Sinopsis dan Review The Yin-Yang Master: Dream of Eternity

Empat Master dari empat wilayah dikumpulkan di Kota Kekaisaran guna menghadapi dan menghalau Ular Bencana. Tugas tersebut cukup berat karena yang mereka hadapi adalah hasrat dan kebencian manusia. Namun, belum sempat memulai, salah satu Master terbunuh secara misterius. Kecurigaan pun muncul di antara mereka.

Film The Yin-Yang Master: Dream of Eternity bukan hanya menarik dari segi cerita, efek-efek spesial yang ditampilkan sepanjang film juga akan membuat Anda terpana. Dibintangi oleh Mark Chao, Deng Lun, Wang Duo dan Olivia Wang film ini dibuat berdasarkan novel series yang ditulis oleh Baku Yumemakura.

Jika Anda menyukai film fantasi, The Yin-Yang Master: Dream of Eternity sangat direkomendasikan, tapi sebelum menontonnya, baca sinopsis serta ulasannya dulu yuk!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 25 Desember 2020
  • Genre: Fantasi, Action
  • Produksi: HEHE Pictures Corporation Limited, Thinkingdom Film, Shanghai Film Group, Black Ant Film
  • Sutradara: Guo Jingming
  • Pemeran: Mark Chao, Deng Lun, Wang Duo, Olivia Wang

Qing Ming kecil kesulitan menghapal mantra pelindung. Saat mengadu pada gurunya dia diberi satu pertanyaan mengenai siapa di dunia ini yang ingin dia lindungi, Qing Ming menjawab ibunya. Sang guru lantas meminta Qing Ming untuk terus mengingat itu sambil tetap berusaha berlatih. Qing Ming (Mark Chao) tumbuh menjadi pria dewasa. Dia bertanya pada sang guru; bisakah dirinya berhenti belajar mantra pelindung?

Sang guru mengatakan bahwa Qing Ming tidak bisa hanya menyerang tanpa tahu caranya bertahan. Pemuda ini tampak percaya diri dan menyamakan Mantra Pelindung dengan mantra yang bisa membuatnya berpindah tempat. Benar saja, sang guru bereaksi dengan mengatakan bahwa Qing Ming sok pintar.

Mantra Pelindung adalah jurus paling dasar dan paling kuat dari Master Yin-Yang. Siapa pun tidak bisa menjadi Master Yin-Yang jika tidak mempelajarinya, termasuk Qing Ming. Di tengah percakapan antara guru dan murid itu, tiba-tiba seekor monster yang berukuran besar dan bersisik mendatangi keduanya. Dengan sigap sang guru “mengirim” Qing Ming ke lain tempat sementara dia berusaha menghadapinya.

Menggunakan darahnya, sang guru memerintahkan roh Anjing Salju, Roh Emas dan Pelukis Gila untuk melindunginya. Namun, kekuatan monster ular raksasa atau Ular Bencana itu cukup kuat. Walau sudah dibantu oleh tiga roh pelindung, sang guru terlihat kewalahan hingga dia terkena bisa sang monster. Dengan pengorbanan dari Roh Emas, Ular Bencana tersebut akhirnya bisa dihalau. Sayang, bisa yang ada di tubuh guru terlanjur melemahkan raganya.

Bisa Ular Bencana tidak memiliki penawar. Ia merupakan makhluk terjahat yang lahir ketika langit dan bumi pertama berpisah. Ular Bencana memakan obsesi dan keserakahan di dunia ini. Maka dari itu, selama hasrat tidak berhenti, Ular Bencana tidak akan musnah. Belakangan diketahui bahwa Ular Bencana yang dikalahkan Roh Emas hanyalah bayangannya. Sosok Ular Bencana yang asli tidak menua, tidak juga bisa musnah.

Tubuh asli Ular Bencana ada di Kota Kekaisaran. Sang guru melanjutkan bahwa ada seseorang yang menggunakan tubuhnya untuk menyegel Ular Bencana. Tiga ratus tahun lalu, empat klan, yaitu Wilayah Selatan, Kepulauan Timur, Wilayah Barat dan Kota Utara bersatu untuk menyegel tubuh asli Ular Bencana di Kota Kekaisaran.

Mereka menempatkan patung Naga Nilakandi, Burung Vermilion, Harimau Putih dan Kura-kura Hitam untuk menjaga kota dalam waktu lama. Setiap bayangan dari Ular Bencana muncul, ke empat klan tersebut akan mengutus para master terkuat ke Kota Kekaisaran untuk membunuhnya. Tugas dan tanggangjawab itu terus diturunkan dari generasi ke generasi, dan kini adalah giliran Qing Ming.

Sang guru lantas memerintahkan Qing Ming untuk pergi ke Tanah Timur sebagai permintaan terakhir sekaligus pelajaran terakhir. Qing Ming pada akhirnya mengetahui bahwa darahnya membawa takdir bagi dunia sebab dia adalah The Yin-Yang Master. Cerita berlanjut saat Qing Ming tiba di Kota Kekaisaran.

Belum lama berada di sana, Qing Ming sudah terlibat masalah dengan dua orang pria yang terlibat perkelahian. Sang Master mencoba menengahi dan mencoba bijak dengan tidak menghakimi. Alih-alih selesai, Qing Ming malah berurusan dengan salah satu di antara mereka. Dia adalah Master Bo Ya (Deng Lun).

Siluman yang Qing Ming selamatkan rupanya mengenali dirinya sebagai Master. Dia ingin membalas budi dengan menawarkan diri menjadi Roh Penjaga bagi Qing Ming. Belakangan diketahui bahwa siluman itu bernama Killing Stone atau Batu Pembunuh (Sun Chenjun).

Baca juga:

Di sisi lain, Master Bo Ya yang sudah kembali ke Altar Jingyun mendapat titah dari ratu. Titah tersebut berisi peringatan mengenai kebangkitan Ular Bencana. Altar Jingyun sendiri sudah menjaga Kota Kekaisaran selama ratusan tahun dengan cara memberantas siluman serta setan dan membuat penjahat menyerah. Mereka yang mendapat perintah untuk mengalahkan Ular Bencana harap datang ke istana.

Dalam kesempatan itu Master Bo Ya kembali bertemu dengan Qing Ming. Melihatnya ada di istana untuk mengikuti ritual Menyembah Langit, Bo Ya merasa heran. Pasalnya Qing Ming dinilai tidak bisa membedakan antara manusia, siluman, baik dan jahat. Di istana, keduanya juga bertemu dengan Master Long Ye (Jessie Li) dari Wilayah Selatan. Saat ini empat master sudah berkumpul di istana.

Sejurus kemudian Master He Shouyue (Wang Duo) menemui ketiganya. Aneh, begitu melihat He Shouyue, Qing Ming langsung terpana dan seperti mengingat sesuatu. He Shouyue datang memperingatkan agar tiga master tersebut berhenti membuat keributan karena Master Hongruo yang sudah berusia lanjut butuh istirahat. Siapa sebenarnya Master He Shouyue sehingga membuat Qing Ming tampak berpikir? Akankah Ular Bencana itu bisa mereka kalahkan?

Visual Effect yang Memukau

Visual Effect yang Memukau

Sebagai film bergenre fantasi, The Yin-Yang Master: Dream of Eternity menyuguhkan visual effect yang sangat memukau sejak menit pertama. Anda akan terkagum-kagum dengan tampilan adegan per adegannya. Dimulai saat Qing Ming masih tinggal dengan gurunya. Lingkungan tempat tinggal Qing Ming seperti dilingkupi oleh pagar es yang sangat kokoh dan tinggi.

Kemunculan bayangan Ular Bencana yang menewaskan gurunya juga dibuat dengan sangat detail dan tampak nyata. Penggunaan visual effect dalam film ini tidak berhenti di sana. Semakin lama, The Yin Yang Master menyuguhkan banyak efek-efek yang detail dan memukau.

Dalam salah satu adegan ketika Master He Shouyue melindungi seluruh istana, secara tiba-tiba hanya dengan gerakan kecil, istana tersebut terlihat bagai terlindungi oleh cahaya biru. Kemudian adegan saat guru Qing Ming yang secara perlahan binasa dan berubah bagai abu dari kertas-kertas yang dibakar, serta beberapa adegan lainnya.   

Bersiap Kagum dengan Kostum dan Tata Riasnya

Bersiap Kagum dengan Kostum dan Tata Riasnya

Tidak jelas memperlihatkan setting waktu tahun berapa, kostum yang digunakan dalam film The Yin-Yang Master:Dream of Eternity identik dengan kostum Tiongkok di masa lampau. Jubah besar yang menjuntai hingga tanah serta aksesori berupa penutup kepaladipakai oleh para karakter pria.

Pakaian semacam itu juga dipasangkan kepada para pemain wanita. Salah satunya Anda akan terpesona oleh busana, tata rias dan aksesori yang dipakai Putri Zhang Ping (Olivia Wang), belum lagi hair do berupa rambut panjang yang sangat ikonik pada tiap-tiap karakter. Elemen-elemen tersebut jadi unsur yang membuat film ini tampak berbeda dari film fantasi arus utama.

Film Fantasi yang Cukup Detail

Film Fantasi yang Cukup Detail

The Yin-Yang Master: Dream of Eternity tidak terlalu banyak melibatkan karakter. Anda tidak akan pusing karena harus menghafal nama-nama dan silsilah yang rumit. Namun, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi keseruannya karena film fantasi ini dibuat dengan sangat detail.

Beberapa adegan diambil dengan shoot dan angle yang sangat dekat, termasuk ketika menampilkan visual-visual effect yang dibuat. Hasilnya setiap scene yang mempertontonkan interaksi antara tiap-tiap karakter, walau dibumbui dengan efek-efek khusus, rasanya tetap nyata. Anda seperti dibawa masuk ke dalam dunia antah-berantah yang mereka tinggali.

The Yin-Yang Master: Dream of Eternity punya alur yang cenderung agak lambat. Intonasi setiap dialog yang diucapkan juga cukup pelan. Di tengah-tengah film, bisa jadi Anda akan bosan, tetapi kehadiran visual effect serta elemen pendukung lain dalam film ini benar-benar mengagumkan hingga bisa mengalihkan perhatian dan menjadi suguhan lain.

Daripada semakin bingung dan penasaran se-keren apa film ini, sebaiknya Anda langsung tonton sendiri! The Yin-Yang Master: Dream of Eternity bisa Anda saksikan melalui layanan streaming Netflix! Sensasinya sama dengan ketika Anda terpesona oleh efek-efek saat menonton film Hollywood semacam The Avengers Infinity War! Buktikan sendiri untuk memastikannya!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *