Catat! Hanya 9,8 Juta Pelanggan yang Berhak Nikmati Subsidi Listrik

Jakarta: Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril membeberkan hanya 9,8 juta pelanggan yang berhak menerima subsidi listrik berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Jumlah tersebut dihitung dari total pelanggan golongan 450 VA yang mencapai 24 juta.
 
“Kalau kita melihat, dari 24 juta pelanggan 450 VA hanya 9,8 juta yang terdaftar pada DTKS. Kalau yang ada di DTKS artinya berhak,” kata Bob pada media, Jumat, 4 Juni 2021.
 
Bob mengatakan PLN telah melakukan pemutakhiran data pelanggan baik untuk golongan 450 V dan 900 VA sejak 2016. Pemutakhiran data dilakukan setiap tahun. Namun, penggunaan DTKS sebagai acuan baru bakal  diterapkan pada penyaluran subsidi listrik tahun 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Sebelumnya Direktur Pembiaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari mengatakan Kemensos menggunakan parameter berupa 40 persen kelompok masyarakat yang masuk status ekonomi terendah. Data tersebut sesuai dengan aturan Kemensos yang setiap enam bulan dilakukan pemutakhiran.
 
“Untuk subsidi listrik ini sudah ditetapkan 40 persen tersebut. Jadi nanti mulai terlihat ada pelanggan 450 VA yang memang seharusnya bukan masyarakat ekonomi terendah. Ini yang nantinya akan terpilah (tereliminasi) sendiri karena masukgolongan mampu,” jelas Ida.
 
Berdasarkan catatan Medcom.id, Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto mengatakan 50 persen penerima subsidi listrik merupakan pelanggan rumah tangga mampu. Bahkan yang menjadi miris adalah masyarakat miskin dan rentan yang masuk dalam kelompok 40 persen ekonomi terbawah hanya menikmat 26 persen dari subsidi listrik.
 
Bambang mengatakan jumlah penerima subsidi untuk golongan 450 VA  contohnya, dalam data PLN sebesar 23,9 juta rumah tangga. Namun dalam DTKS yang masuk dalam kategori penerima subsidi sebesar 12,6 juta rumah tangga.
 
Artinya ada selisih 1,3 juta rumah tangga yang dapat dikurangi. Jumlah ini menurut data DTKS tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi listrik rumah tangga miskin dan rentan.

 
(Des)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *