PLN Bali Ajak Petani Beralih ke Mesin Pertanian Tenaga Listrik

Bangli: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) UID Bali mengajak petani beralih dari mesin berteknologi diesel menjadi teknologi mesin berbasis listrik. Hal itu untuk lebih meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang selama pandemi covid-19 mampu bertahan dan menyokong ekonomi Bali.
 
“Guna mendorong peningkatan produktivitas pelaku usaha di sektor pertanian ini kami mengembangkan program electrifying agriculture yang memudahkan masyarakat dalam mengakses listrik,” kata GM PLN UID Bali I Wayan Udayana, di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, dilansir dari Antara, Jumat, 28 Mei 2021.
 
Saat ini masyarakat Bali, khususnya sektor pariwisata, masih berjuang untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi covid-19. Namun sektor lain, semisal pertanian, mampu bertahan dan menyokong ekonomi Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Manfaat teknologi mesin berbasis listrik itu selain peningkatan produktivitas, juga efisiensi biaya produksi serta lebih ramah lingkungan. Tinggal mengalihkan mesin penggilingan, mesin pompa air irigasi, dan sebagainya ke mesin berbasis listrik,” tuturnya.
 
Udayana mengatakan potensi Bali untuk membangkitkan perekonomian melalui sektor pertanian sangat besar. “Hingga April, sebanyak 159 pelanggan telah menikmati program pertanian berdaya listrik,” urainya.
 
“Program itu antara lain untuk kebutuhan pengairan atau irigasi, penggilingan padi, dan penggunaan inovasi lainnya seperti lampu UV untuk menstimulasi pertumbuhan tanaman,” tambahnya.
 
Ia menjelaskan di masing-masing daerah memiliki potensi pengembangan program pertanian berdaya listrik ini. Misalnya saja di Kabupaten Jembrana dan Buleleng masih banyak petani yang menggunakan pompa air diesel untuk pengairan.
 
“Sedangkan di selatan Bali, masih banyak penggilingan padi yang menggunakan mesin diesel berbahan bakar solar yang tidak ramah lingkungan,” pungkas dia.
 
(ABD)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *