Review & Sinopsis Film Serial Horror Equinox (2020)

Sebagai manusia, kita punya memori yang bisa digunakan untuk mengenang banyak peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Peristiwa indah akan menyenangkan untuk dikenang lagi. Sementara peristiwa pahit kadang masih menyisakan luka. Biasanya, butuh waktu dan usaha ekstra untuk bisa melupakan peristiwa yang pahit. Bahkan beberapa orang nggak berhasil melupakannya.

Peristiwa pahit yang sulit dilupakan bisa menyebabkan trauma. Bukan nggak mungkin kondisi mental kita terganggu olehnya. Hal itu dialami oleh Astrid yang kehilangan kakaknya dua dekade yang lalu di serial Equinox. Ternyata ada banyak hal yang nggak diketahui tentang peristiwa pahit itu. Seperti apa review dan sinopsis serial Equinox? Mari simak lebih lanjut!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Horror, Thriller
  • Produksi: Apple Tree Productions
  • Jumlah epiosde: 6
  • Sutradara: Soren Balle, Mads Matthhiesen
  • Pemain: Danica Curcic, Lads Brygmann, Karoline Hamm, Hanne Hedelund, Fanny Bornedal

Astrid yang masih anak-anak menyaksikan kakaknya, Ida, dalam sebuah bus sekolah yang akan pergi ke luar kota. Sebelum masuk bus, dia beradu argumen dengan sang ibu, Lene. Ketika naik ke dalam bus pun, wajah Ida nggak terlihat senang. Sang ayah, Dennis, mencoba memberi nasihat sementara Lene terlihat nggak rela melepas kepergian sang anak.

Pada malam harinya, Astrid mendapat kabar bahwa bus yang ditumpangi sang kakak, sebagian besar penumpangnya menghilang. Hanya ada tiga orang yang berhasil selamat. Berselang 20 tahun, Astrid sudah bekerja membawakan acara di sebuah radio dan sudah punya anak. Trauma di masa lalu masih dia hadapi. Alhasil hubungan percintaannya dengan David nggak berjalan baik.

Suatu malam, Astrid mendapatkan sebuah telpon dari seseorang. Orang itu menyatakan bahwa ada sebuah dunia yang berbeda dari yang mereka tinggali. Dia menambahkan bahwa dia tahu mengapa seseorang menghilang. Astrid langsung ingat pada sang kakak yang sudah 20 tahun menghilang tanpa jejak. Orang itu mengaku sebagai Jakob Skipper, salah satu yang selamat.

Astrid pulang ke rumah dan mulai mengumpulkan benda-benda milik Ida. Dia menemukan koin dan sepotong koran tentang informasi orang yang selamat. Mereka adalah Jakob Skipper, Amelia Geisler, dan Falke Gravesen. Dia mulai pergi mencari Jakob. Dennis yang mengetahui upaya Astrid memberi saran untuk berhenti karena kasus hilangnya sang kakak sudah ditutup.

Merasa nggak mendapat bantuan dari orang tuanya, Astrid mencari bukti dari video. Dia menemukan video yang menyatakan bahwa Ida bersama tiga orang yang selamat tapi menghilang. Dia mencari Amelia dan Jakob tapi nggak berhasil. Dia mendapat visi tentang seseorang yang meninggal. Ternyata visi itu benar, Jakob meninggal karena bunuh diri.

Di pemakaman Jakob, seseorang meneriakkan bahwa Jakob adalah seorang pembunuh dan ada sosok yang seperti mengikuti. Dia kemudian mencari supir bus yang dulu membawa penumpang yang menghilang, Torben. Torben seperti terganggu mentalnya. Ketika ditunjukkan foto Ida, dia menyatakan bahwa anak tersebut hilang dan melingkari foto seorang pria.

Kondisi Astrid membuat khawatir Dennis yang menyarankan pada Lene agar dia mulai berobat pada psikolog. Astrid mendapat mimpi bahwa ada sesosok makhluk yang mencoba menjebaknya di sebuah dunia seperti yang terjadi pada Ida. Lene merasa anaknya berhasil melihat bahwa Ida masih hidup. Apa yang akan terjadi? Berhasilkah Astrid menemukan kakaknya?

Pembagian Dua Waktu yang Menarik

Pembagian Dua Waktu yang Menarik

Equinox berjalan dengan latar yang maju dan mundur. Cerita yang disajikan bisa tiba-tiba kembali 20 tahun ke belakang ketika Ida belum menghilang lalu kembali pada cerita masa kini. Penggunaan dua waktu ini merupakan sesuatu hal yang menarik karena membuat plot terasa jauh lebih solid dengan menampilkan satu per satu clue dari misteri yang ada.

Bagi yang belum menonton, mungkin ada pertanyaan apakah kita akan dibingungkan dengan pembagian dua waktu di serial ini? Jawabannya enggak. Kita justru akan terbantu untuk melihat ke arah mana cerita akan berjalan. Walau terbantu tapi bukan berarti ceritanya akan bisa ditebak dengan mudah. Menarik, bukan?

Menggunakan Tempo yang Pelan

Menggunakan Tempo yang Pelan

Equinox menggunakan tempo yang terbilang pelan dalam tiap episodenya. Bagi yang berharap akan ada jumpscare, mungkin akan merasa kecewa. Pasalnya, film ini lebih menggunakan pendekatan psikologis dalam menyampaikan unsur horornya. Kita nggak akan dikejutkan sosok aneh. Sebagai gantinya ada misteri yang harus dipecahkan Astrid yang masih trauma.

Nggak ada tempo yang tiba-tiba dibuat tinggi dalam mencapai ketegangan. Menuju akhir episode, baru tempo dibuat meningkat. Selain merasa tegang, kita juga akan dibuat penasaran dengan akhir episode yang dibuat menggantung sekaligus dengan adanya clue baru. Menuju akhir season, barulah satu per satu pertanyaan dan rasa penasaran kita mulai menunjukkan titik cerah.

Baca juga:

Salah satu adegan paling menegangkan adalah ketika Ida mengikuti ritual sebuah sekte. Dia dikelilingi oleh anggota sekte yang bernyanyi. Sementara itu, Ida dipaksa untuk membuka sebuah telur spesial dan harus memakannya. Setelah itu ada sebuah ritual seks dengan seorang pria bertopeng yang akan terungkap di akhir season

Memasukkan Unsur Misteri

Memasukkan Unsur Misteri

Sebagai film horror dan thriller, Equinox juga memasukkan unsur misteri. Misteri yang dimaksud adalah upaya memecahkan keberadaan Ida yang hanya bisa dilakukan dengan memecahkan misteri macam kode. Seperti bagaimana Astrid harus memecahkan tiga angka dari percakapannya dengan Jakob.

Ketika Jakob sudah meninggal, Astrid mendapatkan buku khusus yang dikirimkan untuknya. Dalam buku itu ada sebuah halaman yang disobek yang ternyata berisi tentang Ostara, dewa matahari dan kesuburan dalam mitologi Jermanik. Ostara juga bisa diartikan sebagai dewi musim semi. Legenda Ostara dan Hare King menjadi salah satu fondasi dari cerita di serial ini. 

Amelia menyatakan bahwa Lene memahami apa yang sebenarnya terjadi pada Ida dan Astrid. Astrid terus mencari cara agar berhasil membuka tabir lama tentang hilangnya sang kakak. Ternyata Ida merupakan sasaran dari makhluk jahat yang ingin membawa ke dunia lain. Makhluk itu bukanlah sosok yang jauh melainkan hidup di sekitar mereka. 

Scoring yang Mendukung

Scoring yang Mendukung

Salah satu hal yang mempengaruhi mood penonton ketika menonton film adalah scoring. Penggunaan lagu yang tepat menjadi nilai tambah untuk menaikkan tempo. Terlebih film bergenre horror kerap menggunakan scoring untuk menambah nuansa ketakutan. Bahkan scoring yang tepat bisa menjadikan adegan ikonik dalam film yang diingat oleh orang-orang. 

Sebagai film horror yang menyajikan kekelaman dan misteri, Equinox menggunakan scoring yang mendukung. Ketegangan terasa didukung oleh musik yang tepat untuk mengiringi adegan-adegan vital. Terlebih ketika di pertengahan season menuju akhir yang memperlihatkan bagaimana misteri tentang hilangnya Ida perlahan-lahan mulai terkuak.

Equinox menyajikan horror dan misteri yang cukup rumit untuk diikuti. Ada dunia lain, misteri hilangnya murid, perjanjian, sekte serta persembahan yang membuat kita bertanya-tanya ketika menonton setiap episodenya. Bagi yang menyukai film bertema sekte seperti Midsommar, mungkin film ini bisa dijadikan pilihan yang menarik. 

Kalau takut buat nonton sendirian, nonton beramai-ramai bersama teman juga seru, loh! Sambil nonton, kita bisa saling menebak-nebak dan memecahkan misterinya bersama-sama. Kamu juga bisa membagikan adegan paling menarik menurut kamu di kolom komentar nantinya, teman-teman!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *