Jepang Terapkan Paspor Vaksin, Bisa Menjadi Wacana Perjalanan Bermobil

Suara.com – Bagaimana penanganan pencegahan Covid-19 di Tanah Air? Pihak Kepolisian dan kementerian sampai instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga melakukan penyekatan menyambut hari-hari besar dengan situasi libur panjang. Sementara perjalanan antarkota menggunakan hasil tes GeNoseC19. Dahulu dikenal pula adanya Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) berisi keterangan bebas dari Covid-19, sampai formulir Corona Likelihood Metric (CLM).

Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Jepang, Kyodo, pemerintah negara itu berencana memperkenalkan paspor vaksin untuk memudahkan orang yang telah diinokulasi terhadap Covid-19 melakukan perjalanan internasional.

Paspor ini nantinya hadir dalam bentuk aplikasi smartphone. Wisatawan bisa memindai kode QR di bandara sebelum terbang atau saat memasuki Jepang.

Aplikasi ini akan terhubung dengan Sistem Catatan Vaksinasi, database pemerintah yang menunjukkan status vaksinasi orang-orang dan didasarkan pada CommonPass, yaitu sebuah aplikasi yang dikembangkan dengan melibatkan Forum Ekonomi Dunia.

Baca Juga: Pakai Jasa Travel Gelap? Kemenhub Sebut Asuransi Penumpang Tak Ditanggung

Petugas memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi kendaraan bermotor dengan pelat nomer daerah yang akan memasuki Jakarta di Check Point PSBB Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Rabu (27/5). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi kendaraan bermotor dengan pelat nomer daerah yang akan memasuki Jakarta di Check Point PSBB Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur. Sebagai ilustrasi SIKM [Suara.com/Alfian Winanto]

Langkah ini diambil dengan harapan Jepang dapat melanjutkan perjalanan bisnis yang telah terhenti selama pandemi Covid-19, bergabung dengan Uni Eropa, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara dan China.

“Negara-negara lain melakukannya, jadi Jepang harus mempertimbangkannya juga,” jelas Taro Kano, menteri yang bertanggung jawab atas upaya vaksinasi di Jepang.

Sebelumnya, terdapat kewajiban menunjukkan sertifikasi vaksinasi yang mungkin menyebabkan diskriminasi terhadap orang dalam kondisi tidak dapat atau tidak mau menerima suntikan karena kemungkinan reaksi alergi atau efek samping.

Oleh karena itu, paspor vaksin akan mencantumkan hasil negatif dari reaksi berantai polimerase dan tes antigen.

Jepang saat ini hanya mengizinkan masuknya warga negara mereka dan orang asing dengan “keadaan luar biasa khusus” dan harus menyerahkan hasil negatif tes Covid-19 berdurasi 72 jam sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Tetap Ingin Mudik Berkendaraan? Satgas Covid-19 Melakukan Revisi Aturan

Bila disimak kembali perjalanan internasional menggunakan pemeriksaan berbasis kode QR untuk penerbangan, bukan tidak mungkin bila kelak, untuk perjalanan bermobil antarnegara lewat perbatasan juga diperiksa kelengkapan bebas Covid-19 menggunakan cara serupa.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *