Review & Sinopsis Film Biografi Selena: The Series (2020)

Kemampuan bernyanyi yang hebat, penampilan panggung yang mumpuni serta lagu yang mudah diingat orang menjadi kombinasi untuk melejitkan nama seorang penyanyi. Oleh karena itu, dari masa ke masa, bintang pop terus bermunculan. Dalam satu dekade terakhir ada nama-nama macam Justin Bieber, Ariana Grande, Bruno Mars, sampai Billie Eilish.

Butuh perjalanan yang nggak mudah untuk menjadi bintang pop. Selain perlu mengasah kemampuan, mereka juga perlu punya strategi khusus untuk membuat orang-orang mengenalnya. Di awal dekade 90-an, ada seorang bintang pop bernama Selena Quintanilla yang berhasil mencuri perhatian. Perjalanannya dituangkan dalam sebuah serial berjudul Selena: The Series.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Biographical drama
  • Produksi: Campanario Entertainment, Baja Studios
  • Jumlah episode: 9
  • Sutradara: Hiromi Kamata, Katina Medina Mora
  • Pemain: Christian Serratos, Madison Taylor, Gabriel Chavarria, Juan Martinez

Selena menghabiskan masa kecilnya di Texas. Dia punya ayah seorang penyanyi yang karirnya sudah menurun, Abraham. Kemampuan bernyanyi Selena disadari betul oleh Abraham yang langsung berinisiatif untuk membuat band beranggotakan anggota keluarga. Band itu beranggotakan Selena, saudarinya, Suzette, dan AB yang membawakan lagu-lagu populer lama. 

Abraham memegang kendali manajemen dan didukung oleh sang istri, Marcella. Upaya membuat band keluarga nggak langsung berjalan mulus. Keluarga Abraham masih diliputi oleh kesulitan ekonomi tapi terus berupaya mendorong band tersebut. Dalam sebuah karnaval, Abraham melihat band memainkan musik Tejano. 

Dia terinspirasi dan memutuskan agar band membawakan musik yang bernuansa Meksiko dan menamai bandnya Selena Y Los Dinos. Pada tahun 1986, Selena Y Los Dinos mulai mencuri perhatian tapi kesulitan secara finansial. Abraham meminta AB agar menjadi pemimpin grup sekaligus pembuat lagu. 

Setelah upaya mendapat lagu dari orang lain gagal, AB nekat membuat lagu sendiri dan merekamnya bersama band. Band Selena mulai mendapat banyak tawaran dan membuat Selena harus keluar dari sekolah. Selena Y Los Dinos masuk nominasi penghargaan Musik Tejano. Tahun kedua, mereka berhasil memenangkan penghargaan Best Song dan Female Vocalist of the Year

Abraham berhasil mencanangkan pertunjukkan di Meksiko. Selena berupaya belajar bahasa Spanyol agar penampilannya disukai. Sayangnya, lagu pertama yang berbahasa Inggris nggak disukai penonton walau keadaan bisa dibalikkan oleh band yang memainkan lagu La Bamba. Di tahun 1988, Abraham membeli bus agar Selena Y Los Dinos bisa tur ke berbagai negara bagian. 

Dia juga membeli beberapa rumah untuk ditinggali personil band. Sayangnya, suara Selena mengalami masalah. Abraham menyiasatinya dengan merekrut band pembuka, Los Bad Boys. Pertunjukan itu berhasil menarik minat penonton dan dilihat oleh pihak perusahaan rekaman. Abraham bernegosiasi dengan CBS untuk membuat album untuk band anaknya. 

Di waktu yang sama, Selena juga mendapat tawaran dari EMI hanya saja harganya nggak setinggi CBS. Tapi EMI menawarkan rekaman album berbahasa Inggris. Abraham menerima tawaran EMI dan setuju untuk mengorbitkan Selena sebagai penyanyi solo, tanpa embel-embel band. AB masih diandalkan Abraham untuk menulis lagu. 

Suzette mendesain baju untuk Selena tapi ditolak oleh EMI. Selena dan teman-temannya merasa ada masalah kreativitas dan mereka nekad membuat cover lagu Meksiko, Sukiyaki yang langsung disukai orang-orang. Chris Perez yang sejak lama diharapkan AB untuk masuk menjadi anggota band akhirnya setuju. Dia mulai menyukai Selena dan begitu juga sebaliknya. 

Pada tahun 1989, mereka menjalani tur. Suzette yang mengetahui hubungan Selena dan Chris mulai khawatir ayahnya akan tahu. Selena memutuskan untuk hanya berteman dengan Chris agar sang ayah nggak marah. Waktu terus berjalan dan Selena terus menapaki tangga kesuksesannya dengan perlahan tapi pasti.

Semakin tinggi kesuksesan Selena, makin banyak pula masalah yang dia hadapi. Dari mulai takut pada sang ayah, menjalin hubungan sembunyi-sembunyi sampai masalah kreatifitas yang berbeda dengan label rekaman. Di sisi lain, Abraham sudah menyiapkan strategi lain yang akan semakin meroketkan nama sang anak.

Siapakah Selena Quintanilla?

Siapakah Selena Quintanilla?

Mungkin banyak yang belum mengenal sosok Selena di serial Selena: The Series yang merupakan sosok nyata. Selena lahir di Lake Jackson, Texas dan mulai bernyanyi di usia yang masih sangat muda. Bahkan di kelas delapan, sang ayah membuat keputusan untuk membuat Selena keluar dari sekolah demi mengejar cita-cita sebagai penyanyi.

Baca juga:

Sebagai penyanyi keturunan Amerika-Meksiko, Selena menemui kesuksesan dengan membawakan lagu berbahasa Spanyol. Tapi dia nggak berhenti hanya menjadi penyanyi, dia juga membuat clothing line sendiri dan dilengkapi dengan salon. Sayangnya, hidupnya terhenti di usia 24 tahun setelah meninggal ditembak oleh salah satu penggemarnya.

Menggunakan Tempo Pelan

Menggunakan Tempo Pelan

Selena: The Series menyajikan perjalanan Selena dari sejak kecil sampai menjadi bintang pop ternama di Amerika. Fokus ada pada bagaimana pasang-surut perjuangannya serta bagaimana orang-orang di balik layar yang bekerja dan terlibat langsung dalam karir Selena. Oleh karena itu, yang paling sering disorot di serial ini selain Selena adalah Abraham, AB, Suzette dan Chris.

Serial ini merupakan sebuah biografi sehingga menggunakan tempo pelan. Dialog-dialog menjadi andalan untuk membangun konflik yang ada. Karena serial ini diadaptasi dari kisah nyata dengan sosok karakter yang juga nyata, konflik-konflik yang diceritakan terbatas pada kejadian yang sesungguhnya. 

Visualisasi Tahun 80 – 90an

Visualisasi Tahun 80 - 90an

Di Selena: The Series latar yang ditampilkan adalah dekade 80-an sampai 90-an awal. Menjadi sebuah keharusan bagi pencipta serial ini untuk menyuguhkan visual persis seperti yang ada di dalam latar. Untuk hal ini sepertinya serial ini nggak menunjukkan kelebihan, malah terlihat visualisasinya kurang tertata.

Selena Y Los Dinos sempat diharuskan menggunakan kostum eksotis oleh EMI. Di serial ini kostum yang ditampilkan terlihat terlalu berlebihan. Begitu juga dengan pilihan-pilihan kostum karakter lain sepanjang season yang nggak dikemas dengan baik. Ada juga adegan yang menggunakan CGI yang hasilnya kurang mulus.

Mendapat Kritikan

Mendapat Kritikan

Sebuah karya biografi akan selalu menyisakan pertanyaan tentang tingkat keakuratannya. Selena: The Series pun mendapat perlakuan serupa dengan banyak yang mempertanyakan. Terutama seputar bagaimana karakter Selena yang ditampilkan. Selena yang diharapkan akan dibuat menjadi sosok pembuka jalan bagi wanita keturunan Meksiko lain digambarkan terlalu lemah.

Selena digambarkan begitu takut dengan sang ayah, Abraham. Walau kenyataannya demikian, tapi hal itu diceritakan berulang-ulang. Banyak penonton yang menyayangkan hal tersebut. Serial ini diharapkan sebagai sarana untuk memperlihatkan sosok Selena yang lain. Sosok Selena yang kreatif, mandiri sampai menjadi seorang pebisnis yang kurang disorot dalam serial ini.

Selena: The Series merupakan film biografi yang menyuguhkan jatuh-bangunnya dalam meraih kesuksesan. Bagi yang mengetahui cerita Selena Quintanilla yang sebenarnya, perlu menunggu klimaks yang diinginkan. Episode terakhir di serial ini dibuat menggantung seperti menjembatani akan adanya season selanjutnya.

Kalau kamu adalah pencinta musik, serial biografi ini bisa jadi salah satu tontonan yang nggak boleh dilewatkan. Bukan cuma tentang Selena, tapi serial ini juga bercerita tentang bagaimana industri musik pada masa itu. Sesuatu yang mungkin jarang disorot. Sudah punya waktu buat nonton? Setelah nonton, kamu bisa ikut berbagi ulasan di kolom komentar, teman-teman!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *