Kebhinekaan Modal Utama Menghadapi Modernisasi

Jakarta: Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Uhamka Jakarta, Ai Fatimah Nur Fuad, menyebut Bhinneka Tunggal Ika merupakan modal utama masyarakat Indonesia menghadapi modernisasi. Perbedaan bukan pemisah, melainkan pemersatu bangsa Indonesia.
 
“Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu itu merupakan semboyan bangsa Indonesia saat ini dan yang akan datang, juga sudah terbukti di masa-masa sebelumnya,” kata Fatimah dalam diskusi virtual, Sabtu, 8 Mei 2021.
 
Menurut dia, keragaman dalam Bhinneka Tunggal Ika sesuai dengan semangat pluralisme. Hal tersebut merupakan potensi strategis mewujudkan pembangunan sekaligus rahmat dari Allah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Ai Fatimah menyebut perbedaan merupakan jalan untuk mengenali satu sama lain. Serta menghormati dan menghargai saudara sebangsa.
 
(Baca: Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Islam)
 
“Lalu akan tumbuh potensi-potensi terbaik dalam menghargai kebhinekaan dan kebersamaan dalam berbangsa untuk menghadapi modernisasi,” kata dia.
 
Ai Fatimah mengutip surat Al-Maidah ayat 8 yang menuntut umat Muslim berlaku adil dan tak memandang suatu masalah dengan dasar kebencian terhadap etnis tertentu. Artinya, interaksi dengan pihak lain harus didasari fairness atau keadilan dan tak didasari perbedaan etnis, agama, dan adat.
 
Dia menyebut perbedaan tak boleh jadi jurang pemisah. Pluralisme seharusnya bisa menjadi penyaring dampak negatif, khususnya dari globalisasi. Sehingga, tidak menggerus nilai-nilai kebersamaan di Indonesia.
 
“Sesuai dengan tuntunan dan anjuran Alquran di tengah globalisasi seperti sekarang ini,” kata Ai Fatimah.
 
(REN)
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *