Sepeda Motor Jadi Andalan Dinkes Kota Surabaya Antarkan Obat Pasien Rawat Jalan

Suara.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya atau Kadinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengisahkan ide pengiriman obat ke rumah pasien rawat jalan muncul saat melihat pasien mengantre obat di instalasi farmasi RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, Jalan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Dikutip dari kantor berita Antara, Febria Rachmantia juga kerap kali melihat pasien menunggu dengan kondisi yang dinilai cukup rentan. Kondisi memprihatinkan, apalagi dalam masa pandemi Covid-19.

Untuk itu, ia merencanakan program layanan antar obat agar pasien rawat jalan setelah periksa bisa langsung pulang, sementara obatnya diantarkan petugas ke rumah masing-masing.

Febria Rachmantia kemudian mulai mencari perusahaan di Surabaya yang bersedia merealisasikan program itu melalui Corparate Sosial Responsibility (CSR) atau program tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca Juga: SIM C Dibagi Tiga Golongan, Bagaimana Bila Memiliki Sepeda Motor Listrik?

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [Shutterstock]

Seperti gayung bersambut, ia mendapat kabar bahwa PT MPM Honda bersedia mengambil peran membantu mewujudkan program pengiriman obat ke rumah pasien.

“Honda menyumbangkan lima motor lengkap dengan kotak obatnya,” kata Feny panggilan akrab Febria Rachmantia, di Surabaya pada Rabu (2/6/2021).

Penyerahan lima unit kendaraan roda dua dari PT MPM Honda kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya dilangsungkan bersamaan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seusai upacara HUT ke-728 Surabaya di Balai Kota Surabaya, Senin (31/5/2021).

Rencananya, setelah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) diterbitkan, Febria Rachmantia akan segera mengoperasikan kendaraan bagi petugas keliling mengantar obat ke rumah pasien rawat jalan di Surabaya.

Ia menyebut, untuk kriteria layanan antar obat, akan dibuatkan Standar Operasional (SOP) sehingga dapat diketahui pasien rawat jalan mana saja yang tergolong mendapat fasilitas pelayanan pengiriman obat.

Baca Juga: Suka Menggeber Motor? Oli Bisa Menguap, Ini Penjelasannya

“Secepatnya akan dioperasikan. Yang paling penting STNK-nya jadi dahulu. Kami juga sudah siapkan driver untuk pengantaran obat. Bismillah semoga lancar,” katanya.

Febria Rachmantia,berharap, dari program ini masyarakat tidak perlu menunggu antrean obat terlalu lama, terutama, bagi pasien yang kondisinya rentan karena akan mudah tertular penyakit lain.

“Sehingga yang paling penting, warga nyaman berobat di rumah sakit dan dapat segera sembuh,” pungkasnya.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *