V, Honda CR-V, Honda City, Honda Civic dan Honda Accord tahun model 2019.

Program Pemanggilan untuk perbaikan (recall) komponen fuel pump ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya mesin tidak dapat dinyalakan atau mesin berhenti beroperasi secara tiba-tiba saat mengemudi. Sumbernya adalah fuel pump tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Logo Honda Jazz (Shutterstock).
Honda Jazz  sebagai ilustrasi produk terdampak recall (Shutterstock).

Jumlah unit yang teridentifikasi dalam Update program recall ini mencapai 94.443 unit.

“Kami mengimbau dan mengingatkan kembali kepada konsumen yang kendaraannya teridentifikasi agar segera membawa mobilnya ke dealer resmi Honda untuk proses pemeriksaan dan penggantian komponen,” ujar Denny MT, Service & Parts Asst. General Manager PT HPM.

Kampanye penggantian komponen fuel pump dimulai sejak 4 Juni 2021. Untuk proses penggantian komponen fuel pump, konsumen dapat langsung menghubungi dealer resmi Honda terdekat atau membuat janji (booking) melalui aplikasi Honda e-Care.

Proses penggantian komponen ini memerlukan sekitar 60 – 90 menit. Honda juga memberikan pilihan layanan pick up service sesuai dengan ketersediaan layanan di masing-masing dealer resmi Honda.

Selain itu, Honda juga memberikan kemudahan untuk konsumen dalam lanjutan kampanye Recall Inflator Airbag dengan memanfaatkan aplikasi digital E-Care, layanan Pick-Up Service dan Home Service.

Program Pemanggilan perbaikan (Recall) untuk Inflator Airbag ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kondisi airbag mengembang secara berlebih (over deployment) akibat tekanan gas yang berlebihan dalam komponen Inflator Airbag. Sehingga berpotensi mengakibatkan cedera serius atau korban jiwa.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *