Kasus Penyelundupan Harley, Eks Bos Garuda Dituntut 1 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta

Tangerang: Kejaksaan Tinggi Banten menuntut mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara dan Direktur Operasional, Iwan Joeniarto, dengan tuntutan pidana satu tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan berdasarkan sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat, 4 Juni 2021.
 
Kedua mantan bos perusahaan penerbangan plat merah itu merupakan terdakwa pidana kepabeanan dalam kasus dugaan penyelundupan spare part motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dibawa bersamaan dengan pesawat baru Garuda Indonesia A330-900 NEO dari Prancis.
 
Dalam sidang pembacaan tuntutan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Banten menuntut Ari Askara dan Iwan Joeniarto dihukum penjara selama satu tahun dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan menyatakan Terdakwa I Gusti Ngurah Askara telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana menganjurkan untuk menyembunyikan barang impor secara melawan hukum,” bunyi petikan tuntutan sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri (SIPP PN) Tangerang, Jumat, 4 Juni 2021. 
 
Dalam tuntutan itu,  jaksa meyakini perbuatan Ari Askhara terbukti melanggar Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Joncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.
 
Kepala Bagian Humas Pengadilan Negeri Tangerang, Arief Budi Cahyono, membenarkan adanya gelar sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap dua mantan Direktur Utama dan Direktur Operasional Garuda Indonesia itu.
 
“Agenda sidang pembacaan putusan akan dilakukan pada 14 Juni 2021 sekitar pukul 13.00 WIB,” terang dia.
 
Sebelumnya, dalam pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa yang berstatus tahanan kota itu, JPU Pantono Rono Widjaja serta Dipiria dari Kejaksaan Tinggi Banten menyebutkan kedua terdakwa diancam Pasal 102 huruf E UU No 17/2006, UU perubahan No 10/1995 tentang Kepabeanan. Kemudian Pasal 103 huruf A UU No 17/2006, UU perubahan No 10/1995 tentang Kepabeanan, dan terakhir Pasal 55 ayat 1 ke 2 KUHP Junto 55 Ayat 1 ke 1 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. 
 
Namun, dalam pembacaan tuntutan hari ini, kedua terdakwa hanya dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider kurungan dua bulan. 

 
(SYN)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *