3 Indeks Utama Wall Street Kompak Ambruk

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ambruk pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena pengukur inflasi utama menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari yang diantisipasi dan investor merespons dengan ketakutan.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 13 Mei 2021, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 681,50 poin atau 1,99 persen menjadi 33.587,66. Indeks 30 saham turun sebanyak 713 poin pada sesi terendahnya. Kemudian S&P 500 turun 89,06 poin atau 2,14 persen menjadi 4.063,04. Indeks Komposit Nasdaq merosot 357,75 poin atau 2,67 persen menjadi 13.031,68.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama indeks S&P 500 ditutup di area merah, dengan sektor kebijakan konsumen dan teknologi masing-masing turun 3,28 persen dan 2,86 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor energi terpantau naik 0,06 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Reaksi pasar muncul setelah data menunjukkan lonjakan indeks harga konsumen (CPI) AS yang lebih kuat dari perkiraan pada April.
 
“Harga konsumen AS naik 0,8 persen pada April, dengan kenaikan 12 bulan sebesar 4,2 persen,” kata Departemen Tenaga Kerja AS.
 
Ini menandai pertumbuhan 12 bulan terbesar sejak kenaikan 4,9 persen untuk periode yang berakhir September 2008. Bacaan lebih tinggi dari perkiraan pasar, memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin mundur dari kebijakan ultra longgar lebih awal dari yang diharapkan.
 
“Sementara jalur inflasi sulit untuk diprediksi, ada berbagai alasan untuk mengharapkan peningkatan inflasi terkait dengan pembukaan kembali yang sebagian besar bersifat sementara,” kata Gubernur Federal Reserve Lael Brainard.
 
“Saya akan tetap memperhatikan risiko bahwa apa yang tampak seperti tekanan inflasi sementara dapat terbukti persisten saat saya memantau dengan cermat data yang masuk. Jika risiko ini terwujud, kami memiliki alat dan pengalaman untuk memandu inflasi kembali ke target kami,” pungkasnya.
 
 
(ABD)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *