Sinopsis & Review Serial Arrow S3, Kedatangan Ra’s Al Ghul

Slade yang melarikan diri dijebak oleh Oliver. Felicity dibuat seolah-olah wanita yang dicintai Oliver sehingga Slade menculiknya. Ketika berhadapan dengan Oliver, Slade disuntikkan obat untuk menghilangkan Mirakuru oleh Felicity. Slade kemudian dimasukkan ke penjara bawah tanah A.R.G.U.S. yang pengawasannya ketat.

Season ketiga Arrow melanjutkan cerita tentang perjuangan Oliver dalam menyelamatkan Starling City yang diubah menjadi Star City. Ancaman yang datang pun bukan main-main melainkan dari pemimpin League of Assassins, Ra’s Al Ghul. Padahal Ra’s dan Oliver punya tujuan yang sama hanya cara mereka berbeda. Mau tahu sinopsis dan review Arrow Season 3? Mari simak sama-sama.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Superhero
  • Produksi: Berlanti Productions, Warner Bros. Television, DC Entertainment
  • Jumlah Episode: 23
  • Sutradara: Glen Winter, Wendey Stanzler, Stephen Surjik, John Behring, Michael Schultz
  • Pemain: Stephen Amell, Katie Cassidy, David Ramsey, Willa Holland, Emily Bett Rickards

Quentin diangkat menjadi kapten kepolisian. Sementara itu, Queen Consolidated berhasil diakuisisi oleh Ray Palmer. Bukan hanya itu, Ray juga ingin membangun ulang Starling City dengan nama baru yaitu Star City. Diggle yang baru punya anak dengan Lyla menuruti saran dari Oliver untuk berhenti dari tugas lapangan.

Oliver mulai berkencan dengan Felicity tapi dia kesulitan mengungkapkan perasaannya. Oliver juga belum bisa memisahkan diri antara menjadi Oliver dan Arrow. Sementara itu, kabar buruk harus menimpa Sara. Sara ditembak menggunakan panah oleh seseorang dan terjatuh dari bangunan yang tinggi sehingga dia meninggal.

Quentin mengingatkan Oliver tentang keberadaan orang yang pandai memanah dan bukan nggak mungkin mengincar Oliver juga. Quentin akhirnya menemukan pelaku pembunuhan Sara yaitu Simon Lacroix. Team Arrow berhasil menemukan target Lacroix selanjutnya dan menggagalkan percobaan pembunuhan.

Laurel berniat balas dendam atas kematian Sara tapi ditahan oleh Oliver. Lacroix kemudian mengaku bahwa dia nggak berada di Starling City ketika Sara dibunuh. Merasa rekan-rekannya kesulitan, Diggle memutuskan untuk kembali ke lapangan. Oliver memberi tahu Nyssa bahwa Sara sudah meninggal. Setelahnya, Nyssa menceritakan bahwa Tommy Merlyn masih hidup.

Tommy adalah orang yang diselamatkan Oliver di Hong Kong. Nyssa menambahkan bahwa Sara ditugaskan oleh League of Assassins untuk memastikan Tommy masih hidup. Merasa curiga pada Tommy, Oliver menemuinya. Tommy menyatakan dia kembali ke Starling City untuk membawa Thea pulang, bukan untuk membunuh Sara. Ternyata yang punya rencana jahat adalah Nyssa.

Nyssa ingin dipercaya menjadi pemimpin League of Assassins oleh Ra’s. Karena itu, dia menculik Thea. Oliver berhasil menyelamatkan Thea dengan bantuan Tommy. League of Assassins mendesak Oliver untuk menyerahkan pembunuh Sara dalam 48 jam, kalau nggak maka mereka akan menghabisi penuduk Starling City.

Team Arrow mencari petunjuk dan menemukan bahwa pelaku pembunuhan adalah Thea. Tommy mengaku bahwa dia meracuni Thea untuk membunuh Sara. Hal itu dilakukan agar Ra’s datang dan bertarung dengan Oliver. Oliver menjadi penantang pertama  dalam 67 tahun terakhir untuk berduel dengan Ra’s. Ra’s mengalahkan Oliver dengan mudah.

Sementara itu, Ray berhasil membuat A.T.O.M., sebuah pakaian tempur yang bisa membuat tubuhnya mengecil. Pakaian itu akan dia gunakan untuk menjadi seorang vigilante. Starling City harus melewati masa tanpa Oliver. Terjadi permasalah internal di tubuh Team Arrow. Felicity memilih untuk keluar dan bekerja sama dengan Ray.

Maseo, orang yang pernah menjadi rekan Oliver di Hong Kong, membawa tubuh Oliver yang penuh luka pada Tatsu, istri dari Maseo. Tatsu punya kemampuan untuk menyembuhkan serta meditasi untuk mengingat kejadian secara mendetil. Ketika mengobati Oliver, Tatsu dan Maseo diserang oleh anggota League of Assassins. Tatsu dan Maseo menang tapi berpura-pura terluka.

Maseo berpura-pura agar Ra’s mengira mereka nggak membunuh anggota League of Assassins, melainkan mencegah Oliver kabur. Maseo lalu menyarankan Oliver untuk berlatih dengan seorang ahli pedang agar bisa mengalahkan Ra’s. Oliver menurut lalu membawa Thea untuk berlatih bersamanya.

Pertemuan Ra’s dan Oliver justru membuat Ra’s kagum dan ingin mengangkat Oliver menjadi pemimpin League of Assassins. Oliver kembali ke Starling City yang bermasalah karena ketidakhadirannya. Merasa nggak sanggup melepas sosok Arrow, Oliver menolak permintaan Ra’s. Ra’s merasa nggak senang salah satu muridnya berani menolak permintaan.

Baca juga:

Ra’s datang ke Starling City dengan berpakaian seperti Arrow. Dia membunuh para penjahat. Hal itu membuat posisi Oliver terdesak. Sementara itu Quentin enggan melepaskan Oliver dari tanggung jawab setelah merasa sakit hati karena Oliver menyembunyikan kematian Sara. Apakah yang harus dilakukan Oliver untuk menyelamatkan Starling City?

Penggunaan Flashback

Seperti season-season sebelumnya, Arrow kembali menggunakan flashback dalam hampir setiap episode. Kalau biasanya menceritakan bagaimana Oliver berjuang di Lian Yu, di season ketiga ini lebih banyak menceritakan kehidupan Oliver di Hong Kong. Pada masa itu, Oliver mulai mendapat tugas karena menjadi anggota League of Assassins.

Penggunaan flashback di season ketiga ini terasa nggak terlalu efektif. Sebagian penonton menilai kalau flashback itu ditarik terlalu jauh ke belakang hanya demi mengenalkan karakter Maseo dan Tatsu sehingga terasa berlebihan. Alih-alih menggunakan flashback yang nyaris ada di tiap episode, cerita bisa disederhanakan lewat dialog.

Baca juga: Sinopsis & Review Arrow S2, Season yang Sulit Untuk Oliver!

Karakter Baru yang Menonjol

Secara keseluruhan, Arrow Season 3 nggak banyak mengenalkan karakter baru yang berpengaruh besar. Satu-satunya karakter baru yang menonjol adalah Ray Palmer, pemilik baru Queen Consolidated yang berganti nama menjadi Palmer Technologies. Kehadiran Ray berpengaruh besar pada plot utama dengan menjadi salah satu orang yang membantu Oliver di akhir season.

Kehadiran Ray juga memberikan subplot baru yaitu tentang cinta segitiga. Ray menjalin kedekatan dengan Felicity yang membuat cemburu Oliver. Bahkan ketika Oliver absen di Starling City, Felicity memutuskan keluar dari Team Arrow dan memilih berjuang bersama A.T.O.M. buatan Ray. Karakter Ray memberi bumbu romance, yang bikin serial ini jadi lebih berwarna.

Villain di Season 3

Season ketiga Arrow menampilkan beberapa villain yang punya misi sendiri di Starling City. Tapi semua mengerucut pada villain utama yaitu Ra’s Al Ghul. Sebagai pemimpin League of Assassins, Ra’s punya cara sendiri untuk menumpas kejahatan. Dia memilih cara radikal yaitu dengan menghancurkan kota yang dianggapnya sudah terlalu rusak dan kembali membangunnya dari nol.

Untuk mewujudkan misinya, Ra’s melatih anggota League of Assassins untuk bertarung baik secara fisik maupun strategi. Nyssa dikirim Ra’s ke Starling untuk mencari keberadaan Tommy yang dianggap berkhianat karena nggak mau mengamalkan nilai-nilai yang dianut League of Assassins. Hal itu berujung pada penjebakan yang dilakukan Tommy agar Oliver dan Ra’s bertarung.

Ketika Oliver menolak permintaan Ra’s untuk menggantikan posisi Ra’s sebagai pemimpin League, Ra’s nggak langsung bermain fisik. Dia lebih memilih untuk menjebak Oliver agar ditangkap di kotanya sendiri kemudian mencoba menguasai status quo. Dengan absennya Oliver, Ra’s bersama League bisa dengan mudah menaklukan Starling City.

Arrow Season 3 mengalami penurunan intensitas dibanding season sebelumnya. Walau mengalami penurunan, bukan berarti season ini nggak seru. Seperti biasa ada masalah baru yang diungkap di episode terakhir sebagai pintu menuju season berikutnya. Bagaimana menurutmu? Mari nonton, lalu bagikan ulasanmu di kolom komentar, teman-teman!

Arrow Season 3

9 / 10
Bacaterus.com

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *