Review & Sinopsis Vikings S4, Pembalasan Anak-Anak Ragnar

Season ketiga Vikings berakhir dengan mayat Ragnar yang dibawa menggunakan peti untuk dipertemukan dengan Uskup di gereja. Dia tiba-tiba bangun kemudian menyandera Princess Gisla dan membuat bangsa Viking bebas masuk ke kota Paris. Ending yang mengejutkan itu menjadi puncak dari keseruan yang dibangun dari awal season.

Vikings Season 4 melanjutkan keberhasilan bangsa Viking menduduki Prancis. Tapi masalah tetap muncul dengan adanya kematian yang mengakibatkan pergeseran kekuasaan serta perebutan kekuasaan. Terlebih mereka mulai berkuasa di Wessex dan Prancis. Penasaran dengan review dan sinopsisnya? Langsung simak saja, yuk!

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Historical Drama
  • Produksi: World 2000 Entertainment, Take 5 Productions, MGM Television
  • Jumlah episode: 20
  • Sutradara: Ciaran Donnelly, Helen Shaver, Ken Girotti, Jeff Woolnough, Daniel Grou
  • Pemain: Travis Fimmel, Katheryn Winnick, Clive Standen, Gustaf Skarsgard, Alexander Ludwig

Ragnar yang terluka dalam mimpinya berjalan menuju Valhalla tapi pintunya tertutup sebelum dia masuk. Bjorn menangkap Floki karena membunuh Athelstan. Di Hedeby, Earl Karl menyatakan akan berbagi Earldom dengan Lagertha. Dia ternyata mencoba mengasingkan Lagertha tapi justru anak buahnya mengkhianatinya dan membuat Lagertha menjadi pemimpin tunggal.

Bjorn memutuskan untuk pergi sendirian menyusuri hutan. Rollo mulai menjadi penguasa di Francia dengan istrinya Princess Gisla. Di Wessex, Ecbert mencoba membebaskan Princess Kwenthrith yang ditawan. Aethelwulf berhasil menyelamatkan Kwenthrith tapi belum tahu kalau ayahnya berselingkuh dengan sang istri, Judith.

Rollo mulai membangun benteng agar bangsa Viking nggak datang ke wilayahnya. Bjorn yang sendirian di hutan berhasil mengalahkan seseorang yang ternyata menggunakan cincin King Horik. Ragnar diobati oleh Yidu. Bjorn tiba di Heredy dan ingin membawa pergi istri Erlendur, Torvi. King Harald Finehair tiba di Kattegat dan menyatakan ingin menjadi raja di seluruh Norwegia.

Halfdan, suadara Harald, tiba di Kattegat dengan niat menyingkirkan orang-orang beragama Kristen. Torvi menyatakan bahwa cincin yang ditemukan Bjorn merupakan milik Erlendur. Aethelwulf bersekutu dengan Kwenthrith untuk mengambil alih lagi Mercia. Sementara di Hedeby, Lagertha hamil anak dari Kalf. Sebelum menikah, Lagertha membunuh Karl dan menjadikannya Earl tunggal.

Ragnar berencana untuk menjajah Paris. Dia bertanya pada peramal bagaimana dia akan mati. Peramal menjawab bahwa Ragnar akan mati ketika orang buta bisa melihatnya. Ragnar bersama Lagertha dan Harald tiba di Prancis lalu menawan beberapa orang Prancis. Pasukan Ragnar datang setelah pasukan sebelumnya tewas karena badai. Rollo menunggu kedatangan mereka.

Pertempuran terjadi dengan Rollo berhasil melumpuhkan pasukan Ragnar yang ditolong oleh Bjorn. Di Wessex, Ecbert bertemu Prince Wigstan yang mengatakan warga Mercia nggak akan menerima kehadiran Kwentrith sebagai ratu dan akan memberikan Mercia pada Ecbert. Ragnar kembali menyerang Paris dengan membabi buta, hal itu dipertanyakan oleh Harald.

Kondisi kesehatan Ragnar makin memburuk dan Yidu nggak mau mengobatinya. Ragnar menghabisi Yidu. Kwenthrith mencoba membunuh Ecbert tapi malah dibunuh oleh Judith. Aethewulf dan Roland tiba di Roma. Erlendur mengancam Torvi agar membunuh Bjorn atau anaknya akan mati. Ragnar kembali memimpin penyerangan ke Paris.

Ragnar berniat membunuh Rollo tapi Rollo terlalu tangguh. Pendudukan bangsa Viking di Wessex sudah musnah seiring dengan kekuasan Ecbert. Ragnar kembali ke Kattegat dan menantang siapa pun anak-anaknya yang berani membunuhnya, maka akan menjadi raja. Ubbe menjadi yang pertama menantang Ragnar tapi mereka malah berbaikan.

Ragnar mengajak anaknya untuk menjajah Inggris tapi Bjorn bersama Floki, Harald dan Hvitserk memilih menjajah daerah Mediterania. Ivar merasa menjadi anak Ragnar membuat hidupnya penuh tekanan. Sekembalinya dari Hedeby, Ragnar mencoba bunuh diri tapi digagalkan oleh burung gagak. Dia mengajak Ivar menjajah Inggris.

Upaya Ragnar merekrut pasukan gagal total, dia pun membicarakan niatnya untuk menyerang Paris pada Bjorn. Bjorn memilih untuk bernegosiasi dengan Rollo. Setelah berhasil mendapat harta, Ragnar berhasil merekrut pasukan untuk ke Inggris. Ivar yang juga ikut dalam penglihatan Aslaug akan meninggal dengan cara tenggelam.

Ragnar dan Ivar sampai di Inggris dalam kondisi yang buruk karena menghadapi badai. Bjorn sempat dijebak Rollo yang awalnya nggak menjamin keselamatannya di Paris walau akhirnya berubah pikiran. Lagertha menyerang Kattegat untuk mengambil tahta dari Aslaug karena dia nggak bisa memaafkan tindakan Aslaug yang merebut Ragnar.

Baca juga:

Ragnar ditemui Ecbert dan dipertemukan dengan Magnus. Ragnar menyatakan bahwa dia dan Kwenthrith nggak pernah berhubungan seks dan Magnus diasingkan. Ecbert membebaskan Ragnar dan menyerahkannya pada King Aelle setelah menolak permintaan untuk membunuh Ragnar. Ivar dijamin untuk sampai ke Kattegat dengan selamat. Ragnar menyatakan bahwa anak-anaknya akan membalas dendam pada Ecbert.

Ragnar dieksekusi di Northumbria dengan dimasukkan ke sebuah tempat bersama beberapa ekor ular. Ivar sampai di Kattegat dan merencanakan balas dendam dengan anak-anak Ragnar yang lain. Sementara itu, Bjorn menjajah Algerica tapi Halfdan dan Harald berniat melenyapkan Bjorn agar niat menjadi raja tunggal di Norwegia terwujud. Bisakah anak-anak Ragnar balas dendam?

Lebih Banyak Subplot

Vikings Season 4 tetap mempertahankan ciri khasnya dengan banyaknya intrik memperebutkan wilayah dan kekuasaan. Hanya saja dibanding season-season sebelumnya, season kali ini terasa lebih banyak subplot yang disertakan. Episode yang sebelumnya hanya berjumlah 8 kini berubah menjadi 20 dengan dibagi menjadi dua part.

Keputusan penambahan episode seperti memang nggak umum. Mungkin hanya sebagian serial yang perbedaan jumlah episode setiap season begitu jomplang. Banyaknya subplot ini bisa dibuat lebih solid tapi Vikings season 4 memilih untuk merentangkannya sehingga membuat cerita terasa menumpuk.

Lebih Banyak Wilayah

Secara garis besar, season keempat Vikings membagi cerita di lima wilayah, Kattegat, Hedeby, Wessex, Northumbria dan Francia. Tiap wilayah mempunyai konfliknya masing-masing. Rollo mempertahankan Francia dari serangan bangsa Viking. Wessex dikuasai Ecbert yang kemudian menguasai Mercia, Northumbria dikuasai Aelle. Kattegat diperebutkan oleh Lagertha dan Aslaug.

Di tengah banyaknya wilayah yang dibahas permasalahannya, ada juga empat anak Ragnar yang mempunyai cerita berbeda. Bjorn berusaha bernegosiasi dengan Rollo untuk mendapatkan wilayah di Francia, Ivar ikut ke Inggris sementara Ubbe dan Sigurd tinggal di Kattegat. Penambahan wilayah dan karakter tentunya memaksa penonton untuk lebih fokus mengikuti alur cerita.

Intensitas Berkurang

Keputusan mengubah season 4 menjadi 20 episode membuat Vikings terasa berkurang intensitasnya dibanding dua season sebelumnya. Banyak drama disertakan dalam subplot sehingga cerita sangat melebar. Di akhir season, baru intensitas yang biasa terlihat di Vikings kembali muncul. Dibanding season  sebelumnya, season keempat ini terasa lebih lama menuju puncak konflik.

Season keempat Vikings seolah menjadi periode transisi karena Ragnar diceritakan meninggal. Banyak cerita di season kali ini yang dijadikan subplot dan mengaburkan fokus utama yaitu pembalasan dendam atas kematian Ragnar. Cerita balas dendam itu terbukti berhasil menunjukkan karakter serial Vikings yang kita kenal.

Vikings Season 4 bukanlah tontonan yang mengecewakan. Perlu proses yang lebih lama untuk mencerna subplot yang terlalu banyak disertakan. Walau begitu nggak mengubah karakteristik yang biasa disajikan dalam serial ini. Hanya saja dari ukuran intensitas yang biasa, season kali ini terasa berjalan lebih lambat. Bagaimana menurutmu? Bagikan di kolom komentar, yuk!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *