Sinopsis & Review Film Misteri Monarca Season 2

Kematian Fausto di Monarca Season 1 bukan satu-satunya konflik dalam serial ini. Semenjak dia meninggal, Monarca justru banyak diterpa masalah. Masalah yang dimaksud menimpa ketiga anaknya, yaitu Joaquin, Andres dan Ana. Mereka bagai kehilangan tameng yang sebelumnya mampu melindungi dari berbagai ancaman.

Melalui Monarca Season 2 Anda akan diajak kembali menyaksikan konflik-konflik yang menimpa ketiganya. Pada musim kedua ini, datang karakter baru yang siap mengancam eksistensi mereka. Siapa dia? Daripada semakin penasaran, Anda bisa baca terlebih dahulu sinopsis dan review-nya berikut ini. Simak bersama yuk!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Penayangan: 1 Januari 2021
  • Genre: Drama, Misteri, Thriller, Kejahatan
  • Jumlah Episode: 8
  • Pengisi Suara: Irene Azuela, Juan Manuel Bernal, Osvaldo Benavides, Rosa Maria Bianchi
  • Sutradara: Diego Gutiérrez
  • Produksi: Ventanarosa, Lemon Studios, Stearns Castle

Monarca Season 2 diawali dengan adegan percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Cecilia (Rosa Maria Bianchi), janda Fausto Carranza sekaligus ibu dari Ana, Joaquin dan Andres. Wanita itu berdiri di atap rumahnya dan siap meloncat sebelum mengatakan bahwa “kita semua punya rahasia.”

Tiga hari sebelumnya, Ana Maria Carranza Davila (Irene Azuela) ditangkap di kantornya atas dugaan pembunuhan terhadap sang ayah, Fausto Carranza. Setibanya di penjara dia dikejutkan dengan kemeja penuh darah yang dia kenakan pada hari kematian ayahnya. Sementara itu Joaquin (Juan Manuel Bernal)  disandera bersama istrinya, Amelia (Sophie Gomez). Pelakunya adalah orang suruhannya sendiri.

Rupanya Joaquin ingkar pada imbalan yang akan diberikan terhadap orang-orang tersebut. Sebelumnya Joaquin berencana membakar ladang agave untuk mengambil alih Monarca. Dia pun meminta beberapa orang melakukannya. Namun, setelah rencana tersebut berhasil dilakukan, orang-orang itu tidak mendapatkan apa pun. Akibatnya sekarang Joaquin harus menghadapi ancaman dan pemerasan.

Di sisi lain, Ana masih terus membela dirinya. Dia penasaran daripada kemeja itu didapatkan. Orang-orang yang berada di pihak lawan, termasuk Laborde, merasa bahwa kemeja penuh darah tersebut adalah senjata paling ampuh untuk menjebloskan Ana ke dalam penjara sekaligus memeras wanita itu.

Laborde ingin maju sebagai presiden, tapi dia butuh dukungan dana yang cukup besar untuk kampanyenya. Lelaki itu meminta semua kontrak dari pemerintah yang diterima Monarca. Sebagai gantinya dia akan menghapus video percakapan rahasia antara dirinya dan Ana.

Sama dengan dua saudaranya, Andres Carranza (Osvaldo Benavides) juga sedang menghadapi situasi yang rumit. Dia harus bernegosiasi dengan Rodolfo dan meminta kompensasi terkait Pablo Carranza (Dalí Jr González) anak lelakinya yang berusia 17 tahun. Negosiasi baru akan berhasil jika Andres bersedia memberinya uang sebesar 1 million peso. Dengan uang sebesar itu, masalah Pablo akan diurus.

Di akhir Monarca Season 1, Cecilia (Rosa Maria Bianchi), istri dari mending Fausto Carranza menembak Agustin Carranza, adik dari Fausto untuk melindungi keluarganya. Peristiwa ini tentu saja meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga Agustin, terutama sang putri bernama Sofia Carranza (Fernanda Castillo). Dia sangat ingin tahu, siapa pembunuh ayahnya.

Sofia bukan tanpa pengaruh. Dia tercatat memiliki saham sebesar 10% di perusahaan Monarca. Gadis ini perlahan mulai terpengaruh oleh keserakahan, sehingga tujuannya tidak hanya mencari pembunuh sang ayah tapi juga mengambil alih Monarca. Usahanya untuk menguasai perusahaan tequila berusia seratus tahun tersebut tentu saja tidak akan mudah. Bagaimana kelanjutan kisah keluarga Carranza ini?

Bersiap untuk Banyak Subkonflik

Bersiap untuk Banyak Subkonflik

Serial Monarca Season 2 tentu saja punya alur cerita yang lebih panas daripada musim lalu. Akan ada banyak subkonflik yang rasa-rasanya membuat drama ini sangat problematik. Di awal episode, Ana, Joaquin dan Andres dihadapkan pada masalah-masalah yang menempatkan mereka dalam posisi serba terjepit. Jika sudah mulai pusing dengan itu, Anda harus berpikir ulang untuk melanjutkan serial ini.

Pasalnya, konflik-konflik di episode selanjutnya akan lebih rumit dan menguras emosi. Dimulai dengan ulah Andres yang membiarkan istrinya, Ximena (Gabriela De la Garza) dicumbu oleh Jonas, seorang pejabat keuangan yang dia sewa.

Subkonflik lainnya adalah mengenai Ana yang turut bekerja untuk salah satu kandidat perempuan dalam pemilihan umum di Meksiko. Seiring dengan hal ini, Ana menemukan sebuah fakta mengenai skandal besar. Suami Ana, Martin (James Hyde) juga tidak ketinggalan membuat alur Monarca Season 2 tambah panas sebab sudah berani menulis buku tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Fausto.

Baca juga:

Secara garis besar, subkonflik yang bisa Anda temukan pada musim kedua ini rata-rata mengenai kejahatan kelas kakap, termasuk di antaranya penyalahgunaan narkoba dan pemerkosaan. Masalah-masalah terkait hubungan percintaan dan pernikahan juga tidak luput disuguhkan.

Plot Cerita Padat dan Cepat

Plot Cerita Padat dan Cepat

Melihat banyaknya subkonflik pada musim kedua dan jumlah episode yang hanya 8, Anda bisa bayangkan betapa padat dan cepatnya alur Monarca Season 2. Meski begitu sang sutradara berhasil memadukannya hingga berhasil menyusun sebuah cerita yang terasa mengalir. Tidak ada plot yang terasa dipaksakan, melainkan justru mengejutkan.

Setiap karakter diberi scene yang tidak bercampur dengan scene karakter lainnya. Kejutan pada setiap subkonflik juga cukup konstan sehingga sepanjang episode tetap terasa tegang dan “panas”. Penonton dibuat berpikir sekaligus serius menyimak tiap-tiap dialog yang diucapkan, karena kunci masalah ada di sana.

Keserakahan Tetap Jadi Konflik Utama

Keserakahan Tetap Jadi Konflik Utama

Di antara sekian banyak subkonflik yang terjadi di musim kedua ini, keserakahan tetap menjadi konflik utama. Keserakahan juga menjadi motif orang-orang di Monarca melakukan kejahatan yang merugikan. Bagaimana mereka saling mengancam dan memanfaatkan, dasarnya adalah keserakahan.

Keserakahan memang sangat relevan dengan kekayaan yang dimiliki keluarga Carranza. Ambisi untuk membesarkan bisnis keluarga menggunakan berbagai cara pada akhirnya menjadi boomerang bagi diri sendiri. Tidak heran jika mereka dikelilingi oleh orang-orang ambisius  yang “meniru” dan menggunakan “cara” Carranza.

Dalam serial ini keserakahan digambarkan seperti virus. Ia dapat menular dan mematikan. Terlihat pada karakter Sofia, yang berubah menjadi serakah karena lingkungannya. Dia yang semula hanya berniat mengungkap identitas pembunuh ayahnya, ikut masuk dalam persaingan mendapatkan Monarca.

Karakter yang Kuat

Karakter yang Kuat

Sebuah cerita, baik serial atau film yang mengangkat tema mengenai kerajaan bisnis atau kekayaan, harus dilengkapi dengan karakter-karakter kuat. Seperti karakter-karakter yang berambisi, penuh ide, cerdik, licik dan berani. Jika tidak, jalan cerita yang cenderung berat tersebut, akan terasa tidak menarik dan kurang greget.

Karakter-karakter tersebut untungnya ada di Monarca, baik musim pertama atau kedua. Anda akan melihat karakter yang terobsesi terhadap harta dan kekuasaan pada diri Joaquin. Sementara Ana digambarkan sebagai karakter yang penuh ide dan cerdik sekaligus berani. Menjaga kekayaan dan kekuasaan rupanya memang sangat berat, karena yang dihadapi adalah hawa nafsu.

Monarca Season 2 selesai dengan banyak pelajaran. Serial yang berisi trik dan intrik ini cukup menguras tenaga dan emosi. Jika Anda tergolong penonton yang suka dengan genre semacam ini, Monarca akan sangat cocok dan tidak membosankan. Apakah tertarik untuk menyaksikannya? Musim kedua sudah tayang di Netflix mulai 1 Januari 2021 ya! Selamat menyaksikan!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *