Pendeta di India Berdoa Memohon belas kasih dari Dewi Korona

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI-  India berupaya dengan segala macam cara untuk menghadapi pandemi korona. Dua patung ‘Dewi Korona’ dibuat di kota Coimbatore di negara bagian Tamil Nadu saat negara itu sedang menghadapi gelombang kedua Covid-19.

Para pendeta Hindu di sebuah kuil India berdoa setiap hari kepada dua dewi korona dalam upaya menjinakkan pandemi saat negara itu berjuang melawan penyebaran Covid-19.

Dua patung “Dewi Korona” telah dipasang di kota selatan Coimbatore di negara bagian Tamil Nadu, yang terkena dampak parah dalam wabah yang telah menewaskan 100.000 orang di seluruh negeri dalam empat minggu terakhir.

India pada Kamis mencatat 211.298 kasus virus korona baru selama 24 jam terakhir, sementara kematian akibat COVID-19 naik 3.847.

Kasus keseluruhan negara Asia Selatan itu sekarang mencapai 27,37 juta, sementara total kematian mencapai 315.235, menurut data kementerian kesehatan.

Kuil Kamatchipuri Adhinam ditutup untuk jamaah karena tingkat infeksi Coimbatore yang tinggi, tetapi para pendeta membuat dua buah patung dewi korona.

Satu patung terbuat dari kayu cendana dan yang lainnya dari batu.

Mereka meninggalkan makanan dan persembahan lainnya, mengucapkan doa dan berharap diakhirinya pandemi.

Mereka juga memandikan berhala dengan air kunyit dan susu.

“Kami pernah memiliki kuil serupa untuk penyakit cacar, cacar, dan wabah di masa lalu,” kata pengelola kuil Anandbharathi K dikutip Aljazeera.

“Kami menyembah virus berupa dewi dan mendoakannya setiap hari untuk mengurangi dampak penyakit ini,” tambahnya.

Saat jumlah kasus berkurang di sebagian besar India, negara berpenduduk 1,3 miliar itu dikejutkan oleh gelombang pandemi terbaru yang parah, banyak warga membanjiri rumah sakit dan menyebabkan kekurangan oksigen dan obat-obatan.

“Bahkan dokter tidak dapat menangani. Jadi kami beralih ke iman dan Tuhan sebagai pilihan terakhir,” kata Anandbharathi.

Para pendeta berencana untuk melanjutkan doa mereka kepada berhala “Dewi Korona” selama tujuh minggu lagi. (*)

Sumber: Aljazeera

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *