DPR Sambut Positif Izin Liga 1 dan Liga 2, Menpora Diapresiasi

Jakarta: Komisi X DPR RI menyambut positif izin digelarnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021-2022. Apresiasi pun diberikan kepada Menpora Zainudin Amali yang telah mengupayakan terbitnya izin kompetisi dari Polri.
 
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas sudah disetujuinya penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2, atas prakarsa dan semua inisiatif yang sudah dilakukan Pak Menpora,” kata Ketua Komisi X, Syaiful Huda, saat memimpin Rapat Kerja (Raker) pembahasan RKAK/L dan KRP Kemenpora Tahun 2022 lewat pernyataan resmi Humas Kemenpora, Kamis 3 Juni 2021.
 
Syaiful mengatakan, terbitnya izin kompetisi Liga 1 dan Liga menjadi hadiah bagi masyarakat Indonesia, khusus pecinta sepak bola dan dapat meningkatkan imun masyarakat karena senang sepak bola bergulir kembali. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Ini Pak Menteri luar biasa. Kalau bola sudah menggelinding, itu kebahagiaan tersendiri dan menciptakan imun karena semakin banyak orang gembira dan bahagia maka imunnya semakin baik dan kebal,” ujarnya. 
 
Syaiful mengaku mendapat banyak pesan dari stakeholder olahraga yang memberikan apresiasi karena kompetisi sepak bola kembali berjalan. Dia berharap, para pemain dan suporter bisa menjadikan momentum bergulirnya Liga 1 Liga 2 ini untuk menujukan performa terbaik, dan meminta agar masyarakat menonton dari rumah saja. 
 
“Sekali lagi terima kasih pak menteri atas inisiatif dan prakarsanya dan akhirnya diperbolehkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 berjalan,” katanya. 
 
Selain itu, apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian atas upayanya tersebut. Menurut dia, Menpora Amali piawai menggunakan momentum dan berani mengambil resiko seperti menyelenggarakan Piala Menpora dan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2. 
 
“Tentu saja keberhasilan Piala Menpora ini, dilanjutkan dengan Liga 1 di bulan Juli ini, mudah-mudahan jadi contoh bagi penyelenggaraan PON. Karena PON ini harga diri seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya. 
 
Sementara itu, Menpora Amali mengungkapkan alasannya berupaya menggulirkan kembali sejumlah event olahraga di tengah pandemi. Salah satunya turnamen pramusim kemudian dilanjutkan Liga 1 dan Liga 2. 
 
Menurut Amali salah satu alasan karena berdasarkan hasil survei lembaga terkemuka di luar negeri menyebutkan bahwa Indonesia masuk di peringkat ketiga penggemar sepak bola seluruh dunia. 
 
“Dan kalau di Indonesia sendiri kira-kira sekitar 77 persen rakyat Indonesia menyukai sepak bola dan kalau dilihat dibandingkan dengan seluruh negara Eropa. Maka pencinta sepakbola di Indonesia tetap masih lebih besar,” ungkapnya. 
 
Selain itu, sejak kompetisi sepakbola terhenti, ada kehilangan pendapatan di industri sepak bola sekitar Rp3 triliun. Di sisi lain, banyak stakeholder sepak bola yang menggantungkan hidup dari ajang ini, sehingga ekonominya menurun drastis akibat kompetisi terhenti. 
 
Ccontohnya, ada pemain elite klub Indonesia yang harus menjadi tukang ojek. Bahkan ada yang harus kerja serabutan untuk mengambung hidup setelah kompetisi terhenti akibat adanya wabah COVID-19. 
 
“Bagi yang terkait kegiatan dengan sepak bola apakah itu pemain, pelatih, ofisial dan tenaga pendukung juga bisa ada kehidupan ekonominya mulai bergairah kembali,” ujarnya. 
 
“Oleh karena itu saya sekali lagi dengan rasa bangga dan kami semua karena apresiasi dari pak ketua dan ibu bapak anggota Komisi X terhadap upaya-upaya kami itu dan mudah-mudahan masyarakat juga akan merasakan itu,” harapnya.
 
(ACF) Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *