Ini Alasan Nadiem Buka Sekolah Tatap Muka

Grup band Slank berbincang dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim. Mereka membahas mengenai penyelenggaraan sekolah tatap muka.

Ia menyatakan bahwa hal tersebut menjadi fokus pihaknya dalam mendorong anak untuk sekolah tatap muka. Terlebih lagi, penerapan belajar mengajar secara online sudah terlalu lama.

Lantaran demikian, kata Nadiem, sekolah wajib memberikan opsi tatap muka kepada para orang tua murid. Persoalan orang tua mau atau tidak anaknya masuk tatap muka, itu adalah hak prerogatif orang tua.

Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk “Vaksin untuk Indonesia”. Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti “obat” atau “anti-virus”, tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

“Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema ‘Vaksin untuk Indonesia’. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi,” terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program “Vaksin untuk Indonesia” tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

(ARV)

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *