LPDP teken kerja sama beasiswa dengan mitra internasional

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meneken naskah perjanjian kerja sama (cooperation agreement) DIKTI-LPDP-STUNED Joint Scholarship Program secara daring pada Senin (19/4).

Acara seremoni penandatangan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara LPDP, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dan Nuffic Neso Indonesia.

Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto menyampaikan program kerja sama pembiayaan beasiswa pertama yang dilakukan LPDP dengan mitra internasional ini sangat penting, karena menggabungkan potensi yang dimiliki oleh kedua negara di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendukung peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda.

 “Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia yang potensi pengembangannya sangat besar untuk dikelola secara bisnis dan berkelanjutan. Sementara itu, Belanda sangat berpengalaman di bidang water management dan teknologi, serta sustainable fisheries dan marines. Harapannya, kerja sama ini dapat saling menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan terjadi harmonisasi di dalam inovasi yang akhirnya memberikan nilai tambah bagi peningkatan hubungan bilateral di kedua negara,” kata Dirut LPDP dalam keterangan resminya, Selasa (20/4).

Baca Juga: 8 Perguruan tinggi terbaik di Indonesia tahun 2021 versi QS WUR

Andin menerangkan, kerjasama ini akan menyediakan beasiswa pada bidang magister mulai tahun akademik 2021 hingga 2023 pada bidang pengelolaan dan teknologi air, kewirausahan berkelanjutan dan ekonomi sirkular yang berfokus pada perikanan dan kelautan, serta ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang merupakan pilot project untuk program strategis lainnya di masa yang akan datang.
 
Dirjen Dikti Kemdikbud Nizam menyambut baik program ini karena akan mengakselerasi pendidikan pascasarjana. “Masih ada satu hal lagi yang mungkin perlu kita perkuat yaitu dalam hal pertanian karena kita tahu, Belanda adalah eksportir pertanian, hasil teknologi pertanian yang terbesar kedua di dunia. Jadi kita perlu banyak belajar dari temen-temen di Belanda,” ujar Nizam.
 
Harapannya, kerjasama ini juga melibatkan institusi perguruan tinggi di Indonesia sehingga tidak hanya berfokus pada pengiriman mahasiswa Indonesia ke Belanda tetapi juga melibatkan dosen dan para guru besar di Indonesia dalam membimbing mahasiswa.
 
Dalam kesempatan tersebut Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl menekankan,  fokus program pendidikan yang dipilih merupakan program yang penting karena merupakan pokok permasalahan dan fokus pembangunan bagi Indonesia dan Belanda, serta sangat berhubungan dengan perubahan dan adaptasi iklim.
 
“Kita harus bekerja sama untuk berinovasi bersama, untuk membantu negara kita maju dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan adaptasi, dan air sangat penting bagi kita semua,” kata Peter.
 
Peter percaya bahwa program ini akan mendukung SDM potensial dari Indonesia yang akan belajar di Belanda untuk berkontribusi terhadap pondasi pertukaran pengetahuan yang akan bermanfaat bagi Indonesia dan Belanda, serta memungkinkan kedua negara untuk menghadapi tantangan di masa depan.
 
 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *