Jelang Tahun Ajaran Baru, Gubernur DIY Minta PTM Diawasi Ketat

Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta rencana menggelar pendidikan tatap muka (PTM) di sekolah harus dengan pengawasan ketat. Selain itu, sejumlah persyaratan harus sudah dipenuhi, salah satunya vaksinasi. 
 
“Guru harus sudah divaksin (sebelum PTM),” ujar Sri Sultan di Yogyakarta, Jumat, 4 Juni 2021. 
 
Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengatakan seluruh orang tua siswa harus dipastikan memberi izin kegiatan PTM. Hal itu berlaku untuk siswa di semua tingkatan sekolah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Di situ perlu dengan pengawasan ketat (pelaksanaan prokes). (Siswa) yang dewasa mungkin bisa diomongi. Tapi yang kecil (anak-anak) kan sudah. Ini perlu kehati-hatian,” ucap dia. 
 
Sejauh ini, uji coba PTM yang dilaksanakan di sejumlah SMA/K di DIY berjalan lancar. Dinas Pendidikan setempat mengeklaim tak ada kasus penularan covid-19 dalam uji coba yang dijadwal secara bergilir itu. 
 
Menurut Sri Sultan, guru harus tes rapid antigen ataupun polymerase chain reaction (PCR) setelah lima hari PTM. Ia mengatakan langkah itu jadi bagian memantau ada tidaknya penularan covid-19. 
 
“Begitu (muncul kasus) positif (covid-19) close (sekolah) untuk tidak menular. Kalau nggak, (PTM) ya terus,” kata dia. 
 
Baca: 319 Sekolah di Kota Bandung Bakal Uji Coba PTM Terbatas
 
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, mengatakan 75 persen dari sekitar 16 ribu guru dibawah naungan lembaganya telah divaksin hingga dosis kedua. Ia memperkirakan, ada sekitar 900 guru yang belum mendapat akses vaksin.
 
“Rencana untuk vaksinasi guru dan tenaga kependidikan bisa selesai akhir Juni, sehingga saat tahun ajaran baru semua sekolah bisa menggelar tatap muka,” terang dia. 
 
(SYN)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *