Review & Sinopsis Film Komedi Night School (2018)

Night school

Untuk mendapatkan pekerjaan, kita biasanya membuat lamaran yang berisi data diri, riwayat hidup, dan ijazah pendidikan yang pernah kita tempuh. Walau nggak menjadi jaminan, ijazah menjadi parameter tentang kemampuan seseorang. Orang yang punya ijazah dianggap kompeten dalam suatu bidang sehingga akan lebih dimudahkan untuk mendapat posisi di tempat kerja.

Perjuangan untuk mendapatkan ijazah bukanlah hal yang mudah. Perlu proses yang panjang dan berliku. Kevin Hart yang berperan sebagai Teddy Walker di film Night School harus bisa melewati proses tersebut guna mendapatkan pekerjaan. Seperti apa kisahnya? Simak dulu review dan sinopsis film Night School di sini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Komedi
  • Produksi: HartBeat Productions, Will Packer Productions
  • Sutradara: Malcolm D. Lee
  • Pemain: Kevin Hart, Tiffany Haddish, Harry Ratchford, Joey Wells, Matt Kellard, Nicholas Stoller

Teddy Walker bekerja di sebuah toko peralatan rumah tangga sebagai penjual alat barbeque. Dia pacaran dengan seorang wanita kaya raya bernama Melissa. Dia membuat rencana agar dia bisa mengimbangi sang pacar secara finansial. Maka dari itu dia selalu bekerja keras dan hasilnya dia selalu berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi. 

Usaha Teddy nggak sia-sia, dia selalu berhasil menjadi karyawan terbaik setiap bulan. Dia pun mengincar posisi sebagai manajer kelak ketika manajernya memutuskan pensiun. Teddy berniat melamar Linda agar mau menjadi istrinya. Dia ingin melakukannya di tempatnya bekerja agar nggak tertebak dan menciptakan kesan romantis. 

Ketika melamar, dia membuka botol sampanye yang tanpa sengaja mengenai tabung gas. Linda mengingatkan sang pacar bahwa dia mencium bau yang aneh. Teddy mengacuhkannya dan kebakaran terjadi. Ledakan di toko membuat Teddy terlempar jauh ke atas kaca mobil. Bukan hanya terluka secara fisik, dia juga dipecat dari pekerjaannya karena enghancurkan tempat kerjanya. 

Teddy menjadi pengangguran dan berusaha mencari pekerjaan baru. Dia merasa mendapat titik cerah ketika bertemu dengan Marvin, sahabatnya. Marvin bekerja di sebuah firma investasi. Dia menawari Teddy pekerjaan di firma tersebut. Sayangnya ada satu syarat yang harus dipenuhi yaitu Teddy harus punya ijazah. Masalahnya adalah Teddy nggak punya ijazah SMA.

Demi mendapatkan ijazah SMA dia harus kembali bersekolah. Teddy pergi ke SMA tempat sekolahnya dulu dengan harapan bisa mendapat jalan yang mudah untuk mendapatkan ijazah. Sesampainya di sekolah, terkejut karena kepala sekolahnya adalah Stewart, orang yang dulu pernah dia rundung. 

Teddy merasa kesulitan mendapat ijazah, dia harus menempuh prosedur yang sama dengan orang lain, kembali sekolah. Teddy berhasil mendapatkan jadwal untuk sekolah yang dilaksanakan pada malam hari. Dia akan diajar oleh seorang guru bernama Carrie. Perjuangannya di sekolah menemui hambatan yang sama sebagaimana dulu dia sekolah yaitu kesulitan untuk berkonsentrasi. 

Dia mengatakan pada Melissa bahwa dia berhasil bekerja di firma bersama Marvin, padahal dia bekerja restoran cepat saji. Bukan hanya Teddy yang kesulitan di sekolah tapi juga teman-temannya yang lain. Dia merencanakan untuk mencuri lembar ujian. Carrie mengetahui rencana itu dan mengeluarkan Teddy dari sekolah. 

Merasa bersalah, Teddy mendatangi Carrie dan Stewart untuk meminta maaf dan menceritakan keinginannya untuk mendapat ijazah. Carrie bersedia menerima Teddy kembali di kelasnya setelah dia mengetahui masalah Teddy di kelas. Sebuah tes dilakukan dan hasilnya Teddy menderita dyslexia, dyscalculia, dan beberapa masalah lain. 

Carrie pun bersedia membuat metode khusus agar Teddy bisa memahami pelajaran sehingga dia bisa lulus dan mendapat ijazah. Pada malam terakhir belajar, Stewart membawa Melissa dengan berpura-pura bahwa Melissa akan mensponsori sekolah. Melissa menemukan bahwa Teddy selama ini berbohong dan memutuskan hubungan. 

Teddy merasa hancur dan mulai menyerah dari upayanya mendapat ijazah. Apa yang akan dilakukan Teddy selanjutnya? Akankah dia mencari cara lain agar mendapat ijazah? Kisah ini menjadi menarik karena isu yang diangkat adalah isu pendidikan bagi orang dewasa yang sempat putus sekolah. Lebih menarik lagi, karena dikisahkan melalui sudut pandang komedi. 

Komedi A La Kevin Hart

Komedi A La Kevin Hart

Kevin Hart adalah seorang komedian yang punya ciri khas tersendiri untuk membuat kita tertawa. Ekspresi wajah, nada bicara, gestur tubuh, sampai dibuat dalam keadaan apes merupakan tipikal komedi yang biasa disajikan dalam penampilannya. Hart memang salah satu komedian yang nggak cuma berhasil tampil di panggung tapi juga di layar lebar.

Baca juga:

Penampilan khas Kevin Hart juga terasa sangat kental dalam film Night School sebagaimana dia menjadi salah satu orang yang menulis ceritanya sekaligus menjadi salah satu produser. Kalau sudah menonton film-film yang dibintangi Hart yang lain macam Death at a Funeral, Ride Along, atau Get Hard, pasti memahami cara Hart mengocok perut. 

Di Night School dia melakukannya lagi bahkan dengan ciri khas lainnya yaitu komedi agak gelap yang melibatkan fisik dan agama. Contoh komedi khasnya ada di adegan ketika dia menjadi karyawan di resto cepat saji, Christian Chicken. Dia bersikeras nggak mau menggunakan kostum ayam simbol tempatnya bekerja.

Karakter-Karakter Konyol Lain di Night School

Karakter-Karakter Konyol Lain di Night School

Walau banyak memfokuskan pada Hart sebagai Teddy, Night School juga memberikan porsi yang cukup untuk karakter-karakter lain yang nggak kalah konyolnya. Stewart, kepala sekolah tempat Teddy sekolah malam merupakan teman Teddy di SMA-nya dulu. Dia sering dirundung oleh Teddy yang terkenal nakal. Ada juga Carrie yang menjadi guru karena dia ingin gajinya saja.

Teman-teman sekelas Teddy di sekolah malam pun punya latar belakang yang eksentrik. Ada Mackenzie yang bekerja sebagai petugas untuk memindahkan barang dan ingin ijazah agar bisa bekerja di balik meja. Ada Teresa yang dulu keluar dari sekolah karena hamil. Ada Luiz yang berfantasi menjadi penerus Justin Bieber. Ada juga Jaylen yang percaya teori konspirasi.

Dengan sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan murid yang punya latar belakang dan kegilaan berbeda, sudah dipastikan ada kekacauan. Kekacauan itu pula yang diselipkan di tengah usaha Teddy yang ingin lulus dan mendapatkan ijazah. Walau bentuk kekacauan ini nggak baru, tapi tetap bisa menghibur.

Plot yang Sederhana

Plot yang Sederhana

Premis di film Night School adalah Teddy kembali ke sekolah tapi harus menghadapi berbagai rintangan. Rintangan di sekolah berasal dari Stewart yang ingin balas dendam pada perundungnya dulu di SMA. Kemudian Carrie dengan metode belajarnya yang nggak biasa. Selain itu, ada juga Melissa yang dibohongi Teddy agar hubungannya nggak putus.

Premis yang sederhana dieksekusi dengan plot yang juga sederhana. Mungkin film ini bukan ingin menunjukkan plot yang spesial melainkan menonjolkan komedi Hart di situasi tertentu. Untungnya, Haddish yang berperan sebagai Carrie, bisa menunjukkan performa yang baik. Performanya cukup untuk bersanding dengan sosok sekaliber Kevin Hart.

Salah satu adegan paling kocak antara Hart dan Haddish adalah ketika di awal film Teddy dan Carrie bertemu. Carrie memanggil Teddy dengan julukan leprechaun karena ukuran tubuh Hart. Komedi yang membahas fisik memang cukup banyak muncul di film ini. Komedi seperti mungkin nggak mudah diterima, tapi Hart bisa mengeksekusinya menjadi lebih mudah diterima.

Night School sebagai film komedi nggak menyuguhkan sesuatu yang baru. Bahkan nggak sedikit yang menganggap Hart terlalu terpaku pada jenis komedi yang sama. Tapi itu bukan menjadi alasan kalau kamu ingin film komedi yang ringan. Apa kamu termasuk yang suka film seperti ini? Kalau sudah nonton, bagikan pendapatmu di kolom komentar yuk!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *