Sinopsis & Review Serial Deadwind Season 2, Penuh Intrik

Kemunculan Deadwind berhasil mencuri perhatian penggemar film crime drama. Alasannya adalah serial ini berhasil membuat penonton penasaran dan bertanya-tanya. Di ending season pertama ada adegan yang menggantung yaitu bagaimana perasaan Sofia hancur mengingat kembali bahwa video pribadi Henna tersebar.

Di season kedua, Sofia harus kembali menekuni pekerjaannya sebagai detektif di bidang pembunuhan dengan menyediliki kasus. Dia juga masih berpasangan dengan Nurmi dalam bekerja. Yang membedakan adalah pembunuhan yang terjadi lebih dari satu. Penasaran sama keseruannya? Simak dulu review dan sinopsis Deadwind Season 2 di sini!

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Crime, Drama
  • Produksi: Dionysos Films, Odeon Fictions, Apc Studios
  • Jumlah episode: 8
  • Sutradara: Rike Jokela
  • Pemain: Pihla Viitala, Lauri Tilkanen, Mimosa Willamo, Noa Tola, Leena Poysti, Raimo Gronberg

Dua mayat manusia ditemukan di dua lokasi berbeda. Satu berada di Helsinski, Finlandia, dan satu lagi berada Tellinn, Estonia. Kondisi keduanya pun berbeda, seorang dibiarkan mati kedinginan di tengah salju dan satu lagi digantung di jembatan. Ada satu kesamaan dari kedua korban itu, keduanya meninggal dengan kondisi mata ditutupi oleh kain.

Kedua lokasi berbeda itu merupakan sebuah terowongan yang diprakarsai walikota Helsinki, Sara Tulisou. Sara berencana membuat terowongan untuk memudahkan akses dari Helsinki ke Tellinn. Dia bahkan sudah berhasil mengikat kontrak dengan perusahaan bernama Kaartamo Nordic. Proyek itu terganjal keterbatasan dana, ketidaksetujuan anggota dewan dan dugaan korupsi.

Sofia dan Nurmi mulai menyelidiki kasus pembunuhan. Mereka menemukan petunjuk pertama, kedua korban bekerja dalam proyek yang sama yaitu pembangunan terowongan. Pencarian fakta terus dilakukan sampai ditemukan petunjuk baru. Kedua korban terlibat pertemuan yang diselenggarakan di kapal pesiar bernama Meelika yang salah satu penumpangnya adalah Sara.

Ketika petunjuk perlahan-lahan terhubung, banyak korban yang berjatuhan dan semuanya menghadiri pertemuan yang sama dengan dua korban awal. Mulai timbul kecurigaan bahwa sang pembunuh berantai mengincari satu per satu penumpang Meelika. Sara yang awalnya dicurigai pun berubah menjadi calon target.

Ada lagi dua korban yang meninggal. Kali ini Tapio Koskimaki, atasan dari Sofia dan Nurmi, beserta anak perempuannya Kerttu. Sofia dan Nurmi mencurigai ada keterkaitan antara kematian Tapio dan beberapa penumpang Meelika. Mereka kemudian menemukan sertifikat kematian salah satu penumpang Meelika yaitu Jimi Aho.

Sofia dan Nurmi menyelidiki orang-orang yang berhubungan dengan Jimi Aho termasuk sang ibu, Routa. Mereka menemukan hubungan antara Tapio dan Jimi. Jimi meninggal dibunuh di Meelika dan yang menandatangani sertifikat kematian adalah Tapio. Sang pembunuh mengincar orang-orang di kapal sebagai upaya balas dendam atas kematian Jimi.

Sent, atasan dari Tapio, memilih Kulju untuk memimpin divisi kasus pembunuhan yang artinya menjadi atasan baru bagi Sofia dan Nurmi. Merasa kasus-kasus yang diselidiki terkait, Sofia dan Nurmi merasa bahwa mereka sedang mencari lebih dari seorang pembunuh, dengan motif yang berbeda-beda.

Subplot di Season 2

Season pertama Deadwind berhasil menyajikan tontonan solid dengan subplot dalam jumlah yang tepat. Di season kedua ada jauh lebih banyak subplot yang di awal mungkin nggak terlihat berhubungan tapi menuju akhir season, baru bisa ditemukan benang merahnya. Banyaknya subplot ini berpengaruh besar sehingga membuat cerita semakin pelik.

Walikota Helsinski, Sara, menjadi salah satu karakter yang paling banyak diberikan panggung. Dia membuka proyek membuat terowongan dari Helsinski ke Tellinn, bekerja sama dengan perusahaan yang berbuat curang melalui bisnis kasino. Dia juga berperan besar atas terbitnya sertifikat kematian di Meelika karena dia yang mendesak Tapio untuk menandatanganinya.

Selain subplot tentang proyek terowongan, ada juga subplot tentang kiprah Sara di dunia politik. Dia tersandung dugaan korupsi dan proyek terowongannya terhambat. Kedua hal itu dijadikan alat untuk menjatuhkan Sara oleh para pesaingnya. Termasuk orang kepercayaannya yang berniat untuk menjual informasi rahasia pada pihak oposisi.

Ada juga subplot tentang bisnis narkoba yang melibatkan Jimi. Hal itu pula yang menyebabkannya berada di Meelika. Selain itu ada juga subplot tentang polisi korup yang mengarahkan petunjuk pada Tapio. Dibanding dengan season pertama, season kedua jauh lebih berat untuk dicerna karena banyaknya subplot yang disertakan.

Baca juga: Sinopsis & Review Serial Deadwind Season 1

Penggunaan Tempo

Deadwind dikenal dengan kemampuannya untuk menyajikan plot solid dengan memberi porsi yang tepat untuk menunjukkan karakter-karakternya. Hal yang dilakukan di season pertama itu, dilakukan juga di season kedua. Hanya saja ada perbedaan signifikan kali ini. Dibanding season pertama, kali ini tempo yang digunakan terasa jauh lebih cepat dan intens.

Baca juga:

Banyaknya subplot yang mencakup lebih banyak unsur menjadi alasan utamanya. Selain itu, keputusan menggunakan delapan episode pun berpengaruh besar. Ada kesan terlalu terburu-buru untuk mengungkap satu petunjuk ke petunjuk lain begitu juga dengan masalah-masalah yang ada. Butuh fokus tinggi ketika menontonnya karena masalah yang muncul saling terkait.

Masalah Personal Sofia dan Nurmi

Sofia dan Nurmi merupakan nyawa dari Deadwind. Di season kedua, mereka diberikan pengembangan dari segi cerita. Nurmin mendapat porsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan Sofia. Dia harus berhadapan dengan kedatangan seseorang dari masa lalu yang cukup mempengaruhinya dalam bekerja.

Sofia juga mendapatkan pengembangan di season kedua. Masalah personalnya sebagai orang tua tunggal jauh lebih rumit. Henna yang memutuskan untuk tinggal bersama ayah kandungnya ternyata jatuh ke dalam lubang narkoba, bisnis yang ditekuni sang ayah. Begitu juga dengan Emil yang berubah menjadi perundung di sekolahnya.

Semakin rumitnya kasus yang harus dipecahkan Sofia sebanding dengan masalah personalnya. Profesionalismenya harus diuji sebagai detektif pembunuhan sekaligus perannya sebagai ibu. Walau begitu, karakternya yang berani melabrak aturan kembali muncul. Dia nekad melakukan penyelidikan di Tellinn padahal daerah itu di luar yurisdiksinya.

Sofia digambarkan sebagai seseorang yang melihat sisi baik dan buruk dari seberapa besar manfaatnya. Makanya, dia nggak segan melewati batas kewenangannya demi bisa mendapat petunjuk pembunuhan. Tapi ketika dihadapkan dengan masalah sang anak yang terlibat narkoba dan perundungan, dia harus berpikir lebih keras, apakah memilih baik dan buruk atau benar dan salah?

Keistimewaan Deadwind adalah penyajian misterinya. Ketika kita menebak satu karakter sebagai pelaku, ada petunjuk yang mengarahkan pada karakter lain. Ciri khasnya ini kembali disuguhkan pada season kedua. Ada banyak kejutan yang diungkap menuju akhir season. Di episode terakhir ada adegan yang dibuat menggantung, mungkin jembatan ke season berikutnya?

Kalau kamu sudah menonton Deadwind Season 1, pastinya kamu nggak perlu berpikir ulang untuk menonton Deadwind Season 2. Kalau kamu belum menonton sama sekali, kamu bisa langsung menonton season kedua. Tapi kalau ingin mengenal Sofia dan Nurmi lebih dalam, sebaiknya mulai dari season pertama dulu. Sudah nonton? Ayo bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Deadwind Season 2

7.5 / 10
Bacaterus.com

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *