48.572 Orang Gunakan KRL Yogyakarta-Solo Selama Larangan Mudik

Yogyakarta: Moda transportasi KRL relasi Yogyakarta-Solo digunakan ratusan ribu penumpang selama bulan ramadan 2021. Saat musim larangan mudik lebaran, pengguna KRL relasi itu hampir mencapai 50 ribu penumpang.
 
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengatakan sebanyak 121.417 orang menggunakan layanan KRL Yogyakarta-Solo sepanjang bulan puasa lalu. Jumlah pengguna terbanyak terjadi pada Sabtu 1 Mei 2021, yakni sebanyak 4.958 orang.
 
“Sedangkan KA Prambanan Ekspres (Prameks) melayani 34.406 orang dengan pengguna terbanyak pada Sabtu, 1 Mei 2021, sebanyak 1.415 orang,” kata Anne melalui siaran pers, Sabtu, 29 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Kemenhub Segera Bangun LRT dan BRT di Medan
 
Ane menjelaskan sebanyak 20 perjalanan KRL per hari beroperasi selama masa larangan mudik lebaran, yakni 6-17 Mei. Sementara ada delapan perjalanan KA Prameks pada masa tersebut.
 
Pada masa itu sebanyak 48.572 orang dilayani KRL Yogyakarta-Solo. Jumlah pengguna terbanyak terjadi pada Senin, 17 Mei 2021, dengam sebanyak 7.172 orang. Adapun untuk KA Prameks melayani 14.061 orang dengan pengguna terbanyak sebanyak 1.584 orang terjadi pada Senin, 17 Mei 2021.
 
“Angka ini turun 5,8 persen dibanding pekan sebelumnya, yaitu 51.589 orang untuk KRL Yogyakarta-Solo, dan turun 4 persen dibanding pekan sebelumnya yaitu 14.651 orang untuk KA Prambanan Ekspres,” jelasnya.
 
Sementara Stasiun Yogyakarta masih menjadi stasiun yang ramai dibanding stasiun lainnya di wilayah Kota Yogyakarta. Sebab selama masa larangan mudik stasiun ini melayani 14.639 pengguna KRL. Sedangkan di Stasiun Lempuyangan melayani 3.031 pengguna KRL.
 
Selain itu pengguna KRL yang keluar di Stasiun Yogyakarta sebanyak 13.452 orang dan yang keluar di Stasiun Lempuyangan berjumlah 7.413 orang. Ia menambahkan sejalan dengan normalnya kembali aktivitas warga, tak menutup kemungkinan stasiun-stasiun lain juga akan mengalami pertumbuhan pengguna KRL.
 
“Saat ini sebanyak 60 persen pengguna KRL menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), sementara kartu elektronik bank sebanyak 21 persen, dan dengan QR Code sebanyak 19 persen. Sementara itu selama masa larangan mudik KMT yang terjual berjumlah 7.384 unit dan kartu elektronik bank berjumlah 273 unit,” ujarnya.
 
 
(DEN)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *