Kasus Tes Swab Rizieq, Direktur RS Ummi Dituntut 2 Tahun Penjara

Jakarta: Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Ummi, Kota Bogor, Andi Tatat, dituntut dua tahun penjara atas kasus tes swab covid-19 palsu terhadap Muhammad Rizieq Shihab. Dia disebut terbukti sengaja menyiarkan berita bohong terkait kondisi kesehatan Rizieq Shihab.
 
“Terdakwa mengetahui bahwa Muhammad Rizieq saat itu reaktif covid, tetapi kondisi itu tidak disampaikan sebenar-benarnya,” tutur jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis, 3 Juni 2021.
 
Jaksa menilai perbuatan Andi berkaitan dengan aksi menantu Rizieq, Muhammad Hanif Alatas, yang juga dituntut dua tahun penjara. Andi dinilai melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Berkerumun Jelang Vonis, 5 Simpatisan Rizieq Ditangkap
 
Dalam persidangan, dokter Laboratorium Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Nuridiyah Indrasari menyebut Rizieq positif covid-19 setelah tes swab PCR pada Jumat, 27 November 2020. Awalnya, Lab RSCM menerima sampel tes swab dari Medical Emergency Rescue-Comittee (MER-C).
 
Sampel itu yang dibawa Hadiki Habib, dokter pribadi Rizieq di RS Ummi. Petugas Laboratorium RSCM lalu mengecek lebih lanjut sampel tersebut. Keesokan hari, hasil tes PCR menyatakan sampel itu positif covid-19. 
 
“Didaftar sesuai dengan formulir permintaan Muhammad R,” kata Nuridiyah. 
 
Majelis Hakim Khadwanto lalu menanyakan apakah Muhammad R itu merupakan sampel dari Rizieq Shihab. Nuridiyah menjelaskan sampel tes swab PCR yang dinyatakan positif covid-19 sesuai dengan yang diberikan Hadiki selaku dokter pribadi Rizieq. 
 
“Saat itu saya tidak tahu Muhammad R itu siapa. Tapi spesimen itu diminta langsung oleh dokter Hadiki dari MER-C,” kata dia. 
 
Hadiki Habib dalam kesaksiannya mengaku diminta untuk mendampingi Rizieq oleh Presidium MER-C di kediamannya di Sentul, Bogor. Hadiki sempat mendapatkan informasi Rizieq merasa kelelahan dan meriang. 
 
Untuk memastikan kondisi Rizieq terkait covid-19, pihaknya mengetes rapid antigen. Pada Senin, 23 November 2020, Rizieq reaktif covid-19 dari hasil tes tersebut. 
 
Dokter spesialis penyakit dalam RS Ummi Nerina Maya Kartifa mengatakan Rizieq Shihab tidak menjalani tes swab PCR saat tiba di RS Ummi. Rizieq tiba di RS Ummi pada 23 November 2020 sekira pukul 24.00 WIB. Ia mengatakan Rizieq dampingi Hadiki Habib. 
 
Nerina mengaku Hadiki memberi tahu bila Rizieq terkonfirmasi covid-19. Hal itu diketahui dari tes rapid antigen yang dilakukan Hadiki. 
 
“Dokter Hadiki selaku pendamping Rizieq kemudian melakukan operan (penyerahan pasien) secara lisan kepada saya. Hadiki melaporkan bahwa Rizieq terkonfirmasi usai jalani rapid antigen di kediamannya di kawasan Sentul,” kata Nerina ketika persidangan. 
 
Nerina meminta bukti hasil tes tersebut, tetapi Hadiki mengaku tak membawanya. Nerina kemudian hanya memeriksa kesehatan umum, seperti tes laboratorium dan CT scan toraks kepada Rizieq. 
 
Nerina tidak lagi mengetes antigen atau PCR terhadap Rizieq karena sudah dilakukan Hadiki Habib. Sebagai kolega sesama dokter penyakit dalam, Nerina percaya Hadiki telah melakukan tes swab PCR kepada Rizieq. Hasil CT scan juga mendukung hasil swab antigen dari MER-C yang menyatakan Rizieq reaktif covid-19.   
 
“Kemudian saya selaku dokter operan sesama penyakit dalam saya juga tentu percaya yang disampaikan beliau dan tidak melakukan pemeriksaan dari nol (tes swab PCR) tetapi kami melengkapi seluruh pemeriksaan,” kata Nerina. 
 
(OGI)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *