Turki Sebut Israel Apartheid, Tuntut Diakhirinya Serangan ke Palestina

Ankara: Turki pada Senin menyebut Israel sebagai “negara apartheid” yang harus mengakhiri “serangan keji dan kejam” terhadap warga Palestina. Hingga saat ini bentrokan berkecamuk di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
 
Kelompok Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, ratusan orang terluka dalam bentrokan baru pada Senin yang terjadi menjelang demonstrasi yang direncanakan menandai pengambilalihan kota suci oleh Israel pada 1967.
 
Baca: Ratusan Warga Palestina Terluka dalam Bentrokan Baru dengan Pasukan Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Bentrokan itu adalah yang terbaru dalam hari-hari gangguan terburuk seperti itu di Yerusalem sejak 2017.
 
“Kepada dunia Islam, kami berkata: Saatnya menghentikan serangan keji dan kejam Israel!” sebut Juru Bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, menulis di Twitter, seperti dikutip AFP, Senin 10 Mei 2021.
 
“Kepada umat manusia, kami berkata: Sudah waktunya untuk menempatkan negara apartheid ini pada tempatnya!,” tegasnya.
 

Turki Sebut Israel <i>Apartheid</i>, Tuntut Diakhirinya Serangan ke Palestina” class=”big_center fluid” src=”https://bahana.net/wp-content/uploads/2021/05/turki-sebut-israel-apartheid-tuntut-diakhirinya-serangan-ke-palestina.jpg”><br />Warga Turki berdemo menentang serangan pasukan Israel ke warga Palestina. Foto: AFP<br /> <br />Erdogan sendiri pada Sabtu menyebut Israel sebagai “negara teroris yang kejam” yang menyerang orang-orang Palestina “dengan cara yang biadab tanpa etika”.<br /> <br />Hubungan antara Israel dan Turki menegang sejak sebuah LSM Turki mengirim armada kapal yang mencoba mematahkan blokade Israel di Jalur Gaza pada  2010.<br /> <br />Sementara ratusan orang berdemonstrasi untuk mendukung warga Palestina pada Minggu malam di luar konsulat Israel di Istanbul. Polisi Turki tidak turun tangan meskipun ada larangan pertemuan publik besar-besaran karena pandemi virus korona.<br /> <br />Baca: <a href=Paus Fransiskus Serukan Penghentian Kekerasan di Yerusalem.
 
Sejumlah pejabat tinggi Turki menulis di Twitter pada Senin untuk mengecam tindakan Israel. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan mereka “yang tidak berbicara menentang kekejaman ini seharusnya tidak membicarakan (Proses) Perdamaian Timur Tengah”.
 
Anggota Kuartet Timur Tengah -,AS, Rusia, Uni Eropa dan PBB,- pada Sabtu menyatakan, “keprihatinan yang mendalam atas kekerasan tersebut dan meminta otoritas Israel untuk menahan diri”.
 
(WIL)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *