Wall Street Anjlok, Dow Jones Ambruk 473 Poin

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dan mencatat penurunan dua hari berturut-turut sepanjang minggu ini. Kondisi tersebut terjadi karena tekanan aksi jual terus berlanjut di Wall Street.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 12 Mei 2021, indeks Dow Jones Industrial Average turun 473,66 poin atau 1,36 persen menjadi 34.269,16, hari terburuk sejak 26 Februari. Indeks S&P 500 turun 36,33 poin atau 0,87 persen menjadi berakhir di 4.152,10. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 12,43 poin atau 0,09 persen menjadi 13.389,43 poin.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing turun 2,56 persen dan 1,67 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor material naik 0,35 persen, satu-satunya kelompok yang menguat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis. Pada Senin waktu setempat, pasar AS ditutup lebih rendah, dengan Nasdaq terbebani oleh pelemahan di saham teknologi.
 
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyerukan agar Amerika menjalin kerja sama untuk melawan persaingan dari Tiongkok, dengan ketegangan antara kedua negara kian memanas. Sejauh ini, hubungan kedua negara belum mendingin dan kerja sama di antara keduanya sangat penting dalam hal pemulihan ekonomi global.
 
“Presiden Tiongkok Xi Jinping sangat bersungguh-sungguh untuk menjadi negara yang paling signifikan dan penting di dunia,” kata Biden dalam sambutannya.
 
Dia mengutip lebih dari 24 jam percakapan pribadi dan perjalanan dengan Xi, yang ditemui Biden sebagai wakil presiden selama Pemerintahan Obama. Biden mengatakan bahwa Xi dan para otokrat lainnya berpikir bahwa demokrasi tidak dapat bersaing di abad ke-21 dengan otokrasi, karena terlalu lama untuk mendapatkan konsensus.
 
Ketegangan antara AS dan Tiongkok meningkat di bawah mantan Presiden Donald Trump, yang menggunakan tarif dan sanksi untuk mencoba mengatasi keluhan lama tentang praktik tidak adil Tiongkok. Hal itu termasuk mewajibkan perusahaan untuk mentransfer teknologi untuk melakukan bisnis secara lokal.
 
 
(ABD)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *