Survei: Banyak Pejalan Kaki Merasa Kurang Aman dengan Mobil Swakemudi

Suara.com – Sebuah studi yang dilakukan American Automobile Association (AAA) dan Universitas Harvard mengungkap bila banyak pengguna jalan yang kurang aman dengan hadirnya kendaraan otonom atau mobil swakemudi.

Seperti dilansir dari Carscoops, melalui proyek Technology and Public Purpose Project at Harvard Kennedy School’s Belfer Center for Science and International Affairs, keduanya coba melakukan survei terkait keberadaan mobil dengan sistem tanpa pengemudi ini.

Hasilnya sebanyak 53 persen responden merasa kurang aman dengan mobil yang dapat mengemudi sendiri ini. Sedangkan 47 persen lainnya merasa kurang aman saat harus berbagi jalan di jalan raya.

Selain itu, 34 persen responden mengatakan mendukung program percontohan mobil otonom, dan 36 persen menentangnya. Sedangkan 31 persen sisanya tidak yakin dengan program yang telah digelar di 38 negara bagian ini.

Baca Juga: Izin Jajal Mobil Swakemudi di California Keluar, Nama Pony.ai Termasuk

Bus listrik swakemudi Volvo AB 7300 menjalani uji coba di kampus NTU, Singapura, Selasa (5/3/2019). [AFP/Roslan Rahman]
Bus listrik swakemudi Volvo AB 7300 menjalani uji coba di kampus NTU, Singapura, Selasa (5/3/2019). Sebagai ilustrasi kendaraan swakemudi [AFP/Roslan Rahman]

Dari yang menentang program itu, 77 persen mengatakan khawatir akan keselamatan jika harus berbagi jalan dengan kendaraan yang dapat mengemudi sendiri.

Sebanyak 62 persen memiliki kekhawatiran tentang siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi insiden dengan mobil otonom.

Lebih dari setengah responden juga meyakini bahwa masyarakat perlu mengetahui tata cara untuk berperilaku di sekitar kendaraan saat melakukan pengujian mobil otonom.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *