Loket Ramah Lingkungan Stasiun Kereta Api JR Jepang Akan Berkurang Jadi 70

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Menurut JR East, saat ini terdapat 231 kantor tiket ramah lingkungan (Midori no madoguchi) di wilayah metropolitan Tokyo dan 209 stasiun di luar Tokyo, masih dalam kekuasaan JR East.

Namun  pada tahun 2025, masing-masing akan berkurang menjadi sekitar 70 stasiun, baik di dalam Tokyo maupun di luar Tokyo.

“Mulai tahun 2025 nanti, jumlah loket Midori no Madoguchi akan menjadi 70 loket saja di dalam Tokyo dan 70 loket saja di luar Tokyo,” papar Yuji Fukasawa Presiden JR East Selasa (11/5/2021).

Kebijakannya adalah meninggalkan keberadaan loket stasiun terutama ke Shinkansen dan halte ekspres terbatas serta stasiun dengan banyak pengguna, tetapi jumlah kantor tiket ramah lingkungan akan berkurang  menjadi hanya skeitar 70 loket saja.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi stasiun dengan mengurangi biaya dan peluang untuk menjual tiket secara langsung, tanpa bersentuhan dengan petugas loket lagi.

JR East mengumumkan pada tanggal 11 Mei  bahwa mereka akan meninjau tata letak “Midori no Madoguchi” di Tokyo dan di daerah lain.

Relokasi Midori no Madoguchi akan dilakukan sejalan dengan perubahan gaya manajemen yang dikembangkan perusahaan, seperti menjadikannya tanpa tiket dan mobile.

Saat ini, jumlah kantor tiket ramah lingkungan yang dipasang di 231 stasiun di wilayah metropolitan Tokyo dan 209 stasiun di wilayah luar Tokyo  telah berkurang sedikit demi sedikit.

Tata letaknya akan seimbang, berpusat pada stasiun yang memiliki jumlah kegunaan tertentu, seperti di stasiun Shinkansen dan stasiun ekspres terbatas.

Seiring dengan pengurangan loket, pengenalan “mesin penjual tiket kursi khusus berbicara” seperti robot, yang dipasang di 14 stasiun pada Mei 2021 juga telah berkembang.

Operator akan mendukung jangkauan yang tidak dapat ditangani oleh mesin penjual tiket kursi biasa yang dipesan, seperti pengguna yang tidak terbiasa dengan pengoperasian perangkat dan tiket yang memerlukan sertifikat.

Perusahaan menjelaskan bahwa penggunaan mesin penjual tiket mengalami penurunan karena dimulainya layanan Suica di jarak pendek, dan sekitar 80% penumpang menggunakan layanan penjualan tiket otomatis selain loket yang dilayani petugas.

Kedepannya, akan terus mengedepankan tanpa tiket dan mobilitas, mewujudkan pergerakan yang mulus dan bebas stres, serta menjawab kebutuhan non-kontak dalam masyarakat selama masa pandemi corona dan pasca-korona.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: [email protected] dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *