Gerindra: APBN Harus Ciptakan Lapangan Kerja Seluas-luasnya

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam situasi COVID-19, semua kegiatan pemerintahan, ekonomi, kemasyarakatan, bahkan peribadatan menjadi sulit.

Sampai pembangunan termasuk pengadaan barang dan jasa terhenti karena refocusing anggaran, baik yang berasal dari APBD maupun APBN.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan hal itu saat menghadiri halal bi halal Partai Gerindra Sumatera Selatan, di kantor DPD Partai Gerindra, Palembang pada Kamis (27/5/2021).

“Pada tahun 2020 tidak ada pengadaan barang dan jasa, akibatnya tidak ada belanja dan pembangunan. Perekonomian macet, kampus tutup, sekolah tutup, bahkan pasar dan mall pun tutup. Tidak ada kegiatan ekonomi,” ujar Muzani di lokasi.

Namun memasuki tahun 2021, suasana lambat laun mulai berubah.

Baca juga: Pembiayaan Utang APBN Naik 80,8 Persen Capai Rp 410 Triliun Per April 2021

“Kita kini memasuki kehidupan new normal dimana setiap gerak harus menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak,” terang Muzani.

Maka, lanjutnya, di tahun ini pun belanja pemerintah terhadap barang dan jasa sudah mulai dilakukan.

“Ada optimisme baru yang diharapkan bisa mendorong perekonomian daerah dan meningkatkan daya beli di masyarakat. Karena pengadaan barang dan jasa sudah mulai dilakukan melalui tender. Kita bersyukur atas situasi yang kini mulai membaik,” jelas Muzani.

“Gerindra berharap agar serapan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD harus tepat sasaran,” harap Muzani yang juga ketua Fraksi Gerinddra DPR RI.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *