Polisi Bongkar Kuburan Babi Ngepet Depok untuk Akhiri Polemik, Isinya Benar-benar Babi

MOJOK.CO Serial babi ngepet Depok masih berlanjut, tapi semoga ini menjadi akhir. Tuduhan warga soal babi jadi-jadian terpatahkan usai polisi membongkar kuburan si babi. Isinya hanya dan hanya babi.

Anggota Polsek Sawangan mungkin sedang tak habis pikir dengan diri mereka sendiri. Barangkali mereka berpikir, ini kalau dilakukan kok terasa bodoh banget, tapi kalau tidak dilakukan juga masalahnya nggak selesai-selesai. Alhasil, kekonyolan itu harus dilakukan agar polemik babi ngepet ini bisa segera diselesaikan.

Siang kemarin (28/4), polisi mendatangi Kampung Bedahan di Sawangan, Depok, Jawa Barat untuk memastikan mitos siluman babi ini. Bersama warga dan ustad, mereka mendatangi makam terduga babi ngepet yang disembelih warga dua hari lalu (27/4).

Menurut laporan Detik, di hadapan polisi, kuburan itu kemudian dibongkar. Jasad tubuh dan kepala babi masih utuh terbungkus plastik merah. Babi kemudian dikeluarkan dan diukur oleh polisi. Panjangnya 50 cm, diameter 25 cm. Lewat prosesi ini, polisi memutuskan bahwa babi ngepet yang ditangkap dan dijagal warga bukan babi siluman jelmaan manusia. Babi tersebut hanyalah seekor babi yang malang.

“Ini benar-benar babi ya,” ujar salah satu polisi yang hadir di acara tersebut, dikutip Detik. Babi itu kemudian dikubur kembali dan diganti pembungkusnya dengan kain. Setelah menjalani akhir hidup yang teramat tragis, kami berharap nyawa babi itu bisa tenang dan tak menuntut pembalasan.

Baca juga:  Setelah Puisi “Sontoloyo” dan “Genderuwo”, Sekarang Fadli Zon Bikin Puisi “Doa yang Tertukar”

Penemuan ini mestinya menyetop semua spekulasi yang beredar di antara warga Depok, Bogor, dan di mana saja.

Kabar penemuan babi ngepet di Depok ini telah bikin geger warga setempat dan penghuni media sosial. Mulanya ketika Selasa dini hari lalu (27/4), warga Bedahan mengklaim telah menangkap seekor babi ngepet yang dituduh telah beberapa kali mencuri uang warga. Konon warga pernah menangkapnya bulan lalu, namun berhasil lepas.

Kisah penangkapan babi ngepet ini segera menjadi hiburan nasional. Disebut bahwa para penangkap berlari mengejar babi dengan telanjang bulat dan memakai kopiah hijau karena jika masih memakai baju, babi tak akan terlihat.

Desas-desus lain yang beredar, sebelum babi itu muncul, warga yang sedang meronda melihat tiga pria bermotor masuk sebuah kebun. Satu jam kemudian, dari kebun keluar babi. Dari sana spekulasi babi ngepet menjadi-jadi.

Setelah tertangkap, muncul lagi keterangan bahwa ukuran si babi ngepet terus mengecil. Dari yang tadinya sepanjang 50 cm atau sebesar anjing, menyusut jadi sebesar kucing dengan panjang 25 cm. Mungkin ini alasan Pak Polisi Polsek Sawangan perlu membawa-bawa penggaris ke kuburan. Terbukti, ukuran babi itu masih tetap saja.

Karena ukurannya yang terus mengecill, warga memutuskan menyembelih babi tersebut. Alasan warga, mereka khawatir babi itu lama-lama menghilang. Sebelum disembelih, sebuah pengumuman disampaikan: siapa saja orang yang mengetahui keluarganya punya ilmu babi ngepet, agar segera melapor sebelum si keluarga yang masih berwujud babi ngepet itu dimatikan.

Baca juga:  Mari Menikmati dan Merayakan Kasus Babi Ngepet Depok

Selain kabar babi ngepet Depok yang sudah bisa dipastikan bukanlah babi ngepet ini, ada kabar lain yang kiranya perlu kami sampaikan.

Mungkin Anda sudah menonton video viral ini. Isinya pengakuan seorang ibu yang berada di lokasi mendaku telah mencurigai salah satu warga sebagai siluman babi ngepet. Alasan si ibu, karena warga ini tampaknya tidak bekerja tapi punya banyak uang.

“Dari kemarin saya sudah pantau, Pak, orang ini. Ini dia berumah tangga, dia nganggur, tapi uangnya banyak. Saya sudah lewat rumahnya, udah saya lemparin sesuatu di depan rumah biar ketahuan,” kata ibu yang bernama Wati itu.

Segera saja video ini direspons banyak pekerja WFH maupun freelancer yang memang sudah sering dituduh ngepet. Tentu saja orang tak terima, walau kelihatannya hanya menghadap laptop dan hape, sebenarnya kan mereka sudah bekerja keras. Bahkan menjadi penambang kripto pun butuh modal, waktu, dan tenaga.

Belakangan Wati diketahui bukan penduduk Kampung Bedahan, melainkan warga Bogor. Warga kemudian mendatanginya untuk minta konfirmasi siapa terduga babi ngepet yang ia sebut. Namun, Wati tak bisa menjawabnya. Di akhir cerita, ia harus membuat video klarifikasi dan permintaan maaf.

Demikianlah perkembangan baru drama babi ngepet Depok ini. Semoga polemik selesai sampai di sini dan jangan ada lagi hewan yang harus disiksa karena alasan apa pun.

Baca juga:  PKS Luncurkan Logo Baru, Kali Ini Bentuknya Bulat dan Dominan Warna Oranye

BACA JUGA Mencari Sosok Vincenzo Cassano dalam Kisruh Kimia Farma dan Alat Rapid Test Bekas dan kabar terbaru lainnya di KILAS.


Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *