Cara Pengaturan Makanan saat Lebaran agar Tidak Mengalami Hipertensi

Jakarta: Sebentar lagi masyarakat muslim akan menyambut hari raya Idulfitri atau lebih sering disebut dengan hari lebaran. Hari lebaran pada beberapa orang sering dijadikan sebagai ajang ‘balas dendam’ makan setelah satu bulan berpuasa.

Padahal konsumsi makanan yang berlebihan ini sangat berisiko untuk mengalami gangguan kardiovaskular. Seperti hipertensi, stroke, atau penyakit jantung.

Dokter. Muhammad Hafiz Aini, Sp. PD dari RSUI menyampaikan, sekitar 1 miliar orang di dunia memiliki hipertensi, sebanyak dua pertiganya ada di negara-negara berkembang. Dari 25,8% orang dengan hipertensi hanya sepertiganya yang terdiagnosis.

Faktor risiko hipertensi ada dua macam yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, genetik, dan faktor yang dapat diubah terkait gaya hidup seperti kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat yang tinggi natrium/garam, obesitas, stres, dan merokok. Faktor hipertensi tersebut dapat memengaruhi tekanan darah pada penderitanya.

“Tekanan darah normal jika nilai sistol kurang dari 120 dan diastol kurang dari 80. Seseorang dengan tekanan sistol lebih dari 140 dan diastol lebih dari 90 harus melakukan kontrol rutin hipertensi di fasilitas kesehatan. Jika tekanan darah sistol lebih dari 180 dan diastol lebih dari 120 dan ada keluhan mendadak, dikenal dengan krisis hipertensi, jika mengalami keadaan ini harus segera dibawa ke IGD,” kata dr. Hafiz.

“Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan keluhan, sehingga hipertensi sering disebut dengan silent killer. Beberapa gejala hipertensi yang umum di antaranya nyeri dada, dada berdebar, penglihatan buram, mudah lelah, pusing, dan sakit kepala” ungkap dr. Hafiz.

Tips mengendalikan hipertensi yaitu dengan istilah PATUH (Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter; Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, benar, dan rutin; Tetap diet dengan gizi seimbang; Upayakan aktivitas fisik secara rutin dan aman; Hindari asap rokok, alkohol, dan zat berbahaya lainnya).

Sementara itu, dr. Hafiz juga memberikan tips pengaturan pemilihan makanan saat lebaran, yaitu menggunakan prinsip isi piringku, dilengkapi dengan makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah.

“Jumlah sayur dan buah dicukupi hingga setengah piring. Usahakan untuk mengurangi penggunaan santan. Selain itu, hindari jumlah garam yang berlebihan misalnya kerupuk yang tinggi kalori dan natrium, dan hindari karbohidrat tersembunyi” tutupnya. 
(FIR)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *